Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Reuni Akbar 212
Bila Reuni Akbar 212 Mendukung Capres Tertentu, Itu Tak Melanggar Hukum
2018-12-01 19:45:09
 

Ali Lubis, SH, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ali Lubis, SH, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menyampaikan bahwa kegiatan tahunan pada tanggal 2 Desember Tahun 2018 yang populer dikenal dengan sebutan Reuni Akbar 212, yang akan diselenggarakan padai besok subuh, Minggu (2/12) berlokasi di Monumen Nasional (Monas) Jakarta merupakan kegiatan yang sah dan legal secara hukum, demikian ungkap Ali Lubis.

Walaupun banyak pihak baik dari beberapa oknum-oknum yang tidak senang/suka terkait kegiatan Reuni Akbar 212 tersebut diharapkan tetap menghormatinya. "Karena itu salah satu bentuk pengamalan Pancasila khususnya sila ke-1 yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan UUD 1945 Pasal 28, Pasal 28E ayat 1,2,3 Dan Pasal 29 ayat 1 dan 2," jelas Ali Lubis, Sabtu (1/12).

Adapun berdasarkan Rundown Acara yang mana seluruh kegiatan tersebut diisi dengan kegiatan keagamaan khususnya agama Islam yaitu :

1. Sholat Tahajjud berjamaah.
2. Sholat Subuh berjamaah.
3. Zikir, doa dan istigosah bersama untuk negeri.
4. Pembacaan Shalawat Nabi Muhammad SAW Dan Ceramah Agama oleh para Habaib, Kyai dan Ustad.

Lebih jauh, Utara Ali Lubis, SH menambahkan bahwa, "artinya siapapun dia baik itu pejabat negara, anggota DPR, DPRD, Orang berpangkat dan rakyat khususnya yang beragama Islam tidak ada larangan untuk menghadiri acara Reuni Akbar 212 tersebut, termasuk pasangan Capres-Cawapres dan para Caleg-Caleg sepanjang didalam acara tersebut tidak ada kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan Capres-Cawapres yaitu berupa Menawarkan Program, Visi, Misi dan atau Citra diri," ujarnya.

Selanjutnya, bagi para peserta Reuni Akbar 212 di dalam menggunakan haknya yang di atur didalam konstitusi lalu menyatakan dukungan dan siap memenangkan pasangan Capres-Cawapres tertentu itu sah-sah saja dan bukan sesuatu yang melawan Hukum atau melanggar Hukum.

"Karena ini acara Reuni tentunya Panitia Acara mempunyai hak untuk mengundang siapa saja untuk dapat hadir didalam acara tersebut termasuk Capres-Cawapres yang mereka dukung dan saudara2 setanah air lainnya yang beragama lain diluar agama islam," paparnya menjelaskan.

Lalu kemudian, kemukanya yang terakhir mengucapkan selamat dan sukses atas acara Reuni Akbar 212. "Semoga berjalan lancar dan damai sampai selesai acara dengan tetap mematuhi norma-norma hukum yang berlaku," pungkasnya singkat.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Reuni Akbar 212
 
  Hadir Reuni 212, Cucu Hasyim Asy'ari: Tak Terasa Air Mata Saya Menetes
  Putri Cantik Habib Rizieq Shihab Hadir di Reuni Akbar 212
  Melalui Live Streaming, Ini Pidato Lengkap Habib Rizieq di Reuni Akbar 212
  Mereka Memfitnah Persatuan Umat
  Reuni Akbar Alumni 212 di Monas Berjalan dengan Damai dan Tertib
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang

Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M

BPN Menang 2 Gugatan di Bawaslu: Bukti Konstitusional, Bukan Makar

 

  Berita Terkini
 
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur

Emak Emak Militan

Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat 22 Mei, Ini Pesan Muhammadiyah DKI Jakarta

Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2