Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
KPK
Anas Penuhi Panggil Komite Etik KPK
Tuesday 16 Aug 2011 16:00:31
 

Anas Urbaningrum saat tiba di gedung KPK (BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA-Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas yang mengenakan jas hitam berdasi merah itu, tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/8) pukul 14.00 WIB.

Ia hadir tidak sendiri. Beberapa kader partai tersebut, seperti Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman, Ketua DPP Bidang Hukum Partai Demokrat Denny Kailimang dan Sekretaris Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika dan Nasrul Jabar ikut mendampinginya.

Namun, Anas enggan menjelaskan permintaan keterangan ini terkait apa yang akan dibicarakannya. Menurut politisi Partai Demokrat tersebut hal tersebut tergantung pemeriksaan yang akan dilakukannya. “Saya hadir memenuhi panggilan komite etik,” kata Anas singkat.

Sedangkan Benny K. Harman mengatakan, meski kemarin baru saja menghadiri pemeriksaan Komite Etik, drinya merasa berkepentingannya untuk menemani Anas. “Mereka (Komite Etik KPK-red) yang butuh, bukan kami yang butuh. Saya datang hanya untuk mengantar (Anas),” ujar Benny.

Pemeriksaan Anas ini, terkait denga tudingan Nazaruddin yang menyatakan bahwa Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan Ade Raharja mengadakan pertemuan dengan Anas. Hal ini terkait kesepakatan di antara mereka, agar pengusutan kasus dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games hanya berhenti pada Nazaruddin.

Sebelumnya, Komite Etik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap dua politisi Demokrat, Saan Mustofa dan Benny K Harman. Pemeriksaan mereka ini terkait dengan tudingan serupa yang disampaikan Nazaruddin. Dalam sebuah kesempatan, Benny dan Saan ikut menemani Anas serta Nazaruddin bertemu dengan Chandra dan Ade. (mic/spr)



 

 
   Berita Terkait > KPK
 
  Bambang Widjojanto Anggap 5 Poin Petisi Pegawai KPK Itu Mengerikan
  KPK Raih Penghargaan Lembaga Terpopuler di Media
  KPK: Dokumen Stranas Resmi ke Istana
  Kelola Dana Rp370 Triliun, KPK - BPJS Ketenagakerjaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman
  Tingkatkan Soliditas lewat Good Morning KPK
 
ads

  Berita Utama
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci

Cegah Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiyah Kebangsaan

DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres

Sebut Ada Kecurangan Massif, Fahri Hamzah: Kita Harus Serius dan Bersatu

 

  Berita Terkini
 
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci

Andi Arief Sarankan Prabowo Bentuk Komisi Pencari Fakta Kecurangan Pemilu 2019

Pasca Pemilu, Camat Maje Himbau Jaga Persatuan

Cegah Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiyah Kebangsaan

DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2