Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Papua
DPR Desak Usut Tuntas Pelaku Penembakan 31 Pekerja di Papua
2018-12-05 09:07:39
 

Ilustrasi. KemenPUPR mulai 4 Des 2018 menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan ruas Wamena-Habema-Kenyam-Batas Batu-Mumugu & akan dilanjutkan kembali sesuai reko dari pihak TNI & Polri.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mendesak aparat keamanan baik polisi maupun TNI mengejar dan menangkap pelaku penembakan terhadap 31 pekerja trans Papua secara transparan. Tidak perlu ada upaya untuk menutup-nutupi pelakunya. Ia meminta motif kejahatan itu dibongkar, sehingga diketahui alasan pelaku membunuh para pekerja tersebut.

Ditemui awak media di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12) Nasir menengarai berita ditembaknya 31 pekerja trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) akan dikonsumsi masyarakat internasional, apalagi tak lama lagi Indonesia akan masuk tahun politik, khususnya Pemilu 2019, yakni Pemilihan Presiden dan Legislatif.

"Akan ada pihak-pihak yang menghubung-hubungkan, ada kaitannya dengan Pileg-Pilpres. Mengapa selama ini suasana sudah kondusif, lalu muncul tragedi penembakan," ungkap legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Atas kejadian tersebut, Nasir menyebutkan bahwa kasus penembakan itu menunjukkan bahwa aparat negara, baik Kepolisian maupun TNI ternyata belum bisa melumpuhkan KKB yang ada di Papua. Selain itu juga menunjukkan bahwa anggaran yang dikucurkan untuk mewujudkan situasi aman di daerah-daerah berpotensi rawan termasuk adanya KKB, ternyata belum efektif.

Ditambahkan Nasir, kalau dikatakan terkendala karena merupakan daerah terisolasi, dari awal sebenarnya sudah diketahui bagaimana medan dan situasi daerahnya. "Tidak ada alasan disebut daerahnya terisolasi atau tempatnya sulit dijangkau. Karena kita sejak awal sudah mempersiapkan anggaran negara diperuntukkan bagi aparat keamanan yang dilengkapi fasilitas dan sarpras untuk menjangkau wilayah seperti itu," kilahnya.

Untuk itu, legislator dapil Aceh ini berharap aparat keamanan, baik Kepolisian maupun TNI bisa menjawab keragu-raguan publik untuk mampu mengejar dan menangkap pelakunya dan kemudian diketahui motifnya. Harusnya pekerja itu dilindungi dan ternyata menjadi korban KKB dan menyisakan kesedihan bagi keluarganya yang ditinggalkan.

Untuk menjamin rasa aman apakah perlu pengamanan bagi setiap proyek, kata Nasir, proyek-proyek strategis tentu harus mendapat pengawalan. Kasus ini akan menimbulkan berbagai spekulasi, apakah ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak mendapatkan "gula" sehingga mengganggu, atau murni kelompok yang masih menuntut pemisahan dari NKRI.(mp/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Papua
 
  Harapan Tokoh Papua ke Mahasiswa yang Kuliah Diluar Papua
  Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
  Kemenlu Harus Cegah Internasionalisasi Isu Papua
  Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi
  Pendekatan Dari Hati, Solusi Permasalahan Papua
 
ads

  Berita Utama
Harapan Tokoh Papua ke Mahasiswa yang Kuliah Diluar Papua

MPR Sepakat Perlunya Haluan Negara

Terungkap! Tanah Rencana Ibu Kota Baru RI Dikuasai Taipan Sukanto Tanoto

Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

 

  Berita Terkini
 
Masyarakat Sipil dan NGO Deklarasi Komitmen Bersama Pencegahan Terorisme

Harapan Tokoh Papua ke Mahasiswa yang Kuliah Diluar Papua

Airlangga Hartarto Dinilai Tak Layak Lagi Jadi Ketum Golkar

Seperti Arjuna, Ketua PN Jakpus Dr Yanto: Raja atau Pemimpin Harus Memiliki 8 Sifat Alam

Buka FKSPK DPR, Ketua DPR Apresiasi Sinergi DPR - Wartawan Parlemen

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2