Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
JAKARTA, Berita HUKUM - Kebakaran hebat hingga menewaskan banyak pekerja di pabrik PT Mandom Indones

Taliban Memiliki Pemimpin Baru
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Sumber yang dekat dengan pemimpin Taliban Afghanistan mengatakan bahwa k

Amnesty International Tuduh Israel 'Melakukan Kejahatan Perang'
ISRAEL, Berita HUKUM - Kelompok pegiat hak asasi manusia Amnesty International menyatakan mereka mem

827 Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Telah Terdaftar
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan update data pendaftaran pasangan calon

Tuntut Uang Lembur, Teknisi Focus Dipecat
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah teknisi mengeluh lantaran telah diberhentikan sepihak oleh PT Focus

BMKG: Kekeringan karena Dampak El Nino Sudah Mencapai Moderate
JAKARTA, Berita HUKUM - Fenomena kekeringan yang kini berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, sep

Sikap Menteri BUMN Rini Terkait Perpanjang Konsesi JICT Dipertanyakan
JAKARTA, Berita HUKUM - Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) di Pelabuhan Tanjung

Agar Tak Bebankan Rakyat, Peraturan Soal Denda Iuran BPJS Kesehatan Perlu Direvisi
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra yang membidangi masalah

   

  Berita Terkini >>
   
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
Taliban Memiliki Pemimpin Baru
Amnesty International Tuduh Israel 'Melakukan Kejahatan Perang'
827 Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Telah Terdaftar
Tuntut Uang Lembur, Teknisi Focus Dipecat
BMKG: Kekeringan karena Dampak El Nino Sudah Mencapai Moderate

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
BMKG: Kekeringan karena Dampak El Nino Sudah Mencapai Moderate
Sikap Menteri BUMN Rini Terkait Perpanjang Konsesi JICT Dipertanyakan
Agar Tak Bebankan Rakyat, Peraturan Soal Denda Iuran BPJS Kesehatan Perlu Direvisi
Deklarasi Front Nasional Siap 'Kembali Ke UUD 45'
Memalukan, Pemerintah Tak Mampu Bangun Gudang Penyimpanan BBM

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
Pembunuhan
Dipancing Pesta Sabu, Teman Dibunuh dan Dirampok
Tuesday 10 Sep 2013 12:04:09
 
Ilustrasi, Pembunuhan.(Foto: google)
ACEH TAMIANG, Berita HUKUM - Niat pesta sabu tiga sekawan malah berujung maut. Pasalnya, dua tersangka nekat membantai temannya sendiri hanya karena ingin menguasai sepeda motor korban.

Mayat lalu dibiarkan terkapar di perkebunan sawit PT Bahari Lestari, Aceh Tamiang dengan luka bacok di tubuhnya. Bahkan pelaku ternyata masih berstatus pelajar, kini ditahan aparat kepolisian

Dua tersangka sadis itu adalah Saw (16) dan Jam (16), keduanya merupakan warga Blok 6 Tangsi Lama kecamatan Seruway, kabupaten Aceh Tamiang dan asal Lubuk Pakam, kecamatan Bendahara, Atam.

Sedangkan korban yakni Andre Yogi Fananda (16) penduduk Dusun Harapan Jaya, Kampung Tangsui Lama, Kec. Seruway, Aceh Tamiang.

Menurut keterangan dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN), Senin (9/9) siang, bahwa ketiga sekawan itu awalnya berkumpul, setelah dihubungi korban. Mereka berniat untuk berpesta sabu di Perkebunan kelapa Sawit PT Bahari, Kp. Cinta Raja Kec. Bendahara Aceh Tamiang. Selanjutnya ketiga orang ini lantas menuju lokasi, menaiki Honda Beat BL 2149 XU milik korban.

Andre menurut lantaran kedua temannya yang ternyata sudah merencanakan perampokan, menyebut bandar sabu akan menjumpai mereka di TKP. Tanpa curiga lalu berangkat bersama-sama dengan berbonceng tiga. Setiba di perkebunan sepi, pada 24 Agustus lalu sekira pukul 01.00 WIB, maka tersangka dan korban turun.

Tanpa diduga Jam mencabut parang dari balik baju, yang sudah dipersiapkan dari rumah lalu membacok leher belakang Andre hingga tersungkur. Mendapat serangan tiba-tiba, remaja ini tak bisa mengelak dan ambruk bersimbah darah.

Menyaksikan targetnya tewas, kedua pelajar sadis tersebut buru-buru kabur membawa sepeda motor. Dan tak lupa membuang parang sebagai barang bukti tak jauh dari lokasi insiden maut tersebut. Kenderaan ini diboyong ke Idi Rayuek serta dijual seharga Rp 2,3 juta.

Terungkapnya kasus kemarin karena ada saksi melihat ketiganya pernah bersama, sebelum pembunuhan terjadi. Berdasarkan keterangan sumber, polisi melakukan penyelidikan dan pelacakan. HIngga akhirnya memeriksa tersangka mengakui seluruh perbuatannya.

"Untuk semetara Jam dan Saw sudah mendekam di balik terali besi. Sedangkan mayat dahulu ditemukan oleh wargta sekitar yang hendak menuju perkebunan sawit dalam kondisi membusuk," ujar Kasat Reskrim Polres Aceh tamiang Iptu Benny Cahyadi, seperti dikutip dari jpnn.com.(urd/jpn/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Pembunuhan

Kapolda Bali: Margriet Pelaku Utama Pembunuhan Engeline
Ibu Angkat Angeline Ditetapkan sebagai Tersangka
Akseyna Mahasiswa UI Ternyata Dibunuh, Ini Indikasi dan Alasannya
Pelaku Pembunuhan Karyawati Bank Dibekuk Polres Jakpus dalam Tempo Singkat
Hasyim Muzadi: Usut Tuntas Penembakan Aktivis Bangkalan
Pelaku Pembunuh Pengusaha Catering Dibekuk di Banten
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com