Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Pemalsuan
Diviralkan dr Tirta dan Dilaporkan PT BF, 3 Pemalsu Hasil Swab PCR Covid-19 Ini Akhirnya Dibekuk Polisi
2021-01-07 16:58:29
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi tim Siber Ditreskrimsus Polda Metro saat konferensi pers.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap 3 pelaku tindak pidana perubahan data dan atau manipulasi data melalui media elektronik dengan melakukan pemalsuan hasil swab PCR covid-19 mengatasnamakan PT BF. Masing-masing pelaku berinisial MAF, EAD, dan MIS ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Bandung, Bekasi, dan Bali pada 1 Januari 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penangkapan ketiga tersangka itu bermula adanya laporan dari PT BF yang merasa dirugikan dengan pembuatan surat hasil swab PCR covid-19 yang mengatasnamakan perusahaan tersebut.

"Jadi modusnya adalah dengan memalsukan surat PCR mengatasnamakan PT BF," kata Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/1).

Pembuatan surat hasil swab tanpa harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu alias palsu itu sebelumnya viral di media sosial (medsos) dan dibahas oleh dr Tirta di akun Instagram-nya. Tirta Mandira Hudhi, nama lengkap dr Tirta, awalnya meng-unggah tampilan satu akun Instagram bernama @hanzdays yang menawarkan PCR tanpa tes usap (swab test) dengan kata-kata promosi, "Yang Mau PCR Cuma Butuh KTP Ga usah Swab Beneran. 1 jam jadi, bisa dipake diseluruh Indonesia Gak Cuma Bali. Dan Tanggalnya Bisa Pilih H-1/H-2 100% Lolos Testimoni 30+."

"Ini yang postingan bersangkutan, baru satu jam terbaca oleh dr Tirta. Kemudian baru ketauan oleh PT BF dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya," ujar Yusri.

Yusri membeberkan, ada dua konsumen yang tertarik pada penawaran pembuatan surat swab PCR covid-19 palsu itu. Dua konsumen tersebut bahkan telah membayar senilai Rp 650.000 per surat melalui salah satu rekening dari tiga tersangka.

"Tersangka mematok Rp 650.000 karena kita ketahui di Bandara (Soekarno-Hatta) sekitar Rp 900.000. Jadi Rp 650.000 kali dua. Konsumen sudah membayar pas ramai, dia melarikan diri dan surat tidak diambil," ungkap Yusri.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 32 junto Pasal 48 Undang-Undang ITE ancaman paling lama 10 tahun penjara, dan pasal 35 Junto Pasal 51 ayat 1 UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Dan dikenakan pasal 263 KUHP," tambah Yusri.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Pemalsuan
 
  Polisi: 1 Tersangka dari 15 Pelaku Sindikat Pemalsuan Surat Swab PCR adalah Pegawai Lion Air
  Diviralkan dr Tirta dan Dilaporkan PT BF, 3 Pemalsu Hasil Swab PCR Covid-19 Ini Akhirnya Dibekuk Polisi
  Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti Apresiasi Polda Banten Ungkap Sindikat Madu Palsu
  Kasus Dugaan Surat Palsu oleh Dirut PT BBJ di PTUN Serang, Ditingkatkan Ke Penyidikan
  Advokat Hartono Tanuwidjaja Melaporkan Dirut PT Bandar Bakau Jaya Ke Polda Banten
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2