Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial
   
   



 Berita Utama >
   
Pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Depok
Raja Jogja Sri Sultan HB X Mendadak Keluarkan Sabdatama
MK: Mulai 2019, Pilpres dan Pileg Serentak
XL dan Indosat Masih Menunggu Tindak Lanjut Kejagung
SNMPTN 2013 Pakai Nilai Rapor
Belum Ada Jaminan Pemilu 2014 Menghasilkan Pemimpin yang Berpihak Kepada Rakyat dan Lingkungan Hidup

  Berita Terkini >>
   
Ratusan Tewas Akibat Gempa 7,8 SR di Nepal
Konferensi Parlemen Asia Afrika Setujui Pembentukan Asia Africa Parliamentary Group (AAPG)
Satu UU Lagi Dihasilkan DPR
Nah, Semakin Terungkap Pidato Jokowi di KAA Hanya 'Omong Kosong'
Mendikbud Sarankan Sekolah Gugat Penyelenggara Pesta Bikini
Inilah Hasil-Hasil KTT Asia Afrika ke-60, di Jakarta, 22-23 April 2015

Untitled Document



SPONSOR & PARTNERS






















    Berita Utama
Konferensi Parlemen Asia Afrika Setujui Pembentukan Asia Africa Parliamentary Group (AAPG) | Saturday 25 Apr 2015 22:11:25
 
Ketua DPR Setya Novanto saat menyampaikan pidato penutupan acara Konferensi Parlemen Asia Afrika, di Gedung Pustakaloka, Kamis, (23/4).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Konferensi Parlemen Asia Afrika menyetujui pembentukan Asia Africa Parliamentary Group (AAPG) dan memiliki sekretariat tetap di Indonesia. "Konferensi parlemen Asia Afrika telah menghasilkan deklarasi Parlemen Asia Afrika demi tercapainya cita-cita Konferensi Asia Afrika di Bandung,"jelas Ketua DPR Setya Novanto saat menyampaikan pidato penutupan acara Konferensi Parlemen Asia Afrika, di Gedung Pustakaloka, Kamis, (23/4).

Menurutnya, Isi pertemuan ini bercita-cita tercapainya penguatan peran parlemen seperti yang diidamkan di belahan benua. "Kita juga telah sepakat membentuk Asia Afrika Parliamentary Group sedangkan saat yang bersamaan kita juga diterima usulan parlemen Indonesia menjadi sekretariat tetap APPG," jelasnya.

Dia menambahkan, isi deklarasi tidak terbatas untuk kemaslahatan kedua benua Asia dan Afrika tetapi juga memperjuangkan Reformasi PBB, pembangunan berkelanjutan, dan pemberantasan kejahatan transnasional, serta membangun dunia baru yang damai.

"Saya sangat menghargai peran parlemen dan keterlibatan para delegasi, kehadiran seluruh parlemen sangat berarti dan mewakili aspirasi rakyat yang luas dan sebagian besar bangsa di planet bumi ini," katanya.

Sementara, Terorisme dan pertikaian serta permasalahan ekonomian menjadi isu yang mencuat dalam salah satu sesi diskusi di ajang pertemuan parlemen Asia-Africa di Gedung DPR RI, Kamis (22/4) yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Kordinator bidang Politik dan Keamanan, Fadli Zon.

“Saya berharap kita semua turut menjaga perdamaian dunia, menuju kemakmuran bersama. Kita harus melawan kemiskinan,” ujar Fadli saat memimpin sidang.

Dalam sidang yang digelar sebagai rangkaian peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika itu Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini juga menegaskan bahwa negara-negara di Asia Afrika ini akan semakin kuat jika bersatu dan bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan dunia. Lebih lanjut Fadli mengungkapkan bahwa DPR berinsiatif untuk membuat diskusi Parlemen Asia Afrika ini menjadi sebuah grup Parlemen Asia Afrika yang digelar secara paralel dengan Konferensi Asia Afrika.

