Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Proyek Beras Basah
4 Mantan PPTK Dinas PU Proyek Penahan Ombak Bontang Ditahan
2017-08-23 18:58:36
 

 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Derasnya ombang dan gelombang yang menerpa di Pantai Beras Basah Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) semakin kencang, hingga kembali 'memakan korban', kali ini 4 orang mantan Panitia Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PU Kaltim terseret ke dalam Rutan Sempaja Samarinda, terkait kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak Pantai Beras Basa Bontang.

Kejaksaan Tinggi Kaltim kembali menahan para tersangka yang didampingi Tim Penasihat Hukum Josef Sabon, SH dan James L pada kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak Pantai Beras Basa Bontang di seret ke Rutan Samarinda pada, Selasa (22/8) usai dilakukan pemeriksaan.

Empat orang tersangka yang kembali di tahan tersebut mengikuti temannya yang terdahulu telah ditahan, adalah pernah menjabat sebagai Panitia Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim.

Informasi yang berhasil dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com, ke 4 (empat) tersangka diperiksa sejak siang hingga pukul 17.30 Wita, mereka didampingi pengacara, dan akhirnya para tersangka digiring ke Rutan Sempaja Samarinda dengan menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam KT 2828 BZ.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Fadil Zumhana melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Acin Muksin, SH mengatakan, penahanan empat tersangka tersebut merupakan tahap lanjutan dari penahanan enam tersangka sebelumnya.

"Sementara yang ditahan hari ini, empat tersangka, karena penyidik menyatakan sudah memenuhi unsur untuk melakukan upaya penahanan," ujar Acin.

Empat tersangka yang ditahan penyidik Satgassus Kejati Kaltim yakni, Sur dan Sy (selaku PPTK tahun 2014 dan 2015), didampingi Josef Sabon SH. Yosep mengatakan bahwa Cuma Rudi yang mantan Kepala Dinas SDA PU Kaltim selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang saat ini menjabat dinas baru Kepala Bidang Perumahan Rakyat belum ditahan, terang Pengacara Yosep.

Sedangkan dua tersangka lainnya yaitu tersangka Pri dan Sun yang juga mantan PPTK di dampingi Pengacara James L, ke empat tersangka diduga terlibat proyek pemecah ombak tahun anggaran 2013 - 2014 dan 2015 dengan total nilai kontrak Rp 16 miliar lebih.

Untuk di ketahui bahwa sebelumnya pada, Selasa (8/8) lalu, Kejaksaan Tinggi Kaltim juga telah menahan, tersangka WS selaku Direktur CV Topografi (konsultan pengawas), SDR selaku Direktur PT Zenit Konstruksi, AAJ selaku Direktur PT Raja Alam Permata, FR selaku Direktur PT Remona Pratama Indonesia, FS selaku Direktur Megaplan Indoraya Esa (konsultan pengawas) kelima twrsangka juga di tahan di Rutan Sempaja Samarinda. (bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Kejati Kaltim
 
  Kejati Kaltim Amankan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda, Diduga Terkait Dana Hibah
  Kejati Kaltim menjadi Jaksa Pengacara Negara PT Hutama Karya Wilayah III
  Kejati Kaltim Resmi Bentuk Tim Satgassus Penyelesaian Perkara Tipikor
  Awal Februari Kejati Kaltim Janji Fokus Bidik Kasus Pajak dan Migas
  Kejati Kaltim Incar Korupsi Proyek Pengadaan Barang dan Jasa pada Disdik Kaltim
 
ads

  Berita Utama
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat

 

  Berita Terkini
 
MKD DPR Tetap Akan Memproses Setya Novanto

Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Aparat Hukum Harus Buktikan Kasus Transfer Standard Chartered Rp19 Triliun

Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka

Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2