Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Proxy Asing Peluang, Tantangan dan Harapan MEA 2015
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara membentuk sebuah kawasa

Lewis Hamilton Juara Dunia Formula I Kedua Kalinya
ABU DHABI, Berita HUKUM - "Uhuuuu! Juara Dunia! O, Tuhan, saya tak bisa mempercayainya! Terima kasih

Dahlan Rais: Jadilah Politisi dan Kembalilah ke Muhammadiyah
PADANG, Berita HUKUM - Kebanggan Muhammadiyah terhadap kadernya yang terjun di ranah politik tersamp

Kajati DKI Sebut Tiga Berkas Pidana Terkait Aksi FPI Versus Ahok dalam Tahap Kajian
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima 4 berkas perkara pidana terkait

Batan dan Kommun Berbagi Resep agar Energi Nuklir jadi Idola
JAKARTA, Berita HUKUM - Stigma masyarakat Indonesia tentang nuklir masih dianggap berbahaya dan mena

UU Ketenaganukliran Salah Satu Sebab Indonesia Krisis Radioisotop
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia dinyatakan krisis radioisotop, khususnya berjenis Molybdenum (MO 9

Bambang Soesatyo: Jokowi Tak Punya Itikad Baik, Penggalangan Hak Interpelasi Besok Digulirkan
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo menegaskan pengumpulan dukungan ta

Gerakan HMS: Solusi Bijak Penyelesaian Kasus BLBI
JAKARTA, Berita HUKUM - Konsistensi Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (Gerakan HMS) selain meray

   

  Berita Terkini >>
   
Proxy Asing Peluang, Tantangan dan Harapan MEA 2015
Lewis Hamilton Juara Dunia Formula I Kedua Kalinya
Dahlan Rais: Jadilah Politisi dan Kembalilah ke Muhammadiyah
Kajati DKI Sebut Tiga Berkas Pidana Terkait Aksi FPI Versus Ahok dalam Tahap Kajian
Batan dan Kommun Berbagi Resep agar Energi Nuklir jadi Idola
UU Ketenaganukliran Salah Satu Sebab Indonesia Krisis Radioisotop

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Proxy Asing Peluang, Tantangan dan Harapan MEA 2015
Dahlan Rais: Jadilah Politisi dan Kembalilah ke Muhammadiyah
Kajati DKI Sebut Tiga Berkas Pidana Terkait Aksi FPI Versus Ahok dalam Tahap Kajian
Batan dan Kommun Berbagi Resep agar Energi Nuklir jadi Idola
UU Ketenaganukliran Salah Satu Sebab Indonesia Krisis Radioisotop
Gerakan HMS: Solusi Bijak Penyelesaian Kasus BLBI

SPONSOR & PARTNERS



















Eksekutif    
 
Guru
Aksi Demo Guru Honorer di Istana Minta Berstatus PNS
Monday 09 Sep 2013 13:24:29
 
Aksi Demo Guru Honorer di Depan Istana.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi demo ratusan guru honorer sejawa Barat di depan Istana Negara guna menuntut segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), setelah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai pegawai honorer di dunia pendidikan Nasional.

Menurut Muchlisin, salah seorang guru honorer asal Kabupaten Bekasi yang mengaku telah 13 tahun mengabdi sebagai pegawai honorer mengatakan, "pemerintah dalam hal ini, seharusnya, memprioritaskan semua tenaga guru honorer, yang selama ini telah mengabdikan kemampuan untuk dunia pendidikan nasional," ujar Muhclisin, Senin (9/9).

"Anggaran yang dimiliki negara, mampu untuk mengangkat kami, ratusan ribu guru honorer yang hingga saat ini masih tekatung-katung nasibnya, jangan mengangkat PNS dari titipan dan keluarga para pejabat," teriak Muchlis.

Dalam aksi kali ini, para guru membawa spanduk yang bertuliskan. "Angkat tenaga honorer dan tolak penghapusan tenaga honorer".

Sementara itu, dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di depan pagar Istana Merdeka, terlihat, terparkir 2 unit water cannon juga rangkaian kawat berduri.

Di tambah ratusan aparat gabungan dari unsur Brimob dan Kepolisian wilayah DKI Jakarta bersiaga, mengantisipasi aksi demo hari ini yang mewarnai ibu kota.(bhc/put)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Guru

Guru Bimba Minggat, Digegerkan Bunting Diluar Nikah
Guru Bimba AIUEO Pukul Murid, Orangtua Resah
Mutasi Kepsek Diduga Bermasalah Dilaporkan ke PTUN
Kemdikbud Akan Tempuh Jalur Hukum Jika Pemda Tidak Salurkan Tunjangan Guru
Pemerintah Segera Bayar Kekurangan Tunjangan Guru 2010-2013 Rp 4 Triliun
Tunjangan Guru Triwulan I/2014 Dibayar Akhir Maret Ini
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com