Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kasus BRI
Diduga Penipuan Kredit Rp 2 Milyar, Edi Wahyudi Manajer BRI Samarinda Dilaporkan ke Polda
2018-11-02 15:33:34
 

Ilustrasi. Tampak baju merah Ir Edi Ishak (Korban Penipuan) disaat tanahnya di eksekusi.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kasus penipuan dalam kejahatan perbankan Diduga terjadi di Bank BRI Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yang menimpa calon nasabah Bank BRI yang terletak di Jl. Gajah Mada No. 1 Samarinda yang bernama Ir. Edi Ishak warga Jalan Pramuka 6 RT. 027 Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, kota Samarinda, yang dilakukan oleh oknum Manajer Kredit Bank BRI Edy Wahyudi, sehingga dilaporkan ke Dir Reskrimsus Polda Kaltim.

Laporan Polisi dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor : STPL/05/I/2008/SPKT III pada tanggal 11 Januari 2018, yang sebelumnya dilaporkan ke Dir Reskrimum Polda Kaltim tanggal 28 Maret 2016, namun hingga saat ini Polda Kaltim belum meningkatkan statusnya sebagai tersangka.

Hal tersebut dikatakan Edi Ishak, ketika kedua bidang tanah dan bangunannya di Eksekusi oleh pihak Bank BRI melalui Juru Sita Pengadilan Negeri Samarinda pada, Rabu (31/10) kemarin.

Dikatakan Edi Ishak bahwa kasus ini bermula ketika dirinya dan istrinya mengajukan kredi ke BRI Cabang Samarinda pada tanggal 17 September 2008 atas nama dirinya pribadi selaku PT. ADSCO Mandiri Cabang Samarinda No. 83, dengan jamian sertifikat tanah dan bangunan.

Dihari penandatanganan ketika itu Edi Wahyudi membawa berkas dan menandatangani akad kredit di rumah saya Jalan Pramuka 6, seperti -Fotocopy SPPK, Fotocopy slip penyetoran biaya persepsi BPHTB MALIN senilai Rp 500.000,- Fotocopy slip penyetoran biaya PDD-Jasa Percetakan senilai Rp 750.000,- fotocopy slip penyetoran biaya PDD-Provisi-NP-KMK-P senilai Rp 25.000.000,- fotocopy slip penyetoran biaya persepsi BPHTB MALIN senilai Rp 16.225.000. Namun, kesemuanya itu dituding merupakan penipuan atau kejahatan perbankan yang dilakukan oleh Edi Wahyudi, karena dari nilai persetujuan akad kredit senilai Rp 2 Milyar tidak satu senpun di kucurkan kepada kami selaku pemohon kredit, namun diduga ada 'kong kalikong' antara Edi Wahyudi dengan mengucurkan kredit tersebut kepada M. Adianasya Pawennai selaku Direktur Utama PT. ADSCO pusat berkedudukan di Jakarta.

"Setelah pengajuan kredit tersebut 5 hari berikutnya oleh Edy Wahyudi selaku Acount officer program atau Pemerkarsa Kredit pada BRI Cabang Samarinda menelpon saya untuk datang di kantor BRI untuk membuat spesimen tandatangan, dan besoknya uang senilai Rp 2 Milyar bukan dibayarkan kepada kami yang selaku pemohon kredit, namun di bayarkan kepada Adiansyah Pawennai Dirut PT. ADSCO pusat yang tidak ada sangkut paut dengan permohonan kredit. Sehingga patut diduga adanya kong kali kong atau bagi hasil antara Edi Wahyudi selaku pemarkarsa kredit BRI Samarinda dengan Adiansyah," ujar Edi Ishak, Jumat (2/11).

Dikatakan Edi Ishak bahwa sebagaimana laporan yang telah disampaikan ke Dir Reskrimsus Polda Kaltim, bahwa tidak pernah menerima pencairan dana kredit dan tidak pernah memberikan persetujuan baik secara tertulis maupun secara lisan kepada pihak lain untuk menerima pencairan dana tersebut dan pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Samarinda tidak pernah meberitahu atau konfirmasi kepada dirinya bahwa dana tersebut telah dibukuhkan ke rekening PT ADSCO Mandiri, tegas Edi Ishak.

"Saya tidak menerima pencairan dana kredit dan tidak pernah memberikan persetujuan baik secara tertulis maupun lisan kepada pihak lain untuk menerima pencairan dana tersebut dan pihak BRI (Edy Wahyudi) juga tidak pernah memberikan konfirmasi atau menyampaikan kepada saya bahwa dana tersebut telah dibukukan ke rekening PT. ADSCO Mandiri yang di terima Adiansya, sehingga jelas saya merasa tertipu dan sangat dirugikan sebab SHM No. 97 dan 98 miliknya telah di eksekusi,'' ujar Edi Ishak.

Sebagai korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh BRI Cabang Samarinda terhadap dirinya dan telah melaporkannya kepada Polda Kaltim, namun dalam perjalan panjang laporan tersebut ada titik terang dimana Polda Kaltim menyampaikan Pemberitahuan Dimulainya penyidikan, surat nomor: B/07/I/2018/Ditreskrimsus tanggal 31 Januari 2018. Namun sangat disesalkan hingga saat ini atau akhir bulan Juni 2018 penyidik Polda Reskrimsus Polda Kaltim belum dapat menghadirkan M Adiansyah Pawennai untuk diminta keterangannya, sebagaimana Surat Pemberitahuan Perkembagan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke 4 kepada kami sebagai pelapor tanggal 25 Juni 2018, pungkas Edi Ishak.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Kasus BRI
 
  Diduga Penipuan Kredit Rp 2 Milyar, Edi Wahyudi Manajer BRI Samarinda Dilaporkan ke Polda
  Uang Ratusan Nasabah BRI Raib, Diduga Skimming, Begini Cara Antisipasinya
  Kredit Fiktif di BRI, Polres Pangkep Tetapkan 6 Tersangka dan 3 DPO
  Tersangka Mantan Account Officer BRI Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
  PTPN-I Aceh & BRI Langsa Terindikasi Gelapkan Sertifikat Tanah PIR NES-I Milik Masyarakat
 
ads

  Berita Utama
Polisi Bekuk Premanisme di Diskotik Bandara yang Mengakibatkan 2 Korban Tewas

Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!

Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing

Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia

 

  Berita Terkini
 
Diduga Kurang Respon Tuntutan Warga, Kantor Polsek Adonara Timur Dirusak Warga

Polisi Bekuk Premanisme di Diskotik Bandara yang Mengakibatkan 2 Korban Tewas

Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018

Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak

DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2