Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Inggris
Brexit: PM Inggris Theresa May akan Mundur karena Tak Mampu Bawa Inggris Keluar dari Uni Eropa
2019-05-24 21:36:20
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan ia akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif pada tanggal 7 Juni, tetapi akan tetap menduduki kursi perdana menteri sampai penggantinya ditetapkan.

Di Inggris, ketua partai yang berkuasa secara otomatis menjadi perdana menteri. Proses pemilihan ketua Partai Konservatif dijadwalkan akan dilakukan seminggu setelah pengunduran diri May.

Langkah ini ditempuh menyusul paket usulannya untuk mewujudkan hasil referendum bahwa Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit ditolak tiga kali di parlemen. Sejumlah anggota parlemen dari partainya telah mengundurkan diri, termasuk yang terbaru Andrea Leadsom yang mundur dari jabatannya sebagai ketua Majelis Rendah Parlemen Inggris.

Dalam pidato yang penuh emosi di Downing Street pada Jumat (24/05), Theresa May mengatakan ia "telah melakukan yang tebaik" untuk melaksanakan hasil referendum tahun 2016 yang memutuskan Inggris keluar dari organisasi Uni Eropa.

PM perempuan kedua

Lebih lanjut ia mengatakan "sangat disesalkan" ia tidak mampu mewujudkan Brexit. Namun pemilihan perdana menteri baru merupakan langkah terbaik bagi Inggris.

Ketika berpidato, suara May tersedak menahan tangis sambil mengatakan ia merasa beruntung dapat mengabdi kepada negara yang ia cintai.

Theresa MayHak atas fotoREUTERS
Image captionTheresa May kembali masuk ke 10 Downing Street setelah menyampaikan pidato pengunduran dirinya.


Pada akhir pidatonya, suara Theresa May bergetar, "Sebentar lagi saya akan meninggalkan pekerjaan saya yang merupakan kehormatan dalam hidup saya."

"Perdana menteri perempuan kedua, tetapi tentu saja bukan yang terakhir."

Sebelum May, Inggris memiliki perdana menteri perempuan, Margaret Thatcher, juga berasal dari Konservatif.

Theresa May menjadi perdana menteri Inggris tahun 2016, menggantikan David Cameron. Ia menduduki jabatan itu tanpa melalui pemilihan umum tetapi dengan cara melenggusur David Cameron sebagai pemimpin Konservatif.

Keputusannya untuk menggelar pemilu yang dipercepat tahun 2017 justru memberikan pukulan, sebab kursi parlemen yang diduduki Konservatif berkurang dibanding jumlah hasil pemilu sebelumnya.

Sebelum menjadi perdana menteri, May menjabat sebagai menteri dalam negara selama enam tahun.

Calon pengganti

Sejumlah anggota parlemen dari Konservatif telah mengungkapkan keinginan untuk merebutkan pos tertinggi di partai berkuasa yang kemudian akan menjadi perdana menteri baru Inggris. Mereka akan dipilih dalam kontes internal partai.

Boris JohnsonHak atas fotoLUKE DRAY/GETTY IMAGES
Image captionBoris Johnson mundur sebagai menteri luar negeri karena tidak setuju dengan cara penanganan Brexit yang ditempuh Theresa May.

Sosok yang difavoritkan adalah mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson. Ia merupakan salah satu figur yang bersikeras membawa Inggris keluar dari Uni Eropa, bahkan sekalipun keluar tanpa kesepakatan. Ia memainkan peran penting dalam kampanye referendum tahun 2016.

Calon-calon lain terdiri dari anggota parlemen pro-Brexit garis keras, tetapi juga mereka yang memiliki hubungan dekat dengan Uni Eropa.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Inggris
 
  Boris Johnson Menjadi PM Inggris dengan Dukungan Suara Kurang dari 0,34% Pemilih
  Theresa May Mundur: Bagaimana Inggris Memilih Perdana Menteri Baru?
  Brexit: PM Inggris Theresa May akan Mundur karena Tak Mampu Bawa Inggris Keluar dari Uni Eropa
  Pangeran Philip: Suami Ratu Elizabeth II Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, Mobilnya Terguling
  Kekurangan Jemaat, 110 Gereja di Inggris Ditutup dalam Waktu 10 Tahun
 
ads

  Berita Utama
Prabowo Jadi Menhan, Relawan Jokowi pada Kecewa

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol

Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks

 

  Berita Terkini
 
Periode Kedua, Presiden Harus Selektif Belanja Infrastruktur

Pemkab Gorontalo menandatangani Kerjasama MoU dengan Pihak BPJS

Paripurna DPR Tetapkan 11 Komisi dan 6 Badan

Fory Naway: Peran Keluarga Jadi Ujung Tombak Melawan Bahaya Narkoba

Bupati Nelson Beri Ucapan Selamat kepada Suharso Monoarfa

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2