Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Prancis
60 Orang Tewas Akibat Insiden Truk Menabrak di Perayaan Bastille
2016-07-15 07:30:04
 

Sebuah truk putih menabrak kerumunan orang yang berkumpul merayakan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis. Setiap pejalan kaki di sekitar lokasi insiden diperiksa polisi. Aparat Prancis mengatakan korban tewas telah mencapai sedikitnya 60 orang.(Foto: Istimewa)
 
PRANCIS, Berita HUKUM - Korban tewas akibat hantaman truk di tengah perayaan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis, terus bertambah. Aparat setempat menyebut sedikitnya 60 orang telah meninggal dunia, dan sekitar puluhan lainnya cedera.

Insiden terjadi di Promenade des Anglais, saat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api yang sedang dinyalakan.

Jaksa Prancis, Jean-Michel Pretre, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, mengatakan truk itu melaju terus sambil menabrak kerumunan orang hingga sejauh dua kilometer.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi Prancis, BFM, "Semua orang berteriak lari, lari, lari, ada serangan, lari, lari, lari. Kami mendengar beberapa tembakan. Kami pikir itu kembang api karena tanggal 14 Juli."

Kepala daerah Alpes-Maritimes, Sebastien Humbert, mengatakan kepada BFMbahwa supir truk tersebut telah tewas ditembak.

Sejauh ini belum diketahui apakah insiden tersebut murni kecelakaan atau disengaja. Presiden Prancis, Francois Hollande, yang semula berada di Kota Avignon kini kembali ke Kota Paris untuk menggelar rapat darurat.

Pihak berwenang setempat sudah meminta agar warga berada di dalam ruangan dan menyatakan insiden itu sebagai 'sebuah serangan'.

Keadaan darurat masih diberlakukan di Prancis setelah serangan di ibukota Paris tahun lalu, yang menewaskan 130 orang.

Adapun Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah diinformasikan mengenai kejadian di Kota Nice, menurut juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price. "Tim keamanan beliau akan memberitahunya perkembangan terkini sebagaimana seharusnya."(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Prancis
 
  Gereja Katedral Notre-Dame di Paris Terbakar
  Prancis Tarik Duta Besar dari Italia, Mengapa Perseteruan 2 Negara Tetangga Ini Membesar?
  Prancis Rusuh Lagi: 125.000 Demonstran Turun, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
  Kerusuhan Prancis: Pemerintah Tunda Kenaikan Harga BBM Diesel
  Kedutaan Prancis di Burkina Faso di Serbu, 8 Petugas Tewas dan 80 Orang Luka
 
ads

  Berita Utama
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR

Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi

DPR RI Pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK Baru Periode 2019-2023

BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang

 

  Berita Terkini
 
DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU MD3

RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR

Festival Budaya Bahari Internasional Bakal Digelar di Pulau Tidung

Gubernur Anies Gowes Sepeda Temui Anak Yatim di Ancol

Biro Kepegawaian Kejaksaan Optimalkan Pola IT Menuju Zona Integritas

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2