Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Hari Pers Nasional
DPR Berharap Pers Nasional Jaga Kesinambungan Demokrasi
2018-02-10 06:17:18
 

Ilustrasi. Wakil Ketua DPR RI/Korekku, Taufik Kurniawan (F-PAN).(Foto: Arief/Iw)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, pers Indonesia berjalan semakin baik dan profesional sejak era reformasi. Namun, kemajuan pers nasional tak lepas dari sejumlah tantangan, diantaranya digitalisasi dan menguatnya era industri media massa.

Politisi Fraksi PAN ini menyebutkan, pers di era industri, dihadapkan dengan dua kepentingan yang saling tarik menarik, yakni memberikan informasi yang bersifat edukatif dan informatif, tapi harus mampu bersaing secara finansial untuk meningkatkan oplah atau rating. Disisi lain, pers juga dituntut untuk bersikap profesional dan memberikan informasi secara berimbang.

"Berbagai tantangan yang dihadapi pers zaman now, pada akhirnya akan membawa kebaikan bagi kita semua. Pers akan terus berbenah, mencari titik seimbang untuk menjalankan fungsinya dan membawa kebaikan bagi bangsa ini," kata Taufik, dalam rilisnya, Jumat (9/2).

Taufik menegaskan, meski berada dalam era industri, DPR tetap berkomitmen untuk memajukan dan menjaga kesinambungan pers nasional. Sebab, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi harus tetap kokoh dalam menjaga pertumbuhan demokrasi Indonesia.

"Peran pers sebagai kontrol sosial harus tetap berjalan, memberi kritik yang membangun, serta menjadi corong suara masyarakat yang tidak bisa bersuara. Pers yang independen dan berpihak pada rakyat merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri," tutur Taufik.

Di era digital ini, tambah politisi asal dapil Jawa Tengah itu, pers Indonesia juga dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang terus melesat. Digitalisasi menjadikan informasi yang berkembang di masyarakat semakin banyak dan riuh, sehingga sulit dibedakan antara berita yang nyata dan informasi bohong atau hoaks.

"Di tengah kemajuan teknologi informasi, pers berperan besar dalam memfilter informasi yang benar, edukatif, dan mencerdaskan. Saya mendukung upaya Dewan Pers dalam menata dan menertibkan media-media yang tak memenuhi aturan perundang-undangan, karena apa yang mereka lakukan menciderai semangat pers Indonesia," pungkasnya.(mp/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Hari Pers Nasional
 
  AJI dan IJTI Mendesak Revisi Tanggal Hari Pers Nasional
  Presiden Jokowi: Pers Pilar Penegak Penyampaian Kebenaran
  Pers Jangan Jadi Alat Pemilik Modal
  DPR Berharap Pers Nasional Jaga Kesinambungan Demokrasi
  Konvensi HPN 2018: Iklim Bermedia yang Sehat dan Seimbang
 
ads

  Berita Utama
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres

Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan

Elemen Warga Solo Raya Polisikan Bupati Boyolali Yang Menghina Capres Prabowo 'Asu'

Sudirman Said: Waspadai Genderuwo Ekonomi yang Grogoti Kekayaan Indonesia

 

  Berita Terkini
 
Pemkab Kaur Memperingati Hari Pahlawan Bersama Muspida

Hentikan Kenaikan Harga Beras Medium

Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres

Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan

Sukses Membludaknya Hijrah Fest: Milenial Tak Peduli Islam?

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2