Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    
Media
Dituduh Pelacur, Melania Trump Gugat Ulang Media Sebesar Rp 2 Triliun
2017-02-25 13:46:05
 

Dalam gugatan awal Melania Trump mengaku telah kehilangan 'kesempatan sekali seumur hidup' untuk meraih keuntungan dalam bisnisnya, dikarenakan artikel yang dimuat Daily Mail.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Pengacara Ibu Negara AS Melania Trump mengajukan lagi gugatan terkait kasus pencemaran nama baik terhadap surat kabar Inggris Daily Mail dengan mengubah rumusannya.

Dalam gugatan awal disebutkan bahwa Melania Trump telah kehilangan 'kesempatan sekali seumur hidup' untuk meraih keuntungan dalam bisnisnya, dikarenakan artikel yang dimuat Daily Mail.

Gugatan awal itu membuat para pengamat mempertanyakan apakah ia bermaksud memperoleh sesuatu yang bersifat finansial dari kedudukannya sebagai ibu negara.

Dalam berita yang dipermasalahkan, Daily Mail menuduh bahwa ia pernah berprofesi sebagai seorang perempuan pendamping, sebelum kemudian mencabut artikel itu.

Melania Trump menuntut ganti rugi senilai US$150 juta (atau hampir Rp2 triliun).

Disebutkan dalam gugatan awal bahwa Melania Trump memiliki "kesempatan unik, sekali seumur hidup, untuk meluncurkan merek komersial berdimensi luas, dalam berbagai kategori produk, yang masing-masing bisa menghasilkan berjuta-juta dolar dari hubungan bisnis bertahun-tahun saat (Melania) menjadi salah satu perempuan yang paling banyak difoto di seluruh dunia."

Kategori-kategori produk itu meliputi pakaian, aksesoris, sepatu, perhiasan, kosmetik, perawatan rambut, perawatan kulit dan wewangian, tambahnya.

Menjawab berbagai kecaman, pengacaranya, Charles Harder, kepada media AS membantah tudingan bahwa Melania Trump memiliki rencana untuk meraup keuntungan dari statusnya yang tinggi sebagai (ibu negara).

"Itu hal yang tidak mungkin. Setiap pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan ini, pasti merupakan kesalahpahaman," katanya dalam sebuah pernyataan.

Melania TrumpHak atas fotoREUTERS
Image captionPengacara Melania Trump menyebut bahwa artikel yang dimuat oleh surat kabar Daily Mail merupakan 'penghinaan signifikan' terhadap ibu negara AS itu.

Gugatan terbarunya ini diajukan New York pada hari Jumat (17/2), dan berfokus pada tekanan emosional yang diderita akibat laporan Daily Mail.

"Pernyataan yang berisi kebohongan dan fitnah tentang (Melania Trump) telah menyebabkan kerusakan luar biasa bagi reputasi profesional maupun personal (Melania) dan prospek peluang ekonominya, serta tekanan emosional akibat penghinaan signifikan itu," katanya.

Saat menarik kembali artikel yang dimuat pada 20 Agustus itu, surat kabar Daily Mail mengatakan mereka "tidak berniat untuk menyatakan atau menunjukan bahwa tuduhan ini benar, tidak juga berniat untuk menyatakan atau menyebutkan bahwa Nyonya Trump pernah bekerja sebagai 'perempuan pendamping' atau terlibat dalam 'bisnis seks'."

Melania Trump juga telah menggugat seorang blogger AS, Wester Tarpley, karena melontarkan tuduhan serupa dengan Daily Mail. Kasus ini diselesaikan setelah ia menyampaikan permintaan maaf dan sepakat untuk membayar "sejumlah besar uang ganti rugi," kata pengacaranya.

Awal bulan ini, seorang reporter dari New York Times ditegur oleh atasannya di harian tersebut, karena merujuk Melania Trump sebagai seorang 'pelacur.' Ia kemudian meminta maaf, dan mengatakan bahwa pernyataannya itu didasarkan pada 'rumor tidak berdasar.'(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Media
 
  SMCE: Membangun Kebebasan Pers Berlandaskan Nilai Pancasila dan Terbebas dari Gerakan Radikalisme
  ATVSI Mengusulkan 7 Komponen Penting terkait Revisi UU Penyiaran
  Independensi Media Jadi Esensi Demokrasi
  Heboh Foto Wanita Disebut Putri Raja Saudi Itu Hoax!, Ternyata Pramugari Inggris
  Dituduh Pelacur, Melania Trump Gugat Ulang Media Sebesar Rp 2 Triliun
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2