Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Mengungkap 5 Kasus Narkoba dengan 13 Tersangka, 2 Sipir sebagai Kurir
2017-06-20 18:16:33
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono serta Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (20/6).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap 5 kasus narkoba dengan 13 tersangka selama Maret dan Juni 2017. Ke 13 tersangka tersebut KHD, MS, HS, RM, AG, AF, ABD, ARD, BB, LY, EH, UH dan HD.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, selama periode Maret sampai Juni 2017 mengungkap hasil narkoba seberat 24,2 kilogram.

"Narkoba jenis shabu seberat 24,2 kilogram berhasil diungkap," ujar Argo, di Polda Metro Jaya, Selasa (20/6).

Selanjutnya, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menyampaikan ada 5 kasus tempat kejadian perkara (TKP) dengan 13 tersangka dan melibatkan 2 sipir sebagai kurir.

"Dari hasil interogasi, sipir LP Cipinang KHD (33) alias Bogel mendapat narkoba dari tersangka MS alias Sule," kata Nico Afinta.

Sedangkan tersangka RM (31) adalah sipir LP Klas II Pemuda Tangerang.

"Karena RM melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki RM," ungkap Nico.

Sementara itu, AKBP Bambang Yudantara menerangkan bahwa sipir dijadilan kurir oleh napi yang dikendalikan dari dalam lapas.

"Sipir mendapat upah sekitar 1 juta sampai 5 juta, tergantung berat shabu yang akan di masukan ke dalam lapas," terang Bambang.

Modus napi di dalam lapas memakai sipir agar menghilangkan curiga, sehingga sipir dengan mudah memasukan narkoba ke dalam lapas.

"Biasanya mereka melakukan pada malam hari untuk memasukan narkoba ke dalam lapas," jelas Bambang.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Konsisten Waspada Narkotika
  Ganja 1,3 Ton Berhasil Diungkap Tim Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat
  Jennifer Dunn dan FS Ditangkap terkait Kasus Narkoba
  Tim Gabungan Polri - BNN Melakukan Operasi Razia Tempat Hiburan Malam
  Perkenalkan Angel, Perempuan Cantik Kurir Narkoba Ditangkap di Green Lake Sunter
 
ads

  Berita Utama
Komisi II DPR Soroti Keputusan MK terkait Verifikasi Faktual

Impor Beras Khianati Petani, Pemerintah Diminta Batalkan Permendag No 1 Th 2018

Ini Cara PAN Menangkan Sudirman Said - Ida Fauziyah di Pilkada Jateng

DKI Rilis Nopol dan Jenis Mobil Mewah Penunggak Pajak

 

  Berita Terkini
 
Idrus Marham Jadi Mensos, Moeldoko Jadi KSP, Agum Gumelar Wantimpres, dan Yuyu Sutisna Jadi KSAU

LBH Awalindo Serahkan Data Dugaan Korupsi Lampung Utara Ke KPK

Yerusalem, Mahmoud Abbas: Prakarsa Perdamaian Trump Adalah 'Penghinaan Abad Ini'

Akankah Kasus Mega Transfer 19 Triliun Terungkap?

KPK Tetapkan Bupati Kukar Rita Widyasari dan Pengusaha sebagai Tersangka TPPU

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2