Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Aceh
Cut Nyak Dien Sosok Inspiratif Pemberdayaan Perempuan Aceh
2016-05-07 12:43:11
 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M. Sc.(Foto: Istimewa)
 
ACEH, Berita HUKUM - Sosok pahlawan perempuan Aceh Cut Nyak Dien bisa menjadi inspirasi dalam membangkitkan berbagai program pemberdayaan perempuan di Aceh. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid saat meninjau Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Prima Madani Gampong Nusa Kec. Lhoknga Aceh Besar, Selasa (3/5) lalu.

Sodik menambahkan bahwa kehadiran Tim Kunker Komisi VIII DPR tersebut salah satunya dalam rangka melakukan pengawasan atas kinerja Kemen PP dan PA di wilayah Aceh terkait berbagai program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Kami datang untuk memastikan bahwa berbagai program pemberdayaan perempuan yang didukung alokasi APBN pusat di Aceh berjalan sesuai yang diharapkan, antara lain membangkitkan perekonomian keluarga melalui pemberdayaan perempuan," ungkap politisi Gerindra ini.

Basis dari semua kegiatan baik menyangkut moral, kesehatan, pendidikan anak hingga penguatan ekonomi adalah dimulai dari keluarga. Keluarga yang baik tentu ditopang oleh perempuan (ibu-red) yang tangguh. Bahkan Islam mengajarkan bahwasanya perempuan itu adalah tiang negara. Jika tiang itu rapuh maka negara juga rapuh, sambung politisi Dapil Jabar I ini.

Perempuan Aceh sejak dahulu kala sudah dikenal ketangguhannya karena banyak yang terlibat langsung dalam perjuangan merebut kemerdekaan, papar Sodik. Ini terjadi karena pemahaman perempuan Aceh terhadap agama Islam sangat baik. "Mereka terinspirasi sosok Siti Aisyah yang juga pernah berperang membantu Rasulullah," imbuhnya.

Sementara itu, Nurhayati selaku Ketua KUBE Desa Prima Madani menjelaskan ada 3 (tiga) Kelompok Usaha di Gampong Nusa yaitu Kelompok Daur Ulang Sampah, Menjahit dan Kerupuk Tempe. Dan saat ini juga tengah dikembangkan ekowisata dengan konsep homestay (menginap di rumah penduduk-red).

"Kebanyakan wisatawan berasal dari negara Malaysia, dan kami akan terus promosikan ekowisata ini ke negara lainnya. Karenanya kami berharap mendapat perhatian khusus agar bisa menjadi Gampong (Kampung) Model di Aceh," pinta Nurhayati.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Dahlia menjelaskan bahwa Program Desa Prima Madani bertujuan agar perempuan memiliki skill sehingga ada penguatan ekonomi keluarga. Sejak tahun 2013 sudah terbentuk 297 kelompok sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di desa masing-masing.

"Kemajuan di sebuah desa diharapkan menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan berkontribusi menjaga perdamaian di Aceh, sehingga dukungan APBN Pusat sangat kami butuhkan agar perempuan berdaya dan membantu ekonomi keluarga," pungkas Dahlia.(oji/dpr/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019

Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan

Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

 

  Berita Terkini
 
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan

Polisi Menangkap Residivis yang Membegal Motor di Kawasan MM2100 Bekasi

PPP dan 21 Dubes Uni Eropa Bahas Isu Seputar Politik Identitas dan TKA

Konser Kebangsaan Siap Digelar di Taman Budaya Denpasar

Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2