Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial
   
Untitled Document
   



 Berita Utama >
   
Pekerja Transportasi Mogok, Argentina Lumpuh
Sopir Mengantuk, 7 Penumpang Tri Star Meninggal Dunia
Hari Ini, KPK Kembali Sita Rumah Irjen Djoko Susilo di Jawa Tengah
Roy Suryo: Bukan Selamatan, Tapi Ini Amanah
Bupati Bogor Hanya Diperiksa 1 Jam Soal Hambalang
Dirut dan Komisaris Utama Bank BJB Diperiksa Kejaksaan

  Berita Terkini >>
   
Muspida Aceh Timur Pesijuk Kantor Wartawan Bersama 'Pesawat'
DPR Batal Bentuk Pansus Pemilu 2014
Aksi di Hong Kong Berlanjut, Instagram 'Diblokir'
Pancasila Perekat Persatuan Bangsa
United Bike Sambut 69 Peserta Touring dari Ambarawa
Cakap Berbahasa Inggris Guna Sambut Daya Saing

Untitled Document Untitled Document



Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS






















BeritaHUKUM.Com

    Berita Utama
Pancasila Perekat Persatuan Bangsa | Tuesday 30 Sep 2014 01:13:03
 
Ilustrasi. Burung Garuda Pancasila dengan latar belakang bendera Republik Indonesia Merah Putih. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia (Foto: Istimewa)
MEDAN, Berita HUKUM - Pancasila dinilai sudah sempurna. Di dalamnya terdapat prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan tanggung jawab. Karenanya, jika ada masalah di dalam negara ini, maka kembalikan kepada nilai-nilai Pancasila.

“Dengan masalah yang selalu muncul, maka semua warga negara harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan guna keselamatan bangsa dan negara,” tandas anggota DPRD Medan dari Fraksi PDIP Drs. Wong Chun San Tarigan, Senin (29/9) di USU, Medan.

Tarigan menegaskan hal itu saat berbicara dalam dialog kebangsaan bertema ‘Memperkuat Pondasi Kebangsaan Indonesia : Tantangan Indonesia Pasca Pilpres 2014′ yang diadakan Pusat Studi Kebijakan dan Politik Lokal FISIP Universitas Sumatera Utara bekerjasama dengan Komunitas Medan Bagus.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Medan H. Gatot Pujo Nugroho, M,Si, yang diwakili Kabid Kewaspadan, Thomson SH, mengungkapkan, didapati masih ada kelompok yang ingin mengubah ideologi Pancasila, UUD 1945, dan NKRI dengan tetap menjaga Bhinnneka Tunggal Ika.

“Ada yang ingin mengubah konsensus di atas, namun dipastikan gagal. Kita tidak bisa mengisolasi diri dan mesti siap menghadapi tantangan global, utamanya finansial dan harus terus bersama-sama untuk menuju bangsa yang madani,” katanya dalam dialog yang dihadiri sekitar 80 mahasiswa ini.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustida) IAIN Sumut, M Furqan Amal, peserta dialog, menyatakan, Pancasila harus diterapkan secara benar sehingga dalam menghadapi tantangan atau ancaman seperti ISIS dapat mengatasinya.

Selanjutnya, pengantar diskusi oleh Teguh Santosa mengatakan antara lain masih banyak isu-isu yang mesti dicermati mulai dari kompetisi politik, perdebatan rancangan undang – undang, masyarakat ekonomi ASEAN yang berdampak pada persaingan SDM, tantangan global market, dan bonus demografi.

Ketika kita sibuk dengan ASEAN 2015, justru Teguh Santosa merasa tidak yakin jika Singapura dan Malaysia mengalami hal yang sama, sebab menurut Teguh, kedua negara itu sudah tidak mempermasalahkan persaingan di tingkat ASEAN lagi, melainkan sudah berfikir persaingan global dan internasional.

Teguh mencontohkan, wisatawan yang datang ke Malaysia mencapai 27 juta orang, bahkan dengan tragedi pesawat MH 170 dan MH 17, wisatawan ke Malaysia masih mencapai 20 juta orang.