Pernyataan Fadli mendapat respon positif dari tiga puluh tiga delegasi Parlemen Negara Asia Afrika yang hadir dalam pertemuan tersebut. Bahkan delegasi Parlemen Suriah, Fatimah sempat mengutarakan konflik yang terjadi di negaranya. Dimana teroris telah menghancurkan kemajuan yang telah dicapai Suriah. Akibatnya rakyat Suriah menderita.

Kondisi tersebut dikatakan Fatimah bukan tidak mungkin akan merambah ke Negara-negara lainnya. Pada akhirnya mengancam seluruh dunia. Oleh karena itu ia berharap seluruh Negara di dunia, khususnya Negara-negara dalam Asia Afrika mendukung langkah Suriah untuk memperbaiki kehidupan negaranya yang sudah hancur, hingga dapat melanjutkan pembangunan ke depannya.

Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon mengatakan bahwa konflik di Suriah merupakan masalah yang cukup kompleks. Hal tersebut merupakan masalah domestik Negara tersebut. Namun ia menilai perlunya campur tangan pihak lain sebagai mediator. Sehingga pihak yang berkonflik dapat duduk bersama di meja perundingan dan melakukan gencatan senjata.

“Jika memang memungkinkan bisa digelar pemilu ulang. Namun intinya kami prihatin dengan kondisi tersebut dan berharap kedamaian akan segera tercipta di Suriah. Kami mendoakan yang terbaik untuk Negara itu,” pungkasnya.(Sugeng/Ayu/dpr/bh/sya)


Bookmark and Share
 

Melalui Seni Kita Bisa Menghentikan Korupsi | Saturday 07 Mar 2015 21:35:24

JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam dua bulan terakhir, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai penjuru. Puncaknya adalah ketika para pimpinan dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami kriminalisasi yang berujung pada pelemahan institusi anti rasuah tersebut.

Perang opini pun bermunculan ba
...


AIG Indonesia Luncurkan E-Learning Module Tanggap Banjir | Saturday 07 Mar 2015 21:27:24

JAKARTA, Berita HUKUM - Bencana kerap datang tak terduga, salah satunya adalah bencana banjir. Untuk mengantisipasi kerugian dan risiko saat terjadi bencana banjir, maka sangatlah penting memiliki pengetahuan akan tanggap bencana banjir sejak dini.

PT. AIG Insurance Indonesia (‘AIG Indonesia’) bersama Greeneration Indonesia meluncurkan e-learni
...


Pelawak Mandra Ditahan Kejagung Terkait Korupsi di TVRI | Saturday 07 Mar 2015 17:04:15

JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), Jum’at (6/3) menahan Seniman Betawi Mandra (M) terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan Pengadaan Acara Siap Siar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Tahun Anggaran 2012 yang merugikan negara senilai kurang lebih Rp. 47.819.869.900,-.
...


WikiLeaks Klaim Siap Bongkar Percakapan Jokowi Saat Pilpres | Saturday 07 Mar 2015 10:54:55

JAKARTA, Berita HUKUM - Mata-mata Australia menyadap percakapan telepon selular dan data publik serta pejabat Indonesia melalui jaringan telepon selular terbesar, Telkomsel. Hal itu terungkap dari bocoran dokumen rahasia milik bekas kontraktor NSA, Edward Joseph Snowden yang nantinya akan diungkap oleh WikiLeaks.

Salah satu hasil sadap yang akan
...


Raja Jogja Sri Sultan HB X Mendadak Keluarkan Sabdatama | Saturday 07 Mar 2015 08:40:22

YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sabdatama atau pernyataan resmi yang antara lain mengingatkan bahwa tatanan pemerintahan keraton tidak perlu diperdebatkan.

Sabdatama itu disampaikan Raja Yogyakarta Sri Sultan HB X yang didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan Adipa
...


Ketua MK: Disorientasi Ideologi Akibatkan Kegaduhan Politik | Saturday 07 Mar 2015 03:51:22

JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Mahkamah Kontitusi, Arief Hidayat, menjadi narasumber sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka ...




   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com