Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Buruh Migran
BP2MI: Pekerja Migran Dibekali Surat Khusus Atas Nama Pemerintah Indonesia
2020-11-09 21:00:22
 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat menunjukkan surat khusus untuk pekerja migran Indonesia kepada media.(Foto: BH /amp)
 
DEPOK, Berita HUKUM - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya membekali surat khusus atas nama pemerintah Indonesia kepada seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat kerja ke negara penempatan.

"Saya sudah membuat surat khusus yang saya tandatangani langsung. Berapa puluh ribu PMI yang akan berangkat ke luar negeri, saya mengikhlaskan tanda tangan saya, tangan saya untuk bekerja menandatangani surat dalam model seperti ini," kata Benny sambil menunjukkan bentuk surat khusus dihadapan 300 calon PMI pada saat memberikan sambutannya dalam acara pembukaan kegiatan kick off Migran Day dengan tema besar "Mewujudkan PMI yang Merdeka dan Keluarga Sejahtera melalui Edukasi Keuangan dan Tabungan Emas" di Graha Insan Cita, Depok, Senin (9/11).

"Nanti ibu-ibu dan bapak-bapak akan dibekali dengan surat ini. Surat ini Republik of Indonesia, resmi atas nama pemerintah Indonesia yang ditandatangani oleh Kepala BP2MI, dengan empat bahasa, bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Cina," ujar Benny.

Benny mengungkapkan, isi surat tersebut bertuliskan, "Atas nama pemerintah Indonesia, saya menitipkan warga negara kami yang baik untuk bekerja di negara anda, mohon untuk dilindungi dan dipenuhi hak-haknya sesuai perjanjian kerja dari peraturan perundangan-undangan di negara kalian."

Menurut Benny, surat itu sebagai bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia mendapatkan perlindungan sesuai aturan perjanjian kerja yang disepakati bersama.

"Kita ingin mengetuk hati mereka bahwa seandainya saja mereka sudah memenuhi seluruh kompetensi yang dibutuhkan oleh mereka, kita serahkan, kita titipkan, dan (kemudian) kewajiban mereka untuk memberikan perlindungan dan memenuhi semua haknya," beber Benny.

"Kita tidak ingin lagi hal peristiwa-peristiwa, tindakan tidak menyenangkan dari siapapun yang dialami para pekerja migran Indonesia," tandasnya.

Selain membekali PMI dengan surat khusus, Benny juga menyampaikan PMI harus memiliki perencanaan dan manajemen keuangan yang baik dengan memanfaatkan hasil bekerja selama di luar negeri.

"Betapa pentingnya pahlawan devisa, oleh karenanya gunakan kesempatan bekerja di luar negeri dengan sebaik-baiknya," tukas Benny.

Ia mengatakan, para PMI harus memiliki mimpi di depan untuk meraih sukses. Mimpi ini harus dibangun dari awal dengan cara mengelola keuangan dan tidak berhutang pada saat bekerja. PMI harus bisa memilih investasi yang mudah, misalnya dengan memulai investasi melalui hobinya.

"Dengan edukasi literasi keuangan ini, PMI bisa belajar efektif. Kita kejar mimpi dengan bekerja di luar negeri dan setelah pulang langsung bisa memanfaatkan hasil kerja tersebut. PMI juga sedapat mungkin tidak boleh konsumtif, gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik mungkin," jelas Benny.

Lanjut Benny menambahkan, devisa yang dihasilkan PMI juga sangat besar yaitu 159.6 Triliun pertahun.

"Ini adalah jumlah devisa yang sangat besar. Oleh karena Itu, kegiatan edukasi keuangan dan tabungan emas merupakan program yang bagus, mengingat setiap tahunannya tercatat remitansi dari PMI terus meningkat," tambahnya.

"Saya ingin para calon PMI bekerja yang bagus, sehingga sesudah pulang bisa sukses dan mengembangkan usaha. Uang yang diterima harus dikelola dengan tangan sendiri, sehingga menjadi PMI cukup sekali saja. Pulang langsung menjadi juragan," pungkasnya.

Acara itu juga diikuti secara virtual oleh 1000 CPMI dari berbagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan PT. Pegadaian (Persero) sebagai pihak yang turut mendukung acara tersebut.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Buruh Migran
 
  BP2MI Bergerak: Lindungi Pekerja Migran Indonesia dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki
  BP2MI Gandeng Damri untuk Fasilitasi Pemberangkatan dan Pemulangan PMI
  BP2MI: Pekerja Migran Dibekali Surat Khusus Atas Nama Pemerintah Indonesia
  Kepala BP2MI Sidak Pelaksanaan Tes Calon PMI ke Korea Selatan, Ditemukan Pungutan Overcharging
  Kesaksian Pekerja Migran: Pekerjaan Acapkali Tak Sesuai Kontrak Kerja
 
ads1

  Berita Utama
Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Pimpinan DPR Minta Pengawasan Ketat Bandara

Cetak Sejarah, Akhirnya Kyai Said Aqil PBNU Dapat Jatah Komisaris BUMN

Pembukaan Investasi Miras Ancam Kehidupan Rumah Tangga Keluarga Indonesia

HNW: Masyarakat Menolak Penghapusan Santunan Korban Covid-19

 

ads2

  Berita Terkini
 
Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Pimpinan DPR Minta Pengawasan Ketat Bandara

Mutasi Corona B117 Ditemukan, Anggota DPR Desak Pemerintah Segera Tanggap

Bareskrim Polri Hentikan Penyidikan Kasus 6 Laskar FPI

Begini Keterangan Ali Said Setelah Dikeluarkan dari Perusahaan Tanpa RUPS

Cukai Tembakau Naik, DPR Dorong Insentif Bagi Industri HPTL

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2