Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial
   
Untitled Document
   



 Berita Utama >
   
BNPT Terkejut Dengan Dana Teroris Yang Mereka Kumpulkan
Dituding Korupsi Rp 65 Miliar, Massa Bakar Foto Bupati Muara Enim
Polri Tetapkan Status Siaga Satu di Papua
Polisi Tangkap Lagi 2 Napi Lapas Tanjung Gusta
MA Tolak Kasasi Melinda De Tetap Dihukum 8 Tahun
Narapidana Medan Kabur, BNPT Kecewa

  Berita Terkini >>
   
Komandan PMPP TNI Tutup Latihan Bersama TNI dan GPOI US
Anggap Langgar Kebebasan Berserikat, Wadah Tunggal Organisasi Notaris Digugat
Pembentukan Law Centre dan Budget Office Terus Dikaji
Jadi Anggota DPR, Presiden SBY Minta 7 Menteri Mundur
Hong Kong Menentang Ketetapan Cina
Newmont Cabut Gugatan, Pemerintah Isyaratkan Siap Berunding

Untitled Document Untitled Document



Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS






















BeritaHUKUM.Com

    Berita Utama
Mantan Dekan Fahutan Unmul Merasa Pemberitaan Media Menyudutkannya | Sunday 31 Aug 2014 21:50:04
 
Mantan Dekan Fakukltas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Chandra Dewana Boer.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Mantan Dekan Fakukltas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Chandra Dewana Boer (CDB) merasa pemberitaan media beberapa hari ini yang menyebut Kajari Samarinda kantongi nama tersangka kasus dugaan korupsi Dana Abadi Fahutan Unmul yang masih dalam penyidikan baik oleh Kejati Kaltim dan Kejari Samarinda. CDB menilai pemberitaan tersebut adalah fitnah dan menyudutkannya dan menuding pemberitaan tersebut merupakan suatu persekongkolan antara Kejaksaan dan Wartawan.

“Saya merasa kaget dengan pemberitaan tersebut dan pemberitaan tersebut sangat menyudutkan saya, karena saya disebut dalam kasus dugaan korupsi dana abadi Fahutan Unmul. Terus terang saya sangat keberatan dengan pemberitaan itu, apalagi saya belum pernah diperiksa Kejaksaan Negeri Samarinda,” ujar Candara Boer, kepada BeritaHUKUM.com, di kantornya Fahutan Unmul, Sabtu (30/8).

Menurut Mantan Dekan Fahutan ini mengatakan bahwa, pemberiaan itu diduga merupakan persekongkolan antara Kejaksaan dan Wartawan untuk memojokkannya, padahal kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan oleh Irjen, bahkan Rektor Unmul sendiri sudah mendamaikan antara saya dengan pak Abubakar Lahjie, jadi sebenarnya sudah tidak ada masalah, terang Chandra Boer.

Chandra Boer mengaku janggal dengan kasus yang dihadapinya, karena disatusisi diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim juga Kejaksaan Negeri Samarinda yang melibatkan dirinya terkesan janggal dan mengatakan bahwa, kasus ini sebenarnya tidak boleh diperiksa Kejaksaan, menurut saya cukup ditangani pihak kepolisian saja, jelas Chandra Boer.

“Saya kaget langkah yang diambil Kejari Samarinda, saya saja belum pernah dipanggil kejari Samarinda jadi saya belum tahu apa-apa, memang kemarin saya pernah dipanggil secara lisan tetapi saya tidak mau hadir dan pengacara saya juga tidak mengizinkan saya hadir,” ujar Chandra Boer.

Dikatakan Chandra bahwa, persoalan dugaan penyimpangan korupsi dana abadi yang diperiksa kejaksaan terkait pembelian sebuah mobil, diakui bahwa pembelian mobil tersebut dengan menggunakan uang pribadi dengan tanggung rente teman-teman dosen. Uang tersebut disimpan di PD-2, saat dikeluarkan mau beli mobil uangnya kurang jadi saya tambahkan,’ tegas Chandra Boer.

“Saat itu uangnya tersimpan pada PD-2 dan uang tersebut dicairkan Rp 300 juta, karena kurang saya tambah untuk beli mobil, mobil tersebut memang untuk Fahutan tapi atas nama saya dan ada surat pernyataan saya saat itu. Mobil itu juga sudah 2 tahun di pake oleh Dekan Fahutan baru Abubakar Lahjie, kenapa sekarang dipersoalkan lagi,” tegas Chandra Boer.

