Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pekerja Asing
Dede Yusuf: Jangan Bandingkan Jumlah TKA dengan TKI Luar Negeri
2017-01-12 07:35:31
 

Ilustrasi. Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf.(Foto: kresno/hr)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait penyataan Menteri Ketenagakerjaan yang mengatakan jumlah Tenaga Kerja Indonesia jauh lebih banyak dibanding Tenaga Kerja Asing yang ada di Indoneisa. Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf M. Effendy mengatakan jangan bandingkan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Indonesia dengan Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Sebab, TKI yang dikirim keluar negeri itu atas permintaan dari negara terkait sementara kehadiran TKA bukan permintaan dari Indonesia.

"Ini tidak bisa appeal to appeal karena TKI itu dikirim memang karena ada permintaan, sementara Indonesia tidak ada permintaan TKA untuk buruh kasar, tidak ada MoU Kementerian Ketenagakerjaan untuk meminta Tenaga Kerja Asing itu kan? Harusnya menteri mengerti soal ini," ujarnya di ruang Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1).

Lebih lanjut, Politisi partai Demokrat itu juga mengungkapkan jumlah pengangguran di negara China tidak bisa juga di bandingkan karena jumlah pengangguran di negara Tirai Bambu tersebut lebih banyak dibanding Indonesia.

"Pengangguran di China itu lima persen dari jumlah penduduk 1,4 milliar itu artinya jumlah penganggurannya sekitar 50 juta jiwa. Sementara di Indonesia jumlah pengangguran enam persen dari 250 juta penduduk berarti ada 6 juta pengangguran, di sini saja sudah bisa dilihat," ungkapnya.

Dede mengingatkan Pemerintah jangan hanya melihat dari jumlahnya, karena kenyataannya TKA ilegal itu memang ada dan banyak yang menemukan di beberapa daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Batam dan lain sebagainya. Sebaiknya lanjut Dede yang terpenting bagaimana Pemerintah bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan.

"Marilah kita berhenti berbicara tentang besaran angka, mau jumlahnya 21 ribu yang penting kenyataanya memang ditemukan TKA ilegal, makanya dari itu rekomendasi kita dibentuknya Satua Tugas supaya Pemerintah bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kami akan melakukan pengawasan, nah selebihnya akan diawasi oleh DPR," pungkasnya.(rnm/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pekerja Asing
 
  Diduga Melakukan Penipuan, 77 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Ditangkap Polda Sumut
  Komisi III Temukan Masih Dijumpai TKA Asing Ilegal
  DPR Terima Data TKA Ilegal dari KSPI dan Minta DPR Stop TKA Asal China
  Dede Yusuf: Jangan Bandingkan Jumlah TKA dengan TKI Luar Negeri
  Terima Banyak Pengaduan terkait TKA Cina, KSPI Siap Demo dan CL
 
ads

  Berita Utama
Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Petugas Kesehatan Haji

Komnas HAM: Perlu Ada Lembaga Pengawas Keadilan Negara dan Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Utang

Amien Rais: Kekayaan Indonesia Dikuasai Asing Secara Absolut

 

  Berita Terkini
 
Keterbukaan Informasi Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Publik

Diduga Sebagai Bandar 1 Kg Sabu, Ridwan Ditembak Polisi

Panglima TNI: Industri Strategis Sangat Diperlukan Dalam Pertahanan Negara

#Tagar, Selamat Ulang Tahun yang ke-10

Jacky Chan dan Shah Rukh Khan Masuk Aktor Termahal Dunia Bersama Bintang Holywood

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2