Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
HUT RI
72 Tahun Indonesia Kerja Bersama Wujudkan Kemakmuran Rakyat
2017-08-19 10:46:40
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada upacara bedera peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun di Komplek Parlemen, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bertugas sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya dia menyampaikan bahwa, pada peringatan kemerdekaan tahun ini pemerintah mengambil tema, "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama."

"Tema tersebut kurang lebih bermakna, bahwa bangsa dan rakyat Indonesia, harus bersama-sama bekerja, membangun untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat banyak. Hal ini merupakan representasi dan filosofi semangat gotong royong, untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," papar Fahri di hadapan para pegawai di lingkungan Setjen, MPR, DPR, dan DPD RI, Komplek Parleman, Kamis (17/8).

Inspektur upacara menyampaikan, di masa 72 tahun Indonesia merdeka, telah melewati kondisi yang sulit, cobaan, ujian dan dinamika serta pergolakan ide bahkan pergolakan fisik. Ujian pada ideologi bangsa, ujian pada dasar negara, ujian pada kebersamaan, ujian pada keberagaman, ujian pada wilayah dan ujian pada ide dan cita-cita Indonesia. Ia mengajak semua lapisan masyarakat agar memandang optimis masa depan bangsanya menyatukan langkah, menggalakkan nilai-nilai fondasi bangsa untuk terus melangkah menyongsong masa depan negara.

Dalam konteks fungsi legislatif, saat berpidato dia juga menyampaikan, lahirnya parlemen yang modern adalah tonggak lahirnya daulat rakyat. Modernitas parlemen akan berefek pada efektifnya pengawasan, efektifnya penyusunan undang-undang, dan efektifnya pembahasan-pembahasan anggaran yang representatif, yang mencerminkan keinginan rakyat Indonesia.

"Kita yang bekerja di cabang kekuasaan legislaif, ada yang di DPD sebagai institusi yang baru, lembaga legislaif yang baru. Ada yang kerja di DPR sebagai lembaga legislaif yang lama. Keduanya bergabung dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kita yang bekerja di kamar legislatif memiliki peran yang tidak kalah pentingnya bagi bangsa ini. Karena tanpa kamar legislatif yang kuat, maka kita akan menyaksikan satu bangsa yang timpang, satu bangsa yang berjalan tanpa koreksi, satu bangsa yang berjalan tanpa mendengar suara rakyat, satu bangsa yang berjalan tanpa menghargai daulat rakyat," jelas Fahri.

Di saat-saat terahir pidatonya dia menyampaikan kerja di lembaga negara adalah kerja mulia, kerja melanjutkan cita-cita bangsa. Jaya sebagai bangsa yang beradab sebagai bangsa yang memiliki wibawa di hadapan bangsa-bangsa yang lainnya. Fahri mengajak agar semua lapisan masyarakat bersikap optimis dalam bekerja menentukan arah cita-cita bangsa.(eko,mp/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat

 

  Berita Terkini
 
MKD DPR Tetap Akan Memproses Setya Novanto

Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Aparat Hukum Harus Buktikan Kasus Transfer Standard Chartered Rp19 Triliun

Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka

Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2