Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Pemanasan Global
Donald Trump Tuduh Para Ilmuwan 'Memiliki Agenda Politik' Namun Akui Perubahan Iklim Bukan Hoax
2018-10-17 09:51:55
 

 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden AS Donald Trump menuduh para ilmuwan perubahan iklim memiliki 'agenda politik,' dan meragukan bahwa manusia bertanggung jawab atas naiknya suhu bumi.

Di sisi lain, Trump mengatakan dia tidak lagi percaya bahwa perubahan iklim adalah hoaks.

Pernyataan-pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan CBS 60 Menit, kurang dari seminggu setelah para ilmuwan iklim melontarkan seruan bagi dunia internasional untuk menghentikan peningkatan suhu planet ini.

Para ilmuwan terkemuka di dunia sudah sejak lama bersepakat bahwa perubahan iklim disebabkan oleh manusia.

Pekan lalu, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) - badan internasional terkemuka yang mengevaluasi perubahan iklim - memperingatkan bahwa dunia sedang mengarah pada kenaikan suhu hingga 3 derajat Celcius.

Para ilmuwan mengatakan bahwa fluktuasi alami suhu bumi diperburuk oleh aktivitas manusia - yang telah menyebabkan pemanasan global sebesar 1 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Menurut laporan itu, jika kenaikan suhu bisa tetap pada 1.5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, itu akan menjadi "perubahan cepat berjangkauan luas, dan belum pernah terjadi sebelumnya di semua aspek masyarakat".

Apa kata Trump tentang perubahan iklim?

Selama wawancara pada Minggu (14/10), Trump menyatakan keraguannya untuk membuat perubahan kebijakan, dengan alasan para ilmuwan 'memiliki agenda politik yang sangat besar.'

Trump menambahkan bahwa suhu bumi 'sangat mungkin untuk kembali (seperti semula)' - meskipun ia tidak mengatakan bagaimana.

Selain perubahan iklim, selama wawancara itu Trump juga menyampaikan beberapa hal:
Ia mengklaim, 'sehari sebelum' dia mengambil alih kepresidenan, AS nyaris 'melancarkan perang dengan Korea Utara'

Menurutnya Presiden Rusia Vladimir Putin 'mungkin' terlibat dalam pembunuhan politik

Menolak untuk mengatakan apakah akan menerapkan lagi kebijakan pemisahan anak imigran, tetapi menegaskan 'harus ada konsekuensi' untuk yang memasuki AS secara ilegal

Menurutnya ia telah memperlakukan Christine Blasey Ford (yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh Hakim Agung Kavanaugh) dengan 'penuh hormat' setelah mengolok-olok kesaksiannya di depan ribuan orang di sebuah rapat umum.

Betapa pun, Trump mengakui bahwa perubahan iklim adalah hal yang nyata.

"Saya pikir itu bukan hoaks, saya pikir mungkin ada perbedaan (suhu akibat perubahan iklim)," katanya kepada wartawan Lesley Stahl.

"Tapi saya tidak tahu apakah itu karena manusia. Saya akan mengatakan ini: Saya tidak ingin memberikan triliunan dolar. Saya tidak ingin kehilangan jutaan lapangan kerja. Saya tidak ingin ditempatkan pada posisi yang kurang menguntungkan. "

Apa yang dikatakan para ilmuwan?

Laporan yang dirilis minggu lalu oleh IPCC mengatakan perubahan iklim hanya bisa dihentikan jika dunia membuat perubahan besar, dan berbiaya tinggi.

Langkah itu menyangkut, antara lain, pengurangan emisi global CO2 sebesar 45% sebelum 2030, mengurangi penggunaan batubara hingga hampir nol dan menggunakan lahan untuk tanaman penghasil energi seluas hingga tujuh juta km persegi.

dampak perubahan iklim

Para ilmuwan memperingatkan, jika dunia tidak bertindak, akan terjadi sejumlah perubahan signifikan dan berbahaya terhadap dunia kita, seperti naiknya permukaan laut, perubahan besar pada suhu dan keasaman laut, dan akibat buruk pada kemampuan untuk menanam tanaman pangan seperti beras, jagung dan gandum.

Apa yang dikatakan Trump sebelumnya?

Selama masa kampanye presiden pada tahun 2016, Donald Trump mengatakan bahwa perubahan iklim adalah hoaks, tetapi sejak menduduki kursi kepresidenan ia menghindari mengambil sikap yang jelas tentang masalah ini.

Namun, ia memutuskan bahwa AS akan mengundurkan diri dari perjanjian perubahan iklim Paris, yang melibatkan 187 negara lain untuk menjaga kenaikan suhu global 'jauh di bawah' 2C di atas tingkat pra-industri dan 'berusaha keras untuk membatasi' perubahan suhu bahkan hingga maksimum 1,5C.














 

Perubahan iklim: Bagaimana 1,5 derajat bisa mengubah dunia.

Pada saat itu, Trump mengatakan dia ingin menegosiasikan kesepakatan baru yang adil dan tidak akan merugikan bisnis dan pekerja AS.

Hal itu memicu spekulasi bahwa mantan bintang reality show televisi ini masih percaya bahwa perubahan iklim itu sekadar karangan belaka.

Namun, Nikki Haley, mantan duta besar AS untuk PBB, mengatakan Trump "percaya iklim berubah dan dia percaya polutan adalah bagian dari persoalan".(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pemanasan Global
 
  Donald Trump Tuduh Para Ilmuwan 'Memiliki Agenda Politik' Namun Akui Perubahan Iklim Bukan Hoax
  Pernyataan Menteri LHK Menanggapi Keputusan Donald Trump Mundur dari Perjanjian Paris
  Makna Mundurnya AS dari Kesepakan Paris Bagi Dunia
  Perubahan Iklim Butuh Perhatian Parlemen Dunia
  KLHK RI Kembali Daulat Nelson Paparkan Strategi Hadapi Perubahan Iklim
 
ads

  Berita Utama
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015

Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati

Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum

Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi

 

  Berita Terkini
 
Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi

Peresmian Pom Bensin/ SPBU Baru di Desa Aur Ringit, Tanjung Kemuning, Kaur

Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2019, Polri Adakan Silaturahmi ke Pesantren

KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015

Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2