Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Disparbud DKI Jakarta Pastikan Tindak Tegas Hiburan Malam Terindikasi Narkoba
2018-01-28 02:11:59
 

Ilustrasi. Ada 33 Tempat Hiburan Malam Terindikasi menjadi sarang peredaran narkoba.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta memastikan akan menindak tegas tempat hiburan malam yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba.

"Kalau terjadi pelanggaran, kami tidak akan beri ampun. Mereka pasti akan kami tindak tegas sesuai dengan peraturan," ujar Tinia Budiati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Jumat (26/1).

Sanksi tegas ini, kata Tinia untuk menindaklanjuti dugaan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang menyebutkan, ada 33 tempat hiburan yang terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba.

Ia mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap 33 tempat hiburan malam yang terindikasi narkoba tersebut.

"Datanya belum bisa saya sampaikan. Nanti kalau sudah waktunya akan saya sampaikan," tandasnya.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, ada 33 tempat hiburan malam di Ibu Kota yang terindikasi sebagai tempat penyebaran narkoba. Hal itu diketahui berdasarkan yang masuk ke orang nomor dua di DKI Jakarta itu.

"Karena lebih dari 10 ribu establishment tempat hiburan DKI 33 terindikasi sementara kita butuh kolaborasi dari semua pihak. Dari penggerak, masyarakat dan dari aparatur keamanan juga. Jadi 33 ini laporannya sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Kantor Disparbud DKI Jakarta, Jalan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan bakal terus mengawasi tempat-tempat yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba.

"Kita akan private eye yang mengawasi sudah terindikasi dan terprediksi akan menjadi temuan lagi ke depan," tutupnya.

Sandi mengakui, dalam mengurangi peredaran narkoba pihaknya kekurangan orang. "Jadi kita harus sudah all out man to man marking. Saya tanya ke bu kadis berapa stafnya yang menangani ini, hanya 30 katanya. Ini yang mungkin kita evaluasi," lanjutnya.

Sandi juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memerangi peredaran narkoba. Tidak hanya di tempat hiburan malam, BNN dan DKI juga sudah menyebar ke sejumlah wilayah di ibu kota Jakarta.

"Tadi baru kita bahas dan terimakasih kerja sama dengan BNN luar biasa sekarang ini kita war dengan drugs dan bukan hanya di tempat hiburan terindikasi. Tapi sudah di permukiman masyarakat sudah menyebar," kata Sandi.(dbs/beritajakarta/sindo/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212

Kapolri: Secara Umum Arus Mudik Sekarang Sudah Lancar dan Jauh Lebih Baik

Wartawan Tewas di Lapas, SPRI Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta dan Libatkan Pers

 

  Berita Terkini
 
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Hak Angket DPR Segera Bergulir Atas Pengangkatan Iwan Bule

Polres Flores Timur Diduga Petieskan Kasus Tragedi Nimun Lema Anak Lamahala

Liburan Hari Ketiga Lebaran Ribuan Wisatawan Masih Padati Pantai Bira

Ketua MPR Harap Momen Idul Fitri Jadi Ajang Perkuat Persatuan di Tahun Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2