Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jakarta
Bangun Jakarta Tanpa Gusur, Anies Baswedan Akan Belajar dari Seoul
2017-05-31 05:33:00
 

Ilustrasi. Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan.(Foto: BH /din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan mengaku akan belajar dari Wali Kota Seoul Park Won-Soon untuk membangun Jakarta tanpa menggusur. Ia menjelaskan Won-Soon berhasil membangun kota Seoul tanpa menggusur.

"Kami melihat pengalaman Wali Kota Seoul yang seorang aktivis dia bahkan menerima Award Magsaysay. Beliau adalah aktivis sosial dan beliau orang yang percaya dengan zero eviction, nol penggusuran dan dibuktikan di Seoul," kata Anies di salah satu hotel kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/5).

Anies mengatakan Won-Soon mengikuti kampanye Pilkada DKI 2017. Dari situ, Won-Soon merasa bisa memberikan pengalamannya kepada Anies untuk membangun Jakarta.

Berdasarkan pertemuan itu, Won-Soon menceritakan pengalaman membangun tanpa penggusuran. Waki Kota Seoul itu juga membangun rumah cukup banyak dalam waktu enam tahun.

"Sesuatu yang selama kampanye sering saya sampaikan bahwa Jakarta bukan satu-satunya yang punya masalah perumahan warga miskin. Karena itu di tempat-tempat lain sudah ada terobosan-terobosan dan kami kemarin kan juga kampanyekan belajar dari banyak tempat," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan Jakarta dan Seoul merupakan sister city. Sayangnya, kerja sama antar kota itu seperti tertidur lantaran jarang ada kegiatan. Ia ingin kembali membangun kerja sama antara kedua kota tersebut.

"Tadi belum sampai bidang (tertentu untuk kerja sama). Tapi tadi sampai dengan kesepakatan bahwa kita akan membangunkan kesepakatan sister city yang tidak tidur," kata Anies.

Anies menjelaskan banyak sektor kerjasama yang bisa dijalankan bila sudah sister city. Ia mencontohkan dengan pertukaran guru antara Indonesia dengan Korea saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Saat itu kami ingin mengirimkan guru-guru Indonesia kesana untuk belajar. Bukan untuk program teknik, tapi untuk ikut mengajar di sekolah mengalami pengalaman di sekolah. Tadi juga kita bicarakan, kita akan kirimkan dan juga nanti dari sana akan bisa datang kesini," kata Anies.(end/cnnindonesia/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Jakarta
 
  Tim Sinkronisasi: Anggaran 168 Program Anies-Sandi Lebih dari Rp 1 Triliun
  Team Alpha Pus Mengamankan FR alias C Pemilik Senpi Revolver
  Bangun Jakarta Tanpa Gusur, Anies Baswedan Akan Belajar dari Seoul
  Empat AS Jadi Kunci Sandiaga Uno untuk Bangun Jakarta
  RPTRA dan RTH Kalijodo Menjadi Ruang Bermain Anak dan Keluarga
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2