Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kasus Allianz Life
Asuransi Alliaz Life Menduga 4 Nasabah dan 1 Pengacara Jadi Tersangka karena Motif Ekonomi
2018-03-21 17:43:06
 

Eko Sapta Putra kuasa hukum PT Asuransi Alliaz Life saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (21/3).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pihak PT Asuransi Alliaz Life (AAL) menduga aksi kejahatan yang dilakukan empat nasabah AA, BW, MW dan DI serta seorang oknum pengacara berinisial AL bermotif ekonomi.

"Kami mencurigai 4 nasabah tersebut, atas klaim kesehatan. Kemudian kami melakukan penelusuran untuk membantu kepolisian. Ternyata memang betul, kami menemukan KTP palsu, di mana di Kantor Dukcapil Ciganjur tidak ditemukan identitas seperti KTP nasabah berinisial DI, tetapi atas nama Ujang," ujar Eko Sapta Putra kuasa hukum AAL di Jakarta, Rabu (21/3).

Hal ini terkait laporan pasa I7 Oktober 20l7, PT AAL melalui kuasa hukumnya Eko Sapta Putra terhadap 4 nasabah yang diduga telah menggunakan identitas palsu . Mereka mengajukan Surat Permohonan Asuransi Jiwa dan mengajukan klaim kepada PT AAL sesuai LP/5034/X/20l7/PMJ/Ditreskrimum.

Selanjutnya berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SPZHP) tertanggal 26 Februari 2018 yang ditujukan kepada Eko selaku Pelapor, diketahui bahwa Polda Metro Jaya telah memulai penyidikan dan telah menetapkan 5 orang tersangka.

Dalam perkembangannya, empat nasabah yaitu AA, BW, MW dan DI masuk dalam Daftar Pencarian Orang sejak tanggal I3 Maret 2018.

"Kami memiliki dugaan yang sangat kuat bahwa penggunaan identitas palsu ini adalah sebuah modus kejahatan asuransi yang melibatkan banyak orang, tidak hanya para terlapor saja. Selain itu, kami menduga bahwa korban kejahatan tersebut tidak hanya PT AAI tetapi juga perusahaan asuransi lainnya," ucapnya.

Pihak AAL menghimbau agar perusahaan asuransi lainnya yang mengalami hal yang sama, untuk dapat mengambil langkah hukum seperti yang telah dilakukan oleh PT AAL guna membasmi kejahataan asuransi, sehingga membuat industri asuransi di Indonesia semakin sehat dan sekaligus memberikan proteksi terbaik bagi para tertanggung dan nasabah kita semua.

Eko mengapresiasi kepada pihak Kepolisian yang bekerja dengan cepat, meski kami sadar mengungkap kasus seperti ini sangat sulit. Tapi penyidik dapat melakukannya dan mengungkapnya dengan cepat.

"Kami dari PT Allianz Life Indonesia sangat mengapresiasi kinerja polisi," tutup Eko.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang

Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M

BPN Menang 2 Gugatan di Bawaslu: Bukti Konstitusional, Bukan Makar

 

  Berita Terkini
 
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur

Emak Emak Militan

Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat 22 Mei, Ini Pesan Muhammadiyah DKI Jakarta

Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2