Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Samarinda
Anggota DPRD Sutomo Jabir Siap Memperjuangkan Kutai Timur, Berau dan Bontang Kembangkan Potensi Pariwisata
2019-09-12 20:34:32
 

Sutomo Jabir bersama istri dan anak setelah acara pelantikan Anggota DPRD Kaltim.(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Sutomo Jabir (38) sebagai warga Jalan Juanda 8 Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yang juga sebagai Direktur Utama PT. Batara Guru Group nampak diantara 55 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim yang dilantik periode 2018 - 2024 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim, dalam Rapat Paripurna di ruang sidang utama DPRD Kaltim Selasa (2/9).

Sutomo dari Paratai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada pemilihan anggota legislatif 17 April lalu berhasil menang dan meraih 4.785 suara Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang menjadikan dirinya mewakili Kabupaten Kutim dan Berau di Karang Paci, sebutan untuk DPRD Kaltim.

"Kami dilantik menjadi Anggora DPRD Kaltim adalah kepercayaan dari masyarakat Kutim dan Betau dan Bontang yang telah memilih. Sejak saat ini kami semua wajib melaksanakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kaltim, menyuarakan kepentingan masyarakat Kaltim dan andil besar membangun Kaltim lebih maju lagi, terlebih dalam menyongsong persiapan Kaltim menjadi ibukota negara," ungkap Sutomo Jabir, yang menyelesaikan Studi S1 Unhas Makassar tahun 2004 dan Studi S2 Univ Brawijaya Malang tahun 2012 dan Profesi Insinyir pada Univ Muslim Indonesia Makassar tahun 2018.

Sebagai wakil rakyat yang baru dilantik juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Bontang, Kutim dan Berau yang telah memilih dan memberikan kepercayaan kepadanya sampai dilantik menjadi anggota DPRD Kaltim.

Dikatakan Sutomo Jabir bahwa sebagai wakil rakyat dirinya berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan kebutuhan-kebutuhan atau kepentingan masyarakat yang diwakilinya terutama tentang Kutai Timur dan Berau, disana dilihat daerah potensial dan kaya akan pariwisata, selain tambang batubara juga perkebunan yang sangat luas namun masyarakatnya masih banyak yang masih minim fasilitas-fasilitas, seperti fasilitas sekolah kemudian aktivitas antar daerah, kemudian listrik dan sebagainya, terang Jabir pada, Jumat (6/9) lalu.

Hal yang demikian menurut Sutomo Jabir yang lolong di DPRD Kaltim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bahwa dari potensi yang ada baik di Kutim dan Berau kelihatan sangat kontradiksi dengan keadaan yang di gadang-gadang bahwa daerah yang sangat potensial banyak sumber daya alam banyak, sumber potensi alam juga kaya dengan perkebunan, namun fasiliras yang ada kurang memadai. Apakah memang dari provinsi ini perhatian ke sana yang kurang ataukah kontribusi dari pemerintah daerah kabupaten/kota yang tidak sinkron dengan kebijakan provinsi, jelas Sutomo Jabir.

"Apapun alasannya intinya masyarakat yang ada di desa tersebut khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya harus betul-betul memberikan kontribusi, dimana banyak daerah-daerah tambang, daerah-daerah perusahaan sawit juga perusahaan lain yang sejauh mana dana CSR mereka diberi kepada masyarakat yang ada di sekitarnya minimal didalam konsesi tambang dan lainnya," ujar Sutomo.

Sebagai wakil rakyat kedepannya sudah mempunyai program yang salah satunya pengembangan pariwaisata baik di daerah Kutai Timur maupun Berau itu sendiri, pengembangan beberapa sektor ekonomi misalnya di daerah pesisir dari posisi itu harus dipacu bagaimana bisa menjadi daerah wisata untuk meningkatkan PAD maupun kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar, terang Sutomo.

Menanggapi penetapan oleh Pemerintah atas rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia di Kalimantan Timur (Kaltim) Sutomo Jabir mengharapannya peran serta masyarakat dan pemerintah, dalam hal ini legislatif maupun eksekutif.

Peran masyarakat dalam semua aspek pekerjaan dari masyarakat sendiri dilibatkan untuk mencegah efek sosial, karena diakuinya bahwa tentu membutuhkan banyak pekerja juga dari luar daerah untuk membangun ibu kota baru, namun jangan mendiskreditkan orang-orang lokal jangan sampai keberadaannya justru membuat terpinggirkan, harap Sutomo.(bh/gaj0



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'

Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto

 

  Berita Terkini
 
Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi

KKRG akan Masuk Wilayah Sulut dan Sulteng pada Tahun 2021

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Sekolah Kader, Program Administrasi Negara Bagi Para ASN untuk Percepatan Karir

Rapat Paripurna ke-4 DPRD Kaltim Sahkan Alat Kelengkapan Dewan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2