Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Ditemukan Varian Baru Virus Corona di Jepang, Apa yang Diketahui Sejauh Ini?
2021-01-13 15:25:55
 

Pemerintah menerapkan keadaan darurat di Tokyo dalam upaya menekan pandemi Covid-19.(Foto: REUTERS)
 
JEPANG, Berita HUKUM - Varian baru virus corona, varian yang ketiga sejauh ini, ditemukan pada empat orang yang mendarat di Jepang dari Brasil.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan empat orang tersebut tiba di bandar udara Haneda, Tokyo, bulan ini, dan hasil tes menunjukkan mereka positif terkena virus corona.

Virus yang ditemukan ini berbeda dengan virus yang dikenal selama ini dan punya kemiripan dengan varian baru yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Makoto Shimoaraiso, pejabat di Sekretariat Kabinet dan unit penanganan Covid-19, mengatakan hari Selasa (12/01) bahwa pemerintah sudah melakukan konsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait varian baru virus corona.

Shimoaraiso mengatakan meski varian baru ini pertama kali dideteksi di Jepang, mungkin tidak berasal dari Jepang karena ditemukan pada empat penumpang yang baru tiba di bandar udara.

Ia mengatakan sejumlah epidemiolog belum bisa memastikan apakah varian ketiga virus corona ini lebih mudah menular atau menyebabkan sakit yang lebih parah.

Pejabat lain di Kementerian Kesehatan, yang juga kepala badan nasional penyakit menular (NIID), Takaji Wasita, mengatakan, "Sejauh ini, belum ada bukti bahwa varian baru yang ditemukan [pada penumpang] dari Brasil sangat menular."

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan satu dari empat orang yang terinfeksi varian baru virus corona adalah laki-laki berusia 40-an tahun.






Bandara Haneda di Tokyo



Keterangan gambar,


Varian ketiga virus corona dideteksi di bandar udara Haneda, Tokyo.





Ia dirawat di rumah sakit setelah mengeluh sulit bernafas.

Yang kedua dan ketiga adalah seorang perempuan berusia 30-an tahun dan seorang remaja laki-laki yang mengalami demam dan radang tenggorokan.

Kasus keempat varian baru ini adalah seorang remaja perempuan, yang tidak memperlihatkan tanda-tanda atau gejala virus corona.

Tiba di Tokyo pada awal Januari

Keempat orang dengan varian baru virus corona ini tiba di bandar udara Haneda, Tokyo, pada 2 Januari 2021.

Kesimpulan bahwa keempatnya terinfeksi varian baru virus corona setelah dilakukan analisis mendalam oleh NIID, kata Kementerian Kesehatan Jepang.

Dikatakan pula, ditemukan tiga kasus terpisah, yang menunjukkan ketiganya terkena varian virus corona seperti yang ditemukan di Inggris. Mereka tertular setelah melakukan kontak dengan seorang laki-laki yang terinfeksi galur virus baru.

Kementerian Kesehatan Brasil sudah meminta pemerintah Jepang untuk mengirim informasi terperinci tentang varian baru virus corona yang dideteksi pada empat penumpang tersebut.

Brasil juga meminta informasi terkait lokasi empat penumpang saat berada di Brasil, dengan harapan pihak berwenang bisa melakukan penelusuran kontak.

Saat ini Brasil mengalami gelombang kedua infeksi Covid-19, dengan penambahan harian mencapai lebih dari 50.000.






Pandemi virus corona di Jepang





Keterangan gambar,


Hingga awal Januari, jumlah kasus virus corona di Jepang mencapai 289.000 dengan angka kematian setidaknya 4.000 orang.





Di Brasil juga sudah dideteksi varian baru, seperti yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Di Inggris, varian baru ini lebih mudah menular, bisa hingga 70% dan dianggap sebagai penyebab meroketnya jumlah kasus positif.

Hingga Selasa (12/01) sore, jumlah virus corona di Inggris mencapai 3,1 juta kasus dan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, menurut data yang dihimpun Johns Hopkins University.

Di Jepang, pemerintah memberlakukan keadaan darurat untuk kawasan Tokyo dan tiga prefektur di dekat ibu kota Jepang ini dalam upaya menekan pandemi.

Jumlah kasus mencapai 289.000 dengan angka kematian setidaknya 4.000 orang.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Kapolres: 7 Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat Terbukti Efektif Tanggulangi Wabah Covid-19
  Ketum KNPI: Pesta Yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok Sangat Tidak Elok
  Raffi Ahmad akan Jalani Sidang Perdana 27 Januari 2021 di PN Depok
  Vaksinasi Mandiri Bisa Jadi Alternatif Percepat Vaksinasi Nasional
  Pernyataan PP Muhammadiyah tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2