Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Donald Trump
Donald Trump Minta Maaf atas Komentar Cabul dalam Videonya
2016-10-09 06:33:20
 

Donald Trump mengatakan komentar dalam video tidak mencerminkan dirinya.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump meminta maaf atas komentar cabul terhadap perempuan yang dia sampaikan dalam video yang direkam pada 2005 lalu.

Trump mengatakan bahwa "kata-kata tersebut tidak mencerminkan siapa saya... saya minta maaf".

Dalam video yang beredar baru-baru ini, Trump mengatakan "Anda dapat melakukan apa saja" terhadap perempuan "ketika Anda merupakan seorang bintang" dan sesumbar tentang upayanya untuk meraba dan mencium perempuan.

Pernyataan minta maaf singkat sepanjang 90 detik disampaikan Trump pada Sabtu (8/10) pagi, tampaknya menjadi permintaan maaf pertama setelah mengeluarkan komentar yang kontroversial selama masa kampanye.

'Saya telah mengatakan dan melakukan sesuatu yang saya sesali," kata dia. "Setiap orang yang mengenal saya tahu kata-kata ini tidak mencerminkan diri saya. Saya mengatakan itu, saya salah, dan saya meminta maaf.

"Saya tidak pernah mengatakan saya seorang yang sempurna ataupun berpura-pura untuk menjadi seseorang. Saya tidak begitu. Saya bersumpah untuk menjadi pria yang lebih baik."

Tokoh Partai Republik mengecam komentar Trump. Sementara saingannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton menyebutnya "mengerikan".

"Kita tidak boleh membiarkan pria ini untuk menjadi presiden," kata dia melalui akun Twitternya.

Serang Bill Clinton

Bagaimanapun, dia juga berupaya untuk mengalihkan dampak atas komentarnya dengan menyerang mantan Presiden Bill Clinton.

"Bill Clinton sesungguhnya melakukan kekerasan terhadap perempuan, dan Hillary telah dibully, menyerang dan mempermalukan korbannya.

"Kita akan membicarakan ini dalam beberapa hari," kata dia. "Sampai jumpa pada debat pada hari Minggu."

Debat kedua yang akan disiarkan tevelisi antara Trump dan Hillary Clinton akan digelar pada Minggu (10/10) sore di St Louis.

Sebelumnya, Trump mengatakan dia tidak akan mengangkat kisah mengenai perselingkuhan Bill Clinton dalam debat, setelah sebelumnya mengancam untuk melakukannya.

Dalam jajak pendapat terakhir menunjukkan Hillary Clinton memimpin perolehan suara di negara bagian yang penting, dan Trump harus tampil meyakinkan untuk mengimbangi mantan ibu negara ini.

Sementara sebelumnya, sejumlah tokoh senior Partai Republik mengecam komentar cabul Donald Trump yang terekam dalam sebuah video. Sementara kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump telah merespon sebuah video yang direkam pada 2005 lalu yang menunjukkan dia melontarkan komentar cabul tentang perempuan.

Dalam video, yang diunggah oleh Washington Post, Trump terdengar mengatakan kepada presenter TV Billy Bush "anda dapat melakukan apa saja" terhadap perempuan "ketika Anda merupakan seorang bintang".

Pengusaha asal New York ini sesumbar tentang upayanya untuk berhubungan seks dengan seorang perempuan yang sudah menikah juga mencium dan meraba perempuan lainnya.

Trump dengan segera mengeluarkan bantahan dengan menyebut komentarnya itu merupakan "gurauan di ruang ganti" dan menambahkan, "Bill Clinton telah mengatakan yang jauh lebih buruk pada saya".

Setelah video itu tersebar, tokoh senior partai Republik mengecam komentar Trump.
Ketua DPR Paul Ryan membatalkan undangan Festival Musim Gugur Republikan untuk Trump di kediamannya di Wisconsin pada akhir pekan ini.

Trump mengatakan bahwa calon wakil presidennya Mike Pence akan mewakili dia di acara di Wisconsin.

Tokoh senior Republikan, John McCain, mengatakan "tidak ada ampun untuk komentar Donald Trump yang tidak sopan dan merendahkan".

Video itu menyebar dua hari sebelum Trump tampil dalam debat capres sesi kedua dengan lawannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

'Secara otomatis tertarik'

Cuplikan video itu merupakan bagian rekaman yang tidak disiarkan dalam sebuah segmen Access Hollywood menjelang penampilan Trump dalam sinetron Days of Our Lives.

"Saya merayunya dan saya gagal. Saya mengakui itu," kata Trump seperti yang terdengar dalam rekaman. "Dia sudah menikah. Dan saya sangat sulit merayunya."

"Saya merayunya seperti seorang pelacur, tetapi saya tidak mendapatkannya. Dan dia sudah menikah. Kemudian secara tiba-tiba saya melihatnya, dia sekarang memiliki payudara palsu yang besar dan segalanya. Dia mengubah penampilannya secara total."

Dalam percakapan selanjutnya, dia mengatakan kepada Bush, dia "secara otomatis tertarik kepada kecantikan" perempuan dan seringkali mencoba untuk mencium mereka.

"Saya langsung mencium mereka," kata dia. "Saya bahkan tidak menunggu. Dan ketika Anda merupakan seorang bintang mereka membiarkan Anda melakukannya. Anda dapat melakukan apa saja."

"Pegang alat kelamin mereka," kata Trump. "Anda dapat melakukan apa saja."
Trump segera mengeluarkan pernyataan setelah cuplikan video tersebut menyebar.
"Itu merupakan olok-olok di ruang ganti, sebuah percakapan pribadi yang terjadi beberapa tahun yang lalu," kata pernyataan itu.

"Bill Clinton telah mengatakan yang jauh lebih buruk kepada saya di lapangan golf. Saya meminta maaf jika ada orang yang merasa tersinggung."

Bush mengatakan dia "merasa gugup dan malu" dengan isi video itu.
"Ini bukan pembenaran, tetapi itu terjadi 11 tahun yang lalu - Saya lebih muda, kurang dewasa, dan bertingkah bodoh. Saya meminta maaf."(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Donald Trump
 
  Johnny Depp Ingin 'Membunuh' Donald Trump?
  Mantan Bos FBI Selidiki Dugaan Hubungan Trump dan Rusia
  Donald Trump Ditekan Segala Arah agar Beri Bukti, Jangan Cuma Main Tuduh ke Obama
  Pengacara Donald Trump Tuntut Snoop Dogg Segera Minta Maaf
  Bintang 'Walk of Fame' Donald Trump di Hollywood Dihancurkan
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2