Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Penipuan
Bupati Diminta Ikut Tangani Soal Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Transaksi Beras di BUMDes Karawang
2021-01-10 06:08:01
 

Direktur Utama PT Swadaya Pangan Internasional David Rahardja saat memperlihatkan surat pernyataan dari pihak BUMDes Berkah Bersama kepada wartawan.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bupati Karawang disebut sebagai salah satu pihak yang bisa dimintai keterangan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan transaksi pembelian beras yang dilakukan oleh pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Bersama terhadap PT Swadaya Pangan Internasional.

Pasalnya, David Rahardja selaku Direktur Utama (Dirut) PT Swadaya Pangan Internasional, telah melakukan upaya mediasi serta memberikan waktu kepada pihak BUMDes Berkah Bersama sebagai perusahaan milik pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun upaya itu, tambah David, sampai detik ini pihaknya belum menemukan adanya itikad baik dari pihak BUMDes Berkah Bersama.

Sebagai pihak yang dirugikan, David berharap dari keterangan kepala pemerintahan Kabupaten Karawang dapat membantu menyelesaikan permasalahan perusahaan BUMDes Berkah Bersama yang berdomisili di Mekarmaya Cilamaya Wetan Karawang, Jawa Barat itu.

Sebelumnya, David mengungkapkan bahwa pihaknya telah ditipu oleh pihak BUMDes Berkah Bersama yang tidak menepati perjanjian atau komitmen pembayaran atas pembelian beras sebanyak 470 ton.

"Awalnya pada 7 Agustus 2020 pihak Bumdes memesan 1.400 ton beras medium, sesuai perjanjian seharusnya pihak BUMDes membayar sebagian setelah barang dikirimkan dan diterima secara bertahap pada 10-15 Agustus sebesar 470 ton," ujar David, di Jakarta, Jum'at (8/1).

Namun karena tidak ada itikad baik dari pihak pengurus BUMDes untuk membayar sebagian tagihan pembelian beras yang telah diterima dari PT Swadaya Pangan Internasional, David memutuskan melaporkan manajemen BUMDes ke kepolisian.

"Manajer Marketing BUMDes tersebut berinisial AG sudah ditahan penyidik Polda Metro Jaya pada 25 November 2020 sedangkan Dirut Bumdes berinisial AG juga telah ditahan pada 10 Desember 2020 terkait Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP terkait penggelapan," ungkap David.

David menambahkan, pihaknya terus berupaya dan meminta stakeholder terkait di Kabupaten Karawang untuk turut kooperatif agar dapat membantu pertanggungjawaban transaksi beras oleh pihak BUMDes Berkah Bersama Cimalaya Wetan.

"Berkasnya setahu saya hampir P21 di Kejaksaan, cuman saya ingin terus memastikan bahwa orang-orang yang terkait BUMDes tersebut dapat ikut bertanggung jawab perihal masalah ini," tandasnya.

Dibeberkan David bahwa modus operandinya, AG dan AN, atas nama BUMDes Berkah Bersama, malakukan pemesanan beras kepada PT. Swadaya Pangan Internasional melalui PO (Purchase Order), sebanyak 1400 ton dengan harga Rp 4.400 per kg, atau total harga Rp 6,160 miliar. Beras tersebut akan diolah menggunakan mesin pengolahan milik BUMDes (mesin pemberian pemerintah) untuk menghasilkan beras kualitas premium.

Dalam PO tertera pembayaran DP 50% pada H+1 Dari Barang Tiba Gudang Cilamaya. Namun setelah barang dikirim hingga sebanyak 470 ton, AG dan AN terus berkelit saat ditagih pembayaran.

"470 ton sudah terkirim. Tapi tidak ada pembayaran sama sekali, zonk, berasnyapun sudah tidak ada. Sudah dua kali kita somasi tapi tidak ada itikad baik penyelesaian. Karena tkp nya ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, maka kita laporkan ke Polda Metro Jaya. Dan akhirnya mereka berdua, AG dan AN sudah ditahan di Polda Metro Jaya," terang David.

Diakhir penyampaian Ia kembali mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan mediasi agar AG yang rupanya menantu Kepala Desa Mekarmaya Cilamaya Wetan ini, dan rekannya AN untuk mengembalikan kerugian yang dialami PT. Swadaya Pangan Internasional.(bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

 

ads2

  Berita Terkini
 
Usut Tuntas dan Hukum Mati Pelakunya: Setelah Uang Bansos Rakyat Miskin, Giliran Uang Buruh Rp43 Triliun Diduga 'Dirampok'

Pasutri Donny Wijaya dengan Kurnia Mochtar Dibui karena Kasus Tipu Gelap

Ditlantas Polda Metro: Kami akan Koordinasi Pemasangan Kamera E-TLE dengan TransJakarta dan Jalan Tol

Tengku Zulkarnain: Istilah Ekstremis Umumnya Dilontarkan Penjajah

Polda Metro Kirim Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2