Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
IMF
Akan Jumpa Pers, Prabowo Minta Pertemuan IMF-World Bank Ditunda
2018-10-07 07:19:47
 

Konferensi pers @prabowo soal tim ekonomi Koalisi Adil Makmur yang siap memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA. Berita HUKUM - Calon presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pernyataan sikap tentang kondisi dan agenda ekonomi terkini Indonesia melalui konferensi pers yang akan digelar hari ini, Jumat (5/10). Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo akan menyampaikan pernyataan sikap mengenai kondisi dan agenda ekonomi terkini Indonesia dalam konferensi pers tersebut.

"Insya Allah besok ada agenda menyikapi kondisi ekonomi, kemudian beberapa pertemuan IMF (international Monetery Fund)," kata Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Konferensi pers diagendakan pukul 16.00. Sebelumnya, kubu Prabowo akan menggelar diskusi internal lebih dahulu.

Pertemuan tahunan IMF-World Bank akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Acara itu akan dihadiri otoritas keuangan dari 189 negara dan pihak nonpemerintah lainnya. Anggaran biaya kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp1 triliun, dengan rincian Rp850 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sisanya dari Bank Indonesia dan instansi lain.

Koalisi Prabowo ingin menyampaikan pandangan agar pemerintah meninjau penyelenggaraan gelaran ini di tengah situasi bencana yang baru saja melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier, koalisi Prabowo ingin menyarankan agar pertemuan itu ditunda dan dananya digelontorkan untuk membantu korban bencana.

"Iya, begitu," kata Fuad sembari mengangguk, saat ditanya apakah koalisi akan menyerukan agar menunda pertemuan itu.

Menurut Fuad, penanganan bencana tsunami di Palu, Donggala, dan sekitarnya masih memerlukan anggaran besar. Mantan Menteri Keuangan ini berpendapat tak etis apabila Indonesia menggelar acara mewah di tengah kondisi bencana.

Fuad menuturkan tradisi pertemuan tahunan IMF-World Bank ini sebenarnya hal sederhana. Kubu Prabowo menilai pertemuan IMF-World Bank di Indonesia justru lebih menonjolkan promosi. Ia yakin kalangan internasional akan memahami jika acara ditunda, dan dananya dialihkan.

Menurut Fuad, penyelenggaraan acara pertemuan itu hanya tindakan memaksakan politik mercusuar. "Kok jadi politik mercusuar bangkit lagi, enggak penting lah itu," ujarnya.

Sementara, Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan anggaran Rp 830 miliar yang dikeluarkan pemerintah untuk menggelar pertemuan IMF - World Bank di Bali terlampau besar. Padahal untuk menggelar acara internasional seperti itu sudah cukup dengan anggaran 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 118 juta.

"Biasanya 10 juta dolar sudah hebat dan mewah," ujar Rizal di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat malam (5/10).

Dengan alasan itu, kata Rizal, koalisi pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tidak akan mengirimkan wakil ke pertemuan internasional yang digelar pada 8-14 Oktober 2018 tersebut. Sikap ini sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. "Sebagai sikap bahwa kami prihatin dengan apa yang ada," katanya.

Menurut Rizal, untuk perhelatan internasional itu, tugas penyelenggara hanya menyediakan venue, makanan, dan fasilitas antar-jemput. "Pemerintah bisa kan menghemat. Misalkan minta Menteri Keuangan dan bank-bank supaya klien yang paling kaya pinjemin mobil dua minggu pasti kasih," katanya.

Rizal bahkan yakin tidak ada pertemuan serupa yang digelar semewah pertemuan kali ini. "Kami pernah ikut, yang lain juga pernah ikut, biasa-biasa saja," katanya.

"Bahkan kalau makan paling disediain minuman, potato chips, snack, kagak ada tuh makan-makan. Makan ya bayar sendiri."

Rizal Ramli mengatakan, ironisnya pertemuan IMF - World Bank yang banyak memakan biaya itu digelar pada saat bangsa Indonesia dalam suasana prihatin karena bencana alam di Sulawesi Tengah. "Jadi kita ini negara yang lagi susah dan banyak bencana," ujarnya.(bup/tempo/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport

Sukseskan Pemilu Damai 2019, PB HMI: Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme

Ini Do'a Titiek Soeharto untuk Ulang Tahun Prabowo Subianto

Buruh Minta Atensi Kapolri Usut Tuntas Dugaan Keterangan Palsu Putusan Pailit CV 369 Tobacco

 

  Berita Terkini
 
Demokrat: Pemerintah Jokowi Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport

Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport

Menangkap Aspirasi Petani Sawit, Peternak Ayam, Petelur dan Daging untuk Prabowo-Sandi

Diduga Langgar Aturan Kampanye, Advokat Nusantara Laporkan LBP dan Sri Mulyani ke Bawaslu

Faktor Ekonomi Politik Jadi Pertimbangan Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2