Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Bawaslu
Calon DPR-RI Rudi Mas'ud Mangkir dari Panggilan Bawaslu Samarinda
2019-03-14 10:58:21
 

Abdul Muin Ketua Bawaslu Kota Samarinda.(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Calon Legeislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) nomor urut 4 dari Partai Golkar, Rudi Mas'ud dan Mulyadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diketahui menjadi pengajar di Universitas Mulawarman (UNMUL) tak hadir atau mangkir dari panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda pada, Rabu (13/3).

Pemanggilan terhadap Rudi Mas'ud Calong DPR-RI untuk mengklarifikasi dan mendalami atas temuan Bawaslu kota Samarinda soal adanya dugaan pelanggaran kode etik atas keterlibatan ASN pada acara Rudi Mas'ud, pada awal bulan Maret lalu di Gedung Do Jong, Taekwondo, Samarinda.

Dijelaskan Abdul Muin sebagai Ketua Bawaslu kota Samarinda bahwa terkait dugaan pelayaran tersebut pihaknya sudah mengirimkan surat undangan panggilan kepada Rudi Mas'ud.

"Surat undangan ke Rudi sudah kita layangkan untuk datang hari ini tanggal 13 Maret pukul 10.00 wita, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan," ujar Abdul Muin, Rabu (13/3) siang di Kantor Bawaslu Samarinda.

Abdul Muin sebagai Ketua Bawaslu kota Samarinda juga mengatakan Pemanggilan ulang akan dilakukan Bawaslu Samarinda ke Mulyadi. Bawaslu akan berupaya memanggil pihak universitas Mulawarman untuk diminta keterangan, terangnya.

"Bukti sudah kita pegang, tapi kita hanya ingin melengkapi terkait status bersangkutan (Mulyadi) sebagai ASN, informasi itu saja yang kita peroleh, apakah yang bersangkutan benar ASN. Bawaslu akan memastikan apakah Mulyadi masuk dalam tim kampanye Rudi Mas'ud yang terdaftar di KPU atau tidak," ujar Muin.

Ditanyakan Muin bahwa kalau ada surat keputusan dari DPP Golkar yang menyatakan yang bersangkutan tim kampanye, bisa kena sanksi pasal 280 yang diatur pada poin 423, kalau dugaan itu terbukti dan terdaftar di KPU, bisa didakwakan hukuman 24 bulan kurungan dan denda Rp 24 juta, tegas Muin.

Jika pemanggilan terhadap Rudi Mas"ud dan Mulyadi tak hadir pada panggilan esok Kamis (14/3), Bawaslu akan mengadakan rapat internal untuk mengambil keputusan lanjutan. Bawaslu punya kewenangan 14 hari untuk menangani perkara ini, kalau barang bukti cukup akan kita tindak lanjuti, pungkas Abdul Muin Ketua Bawaslu Kota Samarinda (bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

 

  Berita Terkini
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik

Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog

AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2