Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
2019-06-12 00:15:40
 

Konferensi pers Dittipid Narkoba Bareskrim Polri terkait hasil penangkapan 6 warga negara Malaysia yang membawa 37 Kg Narkoba Jenis Sabu.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 37 kilogram narkoba jenis sabu dari Malaysia. Aksi penyelundupan sabu tersebut dilakukan oleh 6 orang warga negara Malaysia dengan menggunakan yacht (kapal pesiar ukuran kecil).

"Kami menangkap 4 orang warga negara Malaysia, masing-masing ada yang berperan sebagai nakhoda, ada yang berperan mengamankan dan memindahkan (sabu)," kata Wadir IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Siregar dalam konferensi pers, di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6).

"Di atas kapal tersebut ditemukan 37 kg sabu yang dikemas dalam dapra kapal," lanjut Krisno.

Adapun kronologis penangkapan itu dilakukan pada Selasa (5/6), di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Kapal pesiar ukuran kecil yang digunakan para pelaku tersebut berangkat dari pelabuhan di Johor, Malaysia (5/6).

"Nama kapalnya carron layner. Harganya 2,5 juta ringgit atau 7 miliar. Ini buatan Prancis tahun 2003, kecepatan bisa 30 knot," ujar Krisno.

Dalam penyelundupan itu, para tersangka memindahkan kemasan sabu dari dalam dapra ke 2 koper. Barang haram itu lalu disiapkan untuk dibawa ke luar area pelabuhan.

Selain menangkap 4 orang yang berada di kapal, polisi juga menangkap 2 tersangka lain yang berperan sebagai pengendali dan penjemput. Keenam tersangka berinisial MIF, IKZ, SHN, SLH, RHM, dan MHS.

Selain mengamankan enam tersangka, pihak polisi juga menyita barang bukti sabu-sabu dan kapal yang digunakan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.(abw/bh/amp)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'

Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat

Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

 

  Berita Terkini
 
Presiden Minta Masyarakat Papua untuk Memaafkan, Gubernur Papua Sebut Jokowi Tidak Tegas

Organisasi Kepemudaan Desak Pengusutan Tuntas Soal Rasial terhadap Mahasiswa Papua

KontraS: Seharusnya Presiden Minta Maaf Bukan Ajak Warga Papua Saling Memaafkan

Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya

Legislator Dorong BPK Bersifat Independen

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2