Sedangkan wisatawan yang datang ke Indonesia masih berkisar 6 -8 juta orang saja. Thailand dinilai paling siap dengan ASEAN 2015, contohnya Universitas di Thailand, Thamasat University, sudah memiliki fakutas bahasa Indonesia dengan mengirimkan sebanyak 25 mahasiswanya secara rutin ke Jogjakarta.

Pemimpin yang diperlukan saat ini dan ke depan adalah yang dapat memberikan keteladanan, memiliki pengetahuan yang cukup dan loyalitas baik ke atas, ke samping maupun ke bawah.(bhc/mat/ist)





Bookmark and Share
 

Ribuan Jama'ah Muhammadiyah Padati GOR Segiri Samarinda | Monday 28 Jul 2014 21:30:22

SAMARINDA, Berita HUKUM - Gemah Takbir, Tasbih dan Tahlil menggema di menara-menara mesjid, menara Langgar, dan Surau yang berkumandang dengan menyebut kebesaran Allah SWT untuk meraih kemenangan, setelah menjalankan ibadah Puasa Ramadhan sebulan penuh untuk merayakan Sholat Idul Fitri 1435 H. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaaha ill ...


PT Freeport Akan Mulai Ekspor Kembali Bulan Agustus | Monday 28 Jul 2014 20:29:25

JAKARTA, Berita HUKUM - Freeport McMoRan Inc harus konsisten dan tetap mengikuti aturan, karena telah disetujui 5 tahun yang lalu dan sudah disepati untuk membangun smelter, tempat dimana tambang itu ada, tempat dimana kekayaan alam itu diambil dan disanapun juga harus diprosesnya. Tambang Freeport Indonesia juga tambang yang paling menguntungkan d ...


Selain Gugat Pilpres, PPP: Tapi Juga Upaya Meluruskan Demokrasi | Sunday 27 Jul 2014 05:57:57

JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait sengketa cacat hukum pada saat pemilihan Presiden 9 Juli lalu, pihak tim Advokasi Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa melalui Partai Persatuan Pembagunan (PPP) di dalam Partai Koalisi Merah Putih Permanen memberikan apresiasi dukungannya dengan cara menempuh jalur hukum melakukan gugatan ke Mahkamah K ...


Kubu Koalisi Merah Putih Konsolidasi Pembentukan Pansus Pilpres 2014 | Saturday 26 Jul 2014 16:29:38

JAKARTA, Berita HUKUM - Akbar Tandjung selaku anggota penasehat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengatakan partai Koalisi Merah Putih terus melakukan konsolidasi atas pembentukan Pansus Pilpres, untuk menindaklanjuti dugaan terjadinya kecurangan pada Pilpres 2014.

"Partai koalisi (merah putih) sepakat untuk terus melakukan konsolidasi, k
...


Gugatan PHPU ke MK, Prabowo: Ini Sebuah Proses Perjuangan Secara Hukum | Saturday 26 Jul 2014 14:20:37

JAKARTA, Berita HUKUM - Pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta ribuan masa simpatisannya hadir ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia di Jakarta pada, Jumat (25/7) sore hingga malam. Para Timses Koalisi Merah Putih Perjuangan untuk Kebenaran dan Keadilan mendaftarkan permohonan gugatan perkara hasil pemilihan um ...


Pakar Hukum Minta Rakyat Harus Terima Jika Nanti MK Putuskan Prabowo-Hatta Pemenang Pilpres | Friday 25 Jul 2014 03:48:49

JAKARTA, Berita HUKUM - Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli lalu telah menetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai pasangan pemenang pilpres 9 Juli 2014, namun Jokowi-JK baru bisa dinilai sah, apabila Mahkamah Konsitusi (MK) telah memutuskan sidang perselisihan hasil pilpres dan menyatakan pasangan Jokowi ...



<< First < Previous Next > Last >>

   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com