Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
UU ITE
Bareskrim Polri Tangkap Warga Tangsel Lantaran Hina Presiden Jokowi di Facebook
2017-12-07 08:38:20
 

Ilustrasi. Salah satu gambar postingan yang telah di edit crop redaksi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bareskrim Polri menangkap seorang pria bernama Cahyo Gumilar diciduk polisi gara-gara menghina Presiden Jokowi di akun media sosial Facebook, Minggu (3/12/2017). Dalam akun dengan nama Cahyo Gumilar, pria berusia 40 tahun itu memposting beberapa foto editan Presiden Jokowi.

Postingannya juga berisi tentang pengancaman dan menakut-nakuti, mengandung konten SARA, serta penghinaan terhadap lembaga negara.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap pemilik akun tersebut atas nama Cahyo Gumilar," kata Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurut Irjen Antam, dari hasil interograsi sementara, Cahyo Gumilar mengakui seluruh perbuatannya. Adapun motivasi pelaku, kata Antam, Cahyo mengunggah konten ujaran kebencian sebagai panggilan jiwa.

"Karena menurutnya, hukum pada saat ini berat sebelah, serta Pemerintah telah melakukan kriminalisasi terhadap para ulama," ujarnya.

Irjen Antam menjelaskan, polisi telah menggeledah rumah Cahyo di Perumahan Pamulang 2 Jalan Benda XI Blok C. 21 RT 5 RW 13 Kecamatan Pamulang, Kota Tanggerang Selatan (Tangsel). Sejumlah barang bukti disita yakni 1 buah ponsel merek Vivo, 1 buah laptop merk Toshiba, 1 buah hardisk merek Toshiba, 1 buah handycam merek Sony, dan 1 buah kamera digital merek Samsung.

Selain itu, polisi juga menyita 1 buah pedang, 1 buah bendera tauhid warna hitam, 1 buah bendera negara Palestina, 3 buah bendera LPI (Sayap Juang FPI), 1 buah rompi hitam bergambar bendera Palestina, serta KTP dan beberapa identitas lainnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 45B juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan atau 207 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

"Selanjutnya akan dilakukan berita acara pemeriksaan secara mendalam serta koordinasi dengan saksi ahli untuk dapat atau tidaknya pelaku dilakukan penahanan," tuturnya.(tribratanews/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > UU ITE
 
  Jack Boyd dan Tim Pengacaranya Tetap Kawal Kasus terhadap Ahmad Dhani
  Bareskrim Polri Tangkap Warga Tangsel Lantaran Hina Presiden Jokowi di Facebook
  Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda
  Lecehkan Profesi Wartawan, MW Warga Samarinda di Polisikan
  Istri Tersangka Aris Pengelola nikahsirri.com Ajukan Penangguhan Penahanan
 
ads

  Berita Utama
Deklarasi Kaukus Pembela HRS dengan 3 Tuntutan Umat (Trituma)

Hasil Survey Elektabilitas Terus Turun, Jokowi Perlu Tebar Pesona

PDIP Usung Jokowi, Peta Kekuatan Sementara Jokowi Vs Prabowo untuk Pilpres 2019

Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP

 

  Berita Terkini
 
DPR Apresiasi Pembatalan Penunjukan Polri Sebagai Pj. Gubernur

Deklarasi Kaukus Pembela HRS dengan 3 Tuntutan Umat (Trituma)

Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Khusus Kasus Habib Rizieq Shihab

Hasil Survey Elektabilitas Terus Turun, Jokowi Perlu Tebar Pesona

Bhayangkara FC Melaunching Jersey Baru dan Nama 26 Pemain

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2