Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Virus Corona
DPR RI Minta PBB Selidiki Asal-Usul Virus Corona
2020-09-29 09:44:29
 

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki asal usul virus corona atau Covid-19.

"Penyelidikan tentang asal usul virus Corona atau Covid-19 perlu dilakukan oleh organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya virus yang kini menyebabkan lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia positif Covid-19 dengan hampir satu juta orang meninggal dunia," kata Syaifullah dalam siaran persnya, Senin (28/9).

Menurut Syaifullah, penyelidikan tersebut memang perlu dilakukan tentang beberapa hal yang bersifat mendesak.

"Penyelidikan akan bisa membuktikan apakah virus Covid-19 itu berasal dari fenomena alam atau malah sengaja dibuat oleh manusia," cetusnya.

Syaifullah menuturkan, mengetahui penyebab ini penting agar bisa menyikapinya dengan baik.

"Jika ini memang terbuat alami, maka ini merupakan peringatan Tuhan atas perilaku manusia terhadap alam selama ini. Namun jika merupakan hasil rekayasa manusia, maka harus ada yang bertanggung jawab," ujarnya.

Atas persoalan tersebut, Syaifullah juga meminta Mahkamah Internasional bereaksi jika virus corona ini merupakan rekayasa atau kesengajaan manusia atau organisasi tertentu.

"Apalagi jika virus sengaja dibuat sebagai senjata biologis, karena ini merupakan kejahatan perang jenis baru. Negara yang terlibat dalam pembuatan virus ini telah melanggar konvensi dengan membunuh anak-anak dan perempuan yang bahkan mesti dilindungi dalam perang," beber Syaifullah.

Lanjut Syaifullah mengatakan, penyelidikan juga perlu untuk bisa menjadi kajian bagi seluruh ahli pandemi, dokter dan ahli obat agar menemukan vaksin dan obat secepat mungkin.

"Sehingga peradaban dunia yang dalam lebih 10 bulan terakhir berubah menakutkan karena virus mematikan ini bisa kembali normal dan damai dengan tidak lagi dihantui rasa ketakutan," pungkas politikus PPP.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Abdul Chair Ramadhan: UU Penanganan Covid-19 Menyalahi Sistem Hukum Pidana
  Anis Byarwati Nilai Hasil Survei Indikator Sebagai Catatan Buruk Kinerja Pemerintah
  Brasil Tolak Vaksin Covid-19 Buatan China, Presiden Bolsonaro: 'Rakyat Brasil Tidak akan Jadi Kelinci Percobaan'
  Kurang dari 2 Minggu Sejak Dinyatakan Positif Covid-19, Trump Kembali Berkampanye
  Selain Menambah Fasilitas Guna Cegah Covid-19, Samsat Jakarta Timur Komit Berantas Calo
 
ads1

  Berita Utama
749 Personel Polda Metro Jaya Siap Kawal dan Amankan Lalu Lintas Selama Libur Panjang

Rocky Gerung Sebut Pihak Asing Bisa Lihat Presiden Jokowi Penuh dengan Kontradiksi

Anggota Baleg FPKS Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Substansi UU Cipta Kerja

Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

 

ads2

  Berita Terkini
 
Mau Mobil Matic Tetap Awet Terawat? Ini Cara Mengendarai yang Benar

Satu Tahun Jadi Mendkbud, Nadiem Makarim Dapat Rapor Merah dari Serikat Guru

Solusi Kapolda Metro dan Gubernur DKI Jakarta Atasi Keterlibatan Pelajar pada Aksi Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Kasus Pelecehan Seksual oleh Michael Jackson Kandas

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2