Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Laskar Palapa
73 th Pancasila, Laskar Palapa Gulirkan Pedoman Hidup 'Tri Falaq Tunggalistik'
2018-06-01 19:37:07
 

Ilustrasi. Ketum Laskar Palapa Pitter Resubun.(Foto: Istimewa).
 
JAKARTA, Berita HUKUM - 1 Juni 2018, 73 tahun sudah lamanya Pancasila bertahan serta tumbuh di tengah ideologi ideologi lain yang berupaya menggesernya, padahal perlu digarisbawahi Pancasila merupakan denyut nadi bangsa dan seluruh rakyat Indonesia, demikian ungkap Ketua Umum (Ketum) Laskar Patriot Pembela Pancasila (Palapa), Pitter Resubun.

Ketum Laskar Palapa menegaskan, bahwa Pancasila merupakan rel, acuan panduan, dan kemudian gerbong yang kami jalankan rodanya Ormas Laskar Palapa yang mana tujuan akhirnya ialah sesuai dengan amanah pembukaan UUD'45.

Adapun Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan tercantum pada Pembukaan UUD 1945 Alinea ke IV yang berbunyi,'Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'.

Selanjutnya, Pitter Resubun memaparkan, "Di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya selama 73 tahun, Pancasila menjadi rumah kita ber-Bhinneka Tunggal Ika," papar Pria tegap berkulit hitam kelahiran Maluku, besar di tanah Papua itu menekankan.

"Pancasila berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa pada kita, melalui perenungan, pergulatan, pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat (1/6).

Sejarah mencatat, para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaaan. Rangkaian proses besar tersebut harus selalu diingat semangatnya dan pahami rohnya, ialah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita.

"Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur," imbuhnya.

Di moment peringatan hari Lahir Pancasila di tahun 2018 semestinya harus meneguhkan semangat untuk bersatu, berbagi dan berprestasi."Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya," jelasnya.

Kemudian kedepannya Laskar Palapa, utaranya akan kerap menggulirkan pedoman hidup 'Tri Falaq Tunggallistik' yang bersifat Universal. "Tujuannya agar mampu mendukung, mempertahankan Dasar Negara Pancasila dalam memperbaiki, menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang situasinya kini sedang mengalami krisis multi dimensi," tandasnya menutup.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan

Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

 

  Berita Terkini
 
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Kompolnas Apresiasi Baharkam Polri Gunakan Pesawat CN295

Prajurit TNI-Polri Harus Dapat Meredam Isu Jelang Pemilu 2019

Program 'Satu Juta Umat Mandiri', AXA Mandiri Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

Implementasi Ilmu Forensik dalam Proses Penegakan Hukum

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2