Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
RUU HIP
Demo Didepan Gedung DPR, Slamet Maarif: Jika Masih Membahayakan NKRI Akan Kita Tolak!
2020-07-16 16:34:55
 

Suasana saat aksi demo menolak RUU HIP dan Tolak Omnibus Law di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.(Foti: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Raut wajah kecewa tampak dari Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif usai beraudiensi dengan pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR di dalam gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Dia masuk mewakili demonstran dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI yang sedang berunjuk rasa di depan gedung DPR.

Kepada wartawan yang menunggu hasil pertemuannya, Slamet Maarif menjelaskan bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dituntut ANAK NKRI memang tidak akan berlanjut. Namun dia tidak lantas gembira lantaran RUU itu kini berubah nama menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

"Saya mengingatkan pada dewan terutama Baleg, tidak boleh lepas tangan karena bagaimana pun Baleg punya andil, atas kegaduhan yang terjadi karena meloloskan RUU HIP ini," ujar Slamet pada Kamis (16/7).

Slamet melanjutkan, ANAK NKRI akan meminta kepada Baleg di paripurna untuk meminta maaf secara terbuka lewat sidang dan mencabut RUU HIP itu.

Selanjutnya Slamet pun mengatakan, pihaknya saat ini akan mempelajari dulu isi dari RUU PIP. Jika terbukti isi draf tersebut melenceng ataupun tidak jauh berbeda dengan RUU HIP maka, dirinya mengancam ANAK NKRI akan kembali beaksi.

"Kalau memang nanti sangat membahayakan NKRI dan mengganti Pancasila dan membuka ruang komunis akan kita tolak, jadi kita pelajari dulu RUU PIP," tandasnya.

Sementara, Aksi penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) terus disuarakan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, di mana di dalamnya terdapat Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA 212) ikut dipantau oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab .

Dikatakan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS), menitipkan pesan agar umat Islam harus bersatu dalam urusan ideologi.

"Pesan Imam Besar, umat Islam harus bersatu dalam urusan ideologi, bersatu kuatkan barisan, tuntut, terus kejar, terus sampai RUU ini dibatalkan," ujarnya saat akan masuk ke dalam Gedung DPR RI, Kamis (16/7).

Slamet melanjutkan, HRS juga meminta agar umat Islam terus mengawal proses dan meminta agar inisiator RUU HIP diproses secara hukum.

"Beliau meminta kita mengawal terhadap inisiator (RUU HIP). Apabila ada unsur secara hukum yang memberi peluang kepada pemerintah/Presiden untuk membangkitkan kembali Komunis, melanggar UU, kita akan minta MPR untuk segera memakzulkan presiden," tegasnya.

Slamet menegaskan, ANAK NKRI akan terus melakukan aksi dan tetap berjuang sampai sampai RUU HIP dicabut dan dibatalkan.

Massa aksi demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) mendengarkan maklumat Imam Besar Front Pembela Indonesia (FPI), M. Rizieq Shihab via recorder.

Maklumat yang disampaikan Habib Rizieq langsung menuntut Kepala Negara yang sekaligus sebagai Kepala Pemerintahan, Presiden Joko Widodo, untuk segera mengundirkan diri.

"Sudah saatnya Jokowi segera mengundurkan diri secara terhormat," ucapnya di awal maklumatnya, yang didengar massa aksi, di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Ulama kenamaan Indonesia itu menyampaikan dasar tuntutannya tersebut, dengan menyinggung kinerja rezim saat ini yang notabene dikendalikan oleh kekuataan oligarki.

"Karena Jokowi sudah tidak mampu mengelola negara, dan menjalankan roda pemerintahan secara baik, sehingga mafia oligarki semakin merajalela dan berbuat semaunya, sementara rakyat semakin sengsara dan kedaulatan negara semakin terancam," ungkapnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq berharap maklumat atau pesannya tersebut bisa menggerakkan hati baik Jokowi untuk segera mundur sebagai Presiden RI.

"Pesan ini saya sampaikan secara tulus dan ikhlas untuk keselamatan negara, untuk meraih ridho Allah," tuturnya.

"Semoga hati Jokowi terbuka dan mau menerima nasihat ini. Amin," demikian Habib Rizieq Shihab mengakhiri.(RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Wasekjen Demokrat: Kok Partai Pendukung Pemerintah Kebakaran Jenggot Karena Pernyataan Mas Ibas?

Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)

Besok!! Ganjil Genap Kembali Berlaku, Polda Metro: Penindakan atau Tilang Mulai 6 Agustus 2020

Buronan Djoko Tjandra Akhirnya Ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia

 

ads2

  Berita Terkini
 
ETOS Indonesia Akan Hadirkan Anggota Dewan di Taman Kuliner Landy, Konsep Jajanan dan Edukasi era New Normal

Bamsoet Ajak AHY Gotong Royong Atasi Persoalan Bangsa

Wasekjen Demokrat: Kok Partai Pendukung Pemerintah Kebakaran Jenggot Karena Pernyataan Mas Ibas?

Vaksin Covid-19 Harus Gratis

Anggota DPR Ingatkan Proses PHK Harus Sesuai UU Ketenagakerjaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2