Mantan Dekan Fahutan Unmul Chandra Dewana Boer juga beralasan bahwa, pembelian mobil atas nama dirinya karena dana buka dari APBD namun dana hasil patungan dari teman-teman peneliti kehutanan untuk membeli mobil untuk kepentingan Fahutan Unmul, ujarnya.

Sebagaimana pemberitaan BeritaHUKUM.com sebelumnya bahwa, Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda, Constantein Ansanay mengatakan, dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dana abadi Fahutan Unmul Samarinda, pihaknya telah memiliki bukti awal sehingga dapat meningkatkan kasus dugaan korupsi dana abadi Fahutan Unmul dari penyelidikan menjadi tingkat penyidikan, pihaknya juga telah mengantongi calon tersangka.(bhc/gaj)


Bookmark and Share
 

Franz Magnis Suseno Didesak Minta Maaf | Saturday 05 Jul 2014 10:44:13

JAKARTA, Berita HUKUM - Persaudaraan Pemuda Indonesia (PPI) dan Poros Pelajar Santri Indonesia (PPSI) mendesak Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat (STF) Driyarkara, Romo Franz Magnis Suseno, untuk meminta maaf dan memberi klarifikasi terkait surat terbuka yang sudah menjadi konsumsi publik.

"Kami menuntut Romo Magnis yang kami hor
...


Kampanye Sepi, Jokowi Batal Sapa Warga Depok | Saturday 05 Jul 2014 06:42:18

DEPOK, Berita HUKUM - Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo, bersama rombongan tak turun di ajang kampanyenya di Lapangan Irekap, Cilodong, Depok, Jumat (4/7).

Kabar beredar, Jokowi tak turun lantaran lokasi kampanye yang menampilkan band musik Wali ini sepi dari simpatisan dan masa pendukung.

Namun, hal itu buru-buru dibantah oleh piha
...


Para Mantan Kombatan GAM Dukung Capres No 1 Prabowo-Hatta | Friday 04 Jul 2014 23:52:29

ACEH, Berita HUKUM - Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (Eks Kombatan GAM) mendukung Capres No 1 Prabowo Subianto – Hatta Rajasa sebagai calon Presiden Republik Indonesia karena perintah Komando dari pimpinan tertinggi, ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakir Manaf (Mu,alem) yang juga saat ini menjabat Wakil Gubernur Aceh.

Hal tersebut teru
...


Sahabat Prabowo and Mas Garuda Goes to Brazil, Dedikasi untuk Kesuksesan Masa Depan Sepakbola Indonesia | Friday 04 Jul 2014 20:51:36

BRAZIL, Berita HUKUM - Ketua Pentas Piala Dunia 2014 Brazil tengah menyita perhatian dunia. Kompetisi sepakbola empat tahunan tersebut merupakan ajang bergengsi yang selalu dinanti kehadirannya oleh seluruh pecinta olahraga tersebut di seluruh penjuru dunia.

Kemeriahan Piala Dunia 2014 juga turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia, sebagian be
...


Direktur PT Syakila Group Aniaya Wartawan BeritaLima.com | Friday 04 Jul 2014 19:14:37

ACEH, Berita HUKUM - Kekerasan terhadap kuli tinta kembali terjadi. Kali ini menimpa salah seorang wartawan media online BeritaLima.com di Aceh, bernama Efendi Nurdin (28).

Informasi yang diterima di lapangan, korban dikeroyok dan dipukuli hingga babakbelur oleh Direktur PT. Syakila Group Taufik dan 7 orang anak buahnya.

Insiden penganiayaan
...


Hatta Rajasa: Jangan Intimidasi Media ! | Friday 04 Jul 2014 08:06:17

CIAMIS, Berita HUKUM - Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Hatta Rajasa mengatakan kepada semua pihak agar tidak mengintimidasi media massa.

"Tidak boleh terjadi di republik ini, ada tindakan penyegelan, pengepungan, atau intimidasi apapun terhadap media apapun," ujar Hatta di Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat.

Mantan Menko Perek
...



<< First < Previous Next > Last >>

   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com