Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Bulog
Bulog Segera Impor Kedelai Dari Amerika
Thursday 29 Aug 2013 14:21:39
 

Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengatakan bahwa lembaganya kini tengah bersiap untuk mengimpor kedelai. Hal ini sejalan dengan penunjukan Bulog sebagai lembaga pengaman harga dan penyalur kedelai.

"Kami sudah mengajukan permohonan impor kepada Kementerian Perdagangan," kata Sutarto di kantor Bulog, Jakarta, Rabu (28/8).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa sebelumnya di Kementerian Perekonomian, Jakarta, mengatakan pemerinkah akan terus mengupayakan cukupnya ketersedian kacang kedelai di pasaran sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan, yang dampaknya akan meningkatkan harga.

Penunjukan Bulog sebagai importir kedelai tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2013 yang diterbitkan pada 8 Mei 2013. Dalam Perpres ini disebutkan, Bulog diizinkan mengimpor kedelai jika diperlukan.

Selain mengajukan izin, Sutarto mengaku sudah bertemu dengan sejumlah asosiasi produsen makanan dan petani kedelai guna memuluskan impor komoditas itu. Sutarto juga telah meneken kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopti) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). "Diskusi dengan importir kedelai pun sudah dilakukan," ujarnya.

Rencananya Bulog akan mendatangkan kedelai dari produsen besar di Amerika Serikat dan Brasil.

Selain impor, kata Sutarto, Bulog tetap melakukan pembelian kedelai dari sentra produksi dalam negeri, seperti Aceh, Sumatera Selatan, dan Banten.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog, Rito Angky Pratomo, mengatakan impor akan dilakukan karena Bulog belum bisa menjaga stabilitas harga kedelai yang tengah melambung.

Pada akhir Juli, harga kedelai menyentuh Rp 8.000 per kilogram atau melampaui batas atas harga jual kedelai untuk perajin yang dipatok Rp 7.450 per kilogram. "Paling tidak, dua bulan lagi impor harus sudah masuk," tekan Rito.(wid/hmb/skb/bhc/rby)



 

 
   Berita Terkait > Bulog
 
  KPK Diminta Usut Dugaan Suap Tender Beras Impor di Bulog
  Bulog Didesak Evaluasi Pendistribusian Raskin
  Bulog Jangan Sembarangan Serap Gabah
  Panglima TNI Terima Dirut Bulog
  Bulog Segera Impor Kedelai Dari Amerika
 
ads

  Berita Utama
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional

Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia

Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera

Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019

 

  Berita Terkini
 
Masuki Tahun Politik, Perlunya Persatuan antar-Elemen Bangsa

Helikopter TNI Dauphin HR-3601 Onboard KRI Usman Harun-359 di Laut Mediterania

Petugas BLH Cepat Tanggap Demi Kaur Bersih dan Indah

Rencana Pembongkaran Masjid di Cina oleh Aparat 'Mengancam Perdamaian'

Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2