Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial
   
Untitled Document
   



 Berita Utama >
   
Debt Collector Citibank Terancam 12 Tahun Penjara
Khofifah Lolos Jadi Kandidat Cagub Jatim 2013
Ketua KPU Terpilih Siap Bikin Kualitas Khusus Pemilu dan Pilpres 2014
Malam Anugerah Lingkungan oleh Wapres Boediono
Tersangka Mantan Account Officer BRI Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Jubir Yusril Serang Balik Tudingan Dua Anggota DPR RI

  Berita Terkini >>
   
Bawaslu: Kecurangan Sistimatis Menunjukkan Demokrasi Tidak Baik
Belanda Selidiki 'Kejahatan Perang' MH17
Ahmad Dhani Mengadu ke Dewan Pers Ulah 15 Media Online
Densus 88 Berhasil Bekuk 2 Terduga Jaringan Teroris
Presiden SBY: Mengucapkan Selamat Kepada Yang Menang Itu Indah
Sumpah Bukan Sampah

Untitled Document Untitled Document



Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS






















BeritaHUKUM.Com

    Berita Utama
Bawaslu: Kecurangan Sistimatis Menunjukkan Demokrasi Tidak Baik | Tuesday 22 Jul 2014 11:00:49
 
Ilustrasi. Penghitungan surat suara di TPS pada Pilpres 2014.(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai adanya kecurangan yang dilakukan secara sistematis dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, menunjukkan masalah fundamental demokrasi Indonesia masih tidak baik.

Pasalnya, Pemilu merupakan masa peralihan kekuasaan yang seharusnya menjadi lebih baik dengan kepengurusan masa selanjutnya.

"Kita mau benahi secara mendasar, karena kita mau menanamkan kepada orang bahwa Pemilu ini wahana transisi kekuasaan dan kekuasaan, melalui Pemilu itu diperoleh dengan cara menggali suara rakyat. Nah kalau mendapat suara rakyat dengan cara yang salah, itu pemerintahan yang terbentuk dari situ," kata anggota Bawaslu, Daniel Zuchron kepada Okezone di Jakarta, Selasa (22/7).

Daniel mencontohkan seperi kasus yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan yang terjadi saat Pileg dan Pilpres, di mana terdapat nama dan NIK dalam DPT yang sudah meninggal dan pindah domisili namun dinyatakan tingkat partisipasi 100 persen.

"Pelajaran bagi Nias, prosedur dasar pelaksanaan pemilu yang jurdil dan luber masih perlu diperbaiki. Presiden maupun parlamen yang dibentuk bisa tidak legitimate dan legalitasnya diragukan. Nias Selatan pelajarannya dari tahun ini, kesalahannya dari Pileg dan Pilpres berulang di situ," ujarnya.

Daniel pun berharap kecurangan di berbagai wilayah ke depan bisa dicarikan solusi bersama, baik oleh KPU dan Bawaslu di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

"Intinya Pilpres itu sederhana, tapi alasan SDM yang bermasalah KPU Provinsi harus punya cara. Panwas sesuai tupoksinya sudah menjalankan, seharusnya KPU Provinsi bisa menekan dan bahu membahu dengan pengawas," tukasnya.

Sementara, yang dikutip dari Tribunnews telah terjadi debat yang cukup alot, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk menunda penghitungan suara untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, hingga Selasa (22/7) kemarin.

Hal tersebut disebabkan pembahasan mengenai penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Nias Selatan tidak mencapai titik temu antara Bawaslu, KPUD Provinsi Sumut, dan saksi dari kedua pasangan Capres-Cawapres.

"Jam sudah menunjukkan hampir pukul 24.00, sehingga pembahasan mengenai Nias Selatan yang juga berarti berpengaruh pada Provinsi Sumatera Utara, kita tunda hingga esok hari. Kita akan melanjutkan rekapitulasi provinsi selanjutnya," ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik, Senin (21/7).

Perdebatan mengenai penyelengaraan Pemilu di Nias Selatan terjadi karena adanya rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu yang tidak ditindaklanjuti oleh KPUD.(kem/okz/tbn/bhc/sya)


Bookmark and Share
 

Gema Aceh: Komitmen Prabowo Tampak Pada Baju yang Dipakai, Tidak Kotak-Kotak | Sunday 08 Jun 2014 23:01:48

ACEH, Berita HUKUM - Jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 sudah hampir dekat. Dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta di Aceh pun terus mengalir..

Sebagaimana dukungan Generasi Pemuda (Gema) Kota Banda Aceh dan Barisan Inong Aceh siap memberikan dukungan sepenuhnya, terhadap Prabowo-Hatta sebagai Presiden 2014-2019.

"Komitmen Prabowo tampak pa
...


Jusuf Rizal The President Center Deklarasi Laskar Soekarno Muda | Sunday 08 Jun 2014 09:14:38

SURABAYA, Berita HUKUM - Dukungan terhadap pasangan Prabowo-Hatta untuk memenangkan Pilpres Rabu, 9 Juli 2014, terus mengalir. Elemen masyarakat yang menamakan diri Laskar Soekarno Muda dan Srikandi Soekarno Muda Jatim, Sabtu (7/6) dilaunching oleh Direktur The President Center, HM Jusuf Rizal sekaligus mengukuhkan kepengurusan The President Cente ...


Ketenagakerjaan; Buruh dan Penggusaha Lebih Sepakat Visi Misi Jokowi-JK | Sunday 08 Jun 2014 03:04:01

JAKARTA, Berita HUKUM - Menjelang pemilihan Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pada, Rabu, 9 Juli mendatang, Capres-Cawapres Pasangan No 2 Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf kalla (JK), seyogyanya mendapat dukungan simpati dari kalangan para buruh, begitu juga dengan pengusaha. Topik wacana pada dukungan pengusaha Indonesia dan para buruh leb ...


Mantan Panglima TNI: Soal Babinsa Tunjuk Orangnya, Jangan Fitnah! | Saturday 07 Jun 2014 19:16:27

JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso meminta pelapor adanya oknum bintara pembina desa (babinsa) yang diduga tidak netral dalam Pilpres 2014 bisa membuktikan kebenaran laporannya.

"Saya harap, orang yang lapor soal babinsa itu, Mr. X, tunjuk orangnya. Kalau benar ditindak tegas, jangan fitnah karena fitnah me
...


Peringatan Terbuka, BMI Bakar Black Propaganda yang Disasarkan ke Jokowi-JK | Saturday 07 Jun 2014 00:16:31

JAKARTA, Berita HUKUM - Deklarasi peringatan terbuka dan pembakaran Black Propaganda atau pembakaran sampel bukti Black campaign atau Kampanye hitam digelar oleh pasukan Banteng Muda Indonesia (BMI). Organisasi BMI ini sendiri adalah sayap PDI-Perjuangan yang menjadi garda pemenangan Capres Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Perihal ...


KPA/PA Pasee: PA Tidak Pecah, Hanya Beda Orientasi Politik Saja | Thursday 05 Jun 2014 20:08:47

ACEH, Berita HUKUM - Partai Aceh yang merupakan partai yang sangat berpengaruh di Aceh pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu sebagaimana dinyatakan oleh ketuanya Muzakir Manaf, secara penuh mendukung untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Namun, saat ini partai yang didominasi par
...



<< First < Previous Next > Last >>

   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com