Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Kaur
Demi Kenyamanan Lingkungan, Satpol PP Kaur Tingkatkan Razia Hewan Ternak Liar
2018-10-09 20:20:23
 

Tampak para petugas Satpol PP saat kegiatan razia hewan ternak berlangsung.(Foto: BH /aty)
 
KAUR, Berita HUKUM - Bentuk tugas dan pelayanan maksimal kepada masyarakat kabupaten Kur, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), terus lakukan kegiatan razia rutin terhadap hewan ternak berkaki empat yang masih berkeliaran di jalan raya dan pemukiman warga di kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu.

Kepala Satpol PP Jhon Harimol, S. Sos, melalui kabid trantib, Edwarman pada kegiatan razia kali ini terhadap hewan ternak yang sudah menjadi amanat Perda kabupaten Kur, setiap hewan ternak yang masih berkeliaran baik itu Kambing, Sapi dan Kerbau akan dilakukan penangkapan oleh anggota satuan polisi pamong peraja kabupaten Kaur.

"Seperti razia saat ini yang dilakukan di sekitar lapangan merdeka kota Bintuhan, dengan mendapatkan hewan ternak kambing dan sapi, yang saat diadakan razia ternak tersebut masih banyak berkeliaran tanpa adanya penambangan atau pun pengembalanya, dan proses penangkapan segera dilakukan," ujar Edwarman, Selasa (9/10).

Sementara setiap ternak yang berhasil di tangkap saat razia memiliki kualifikasi sanksi, seperti hewan ternak kambing bila pemilik ternak tersebut ingin menebus kembali dikenakan denda Rp. 50.000,- dan denda pemeliharaan selama ditahan di penampungan dengan dikenakan denda sebesar Rp. 75.000,-/malam.

Edwar juga menambakan untuk hewan sapi dan kerbau yang didapatkan dalam razia akan dikenakan denda penebusan senilai Rp. 250.000,- per ekornya dan biaya denda pemeliharaan dikandang Rp. 75.000,-/malam.

Edwarman menghimbau kepada masyarakat Kaur, agar memiliki kesadaran memelihara hewan ternak dengan mengandangkan hewan ternak yang dimiliki tersebut, agar tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan raya yang dapat mencelakai pengendara kendaraan serta tidak ada lagi terjaring razia, "Sehingga dengan kesadaran tersebut membuat ketentraman dalam kehidupan masyarakat Kaur sehari -hari tanpa adanya gangguan hewan ternak yang masih diliarkan," pungkas Edwarman.(bh/aty)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Tim Siber Bareskrim Polri Menangkap 3 Pelaku Pembobol Kartu ATM Mencapai Rp 2,5 Miliar

Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el

SAPDA5 Laporkan Hasto ke Bawaslu RI, Diduga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Lakukan Black Campaign

 

  Berita Terkini
 
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Diskusi LPI: Praktik Poligami Banyak Rugikan Kaum Perempuan

Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur di Cina

Persija Pawai Juara, Ditlantas PMJ Lakukan Rekayasa Lantas di SU GBK dan Balaikota

Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2