Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Amien Rais
Amien Rais Disebut 'Politikus Comberan', PAN Kesal dan Angkat Bicara
2018-04-17 07:56:33
 

Ilustrasi. Amien Rais dan Inas Nasrullah.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Ali Taher Parasong kesal dengan pernyataan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah yang menyebut Amien Rais sebagai politikus comberan.

Hal itu disampaikan Inas menanggapi tausiyah yang disampaikan Amien Rais di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 13 April 2018 lalu yang menyinggung adanya partai setan versus partai Allah.

"Saya kira itu berlebihan, beliau tokoh reformasi lho, saat semuanya diam beliau yang berani melawan rezim saat itu, tapi sekarang zaman demokrasi beliau dapat ancaman kanan kiri. Yang ngomong comberan itu yang tidak mengerti," ucap Ali Taher dengan nada kesal di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Ali Taher yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa partai setan versus partai Allah diungkapkan Amien Rais bukan tanpa dasar.

Menurutnya Amien Rais mengungkapkan hal itu sebagai akademisi, tokoh reformasi, dan sebagai mubaligh (orang yang menyiarkan agama Islam).

"Beliau (Amien Rais) mengatakan itu dalam perspektif jangan sampai ada yang berperilaku seperti itu. Pak Inas tidak mengerti itu," ucapnya lagi dengan nada kesal.

Sebelumnya Inas menanggapi tausiyah yang disampaikan Amien Rais.

Inas mengatakan ucapan Amien Rais soal partai setan versus partai Allah tidak ada kaitannya dengan demokrasi dan menyebut ucapan Amien Rais sebagai tingkah laku politikus comberan yang "seenak udel"-nya saja.

Inas meminta Amien Rais untuk segera pensiun dari dunia politik karena menilai ucapan yang terlontar dari mantan Ketua Umum PAN itu sering membuat gaduh kondisi politik dalam negeri.

Sementara hal senada, menanggapi hal ini, Partai Amanat Nasional (PAN) tidak terima, ketua dewan pembinanya, Amien Rais disebut sebagai politikus comberan. Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan mengatakan, Hanura tidak mengerti konteks ucapan yang dimaksud oleh Amien Rais. Karena Amien berbicara mengenai apa yang ada di dalam surat Al-Mujadilah ayat 19 sampai 22. Di ayat itu menerangkan adanya dua golongan manusia yaitu golongan setan.

"Kalau masalah comberan atau tidak hanya Allah yang tahu. Ini mungkin Hanura kurang paham dalam konteks apa arti yang dimaksud dalam Alquran," ujar Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/4).

PAN juga siap melawan Partai Hanura dengan ucapan Amien Rais ini. Pasalnya, yang disampaikan oleh mantan Ketua MPR ini adalah bagian dari ceramah kegamaan. Berbeda dengan orang lain yang melakukan penistaan agama. Misalnya seperti kasus politikus Partai Nasdem Viktor Laiskodat yang sampai saat ini kasusnya belum juga jelas.

"Jadi PAN juga punya peluru juga, kalau mau bermain politik mau perang-perangan ya ayo. Ini kan konteksnya ceramah. Pahami ya," katanya.

"Jadi kalau mau mancing-mancing mau marah. Kami juga bisa marah juga. Tapi kalau kemudian ada tersinggung mengatakan ini politik comberan, itu nggak paham. Ayo bertempur di 2019," tambahnya.

Menurut Taufik, apa yang disampaikan oleh Amien Rais adalah ceramah keagamaan yang merujuk pada surat Al-Mujadilah ayat 19 sampai 22. Sehingga itu tidak berbicara politik sama sekali.

"Ceramah itu tidak bisa dilarang. Kalau dibatasi saya yang pertama kali menolak," pungkasnya.

Sekadar informasi, Amien Rais menyebut adanya partai Allah dan partai setan dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Amien, orang-orang yang anti-Tuhan akan otomatis bergabung dalam partai besar, yang disebutnya sebagai partai setan. Sedangkan orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar yang namanya hizbullah, partai Allah.(jawapos/tribunnews/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum

Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu

Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA

 

  Berita Terkini
 
Irjen Idam Azis Memimpin Serijab 6 Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Metro Jaya

Ketua DPR Minta Semua Ormas Aktif Jaga Stabilitas Politik

3 Milisi AS Dinyatakan Bersalah Berencana Ngebom Masjid di Amerika

Polda Metro Jaya Gelar Hasil Razia Miras Oplosan di 147 TKP

PSI Urutan Teratas Partai yang tak Akan Dipilih

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2