Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Hoax
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
2019-01-22 21:00:37
 

Dosen Universitas Indonesia Mulawarman Hannase, pada diskusi 'Menjaga Demokrasi dari Bahaya Hoaks untuk Pemilu yang Jujur dan Berintegritas' yang diadakan Indonesian Democracy Network (IDN) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).(Foto:BH /mos)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pihak-pihak yang diduga menjadi inisiator hoaks dianggap paling bertanggungjawab atas tersebarnya informasi bohong tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Dosen Universitas Indonesia Mulawarman Hannase, pada diskusi 'Menjaga Demokrasi dari Bahaya Hoaks untuk Pemilu yang Jujur dan Berintegritas' yang diadakan Indonesian Democracy Network (IDN) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

"Yang paling berdosa itu orang yang ada di balik suatu hoaks. Produsen (pembuat) hoaks itu yang paling berdosa," ujar Mulawarman.

Mulawarman menyebutkan, politisi serta tokoh agama yang terindikasi sebagai produsen dan penyebar hoaks, merupakan sebuah hal yang sangat tidak tepat.

"Masyarakat (yang ikut menyebarkan hoaks) tidak sepenuhnya salah, karena mereka konsumen. Yang paling berdosa ialah mereka para politisi, agamawan yang selalu memproduksi hoaks, informasi tidak benar," paparnya.

Ia memiliki cara agar masyarakat khususnya umat beragama, tak menjadi korban hoaks. Caranya dengan mengamalkan perintah agama yang tetap mengedepankan nalar atau akal sehat. Upaya ini dinilai penting, mengingat masifnya penyebaran hoaks di masa pemilu.

"Jangan beragama secara doktriner, beragama tapi tidak menggunakan akal sehat atau rasio. Atau dalam Islam disebut tekstual. Jadi korban hoaks ini bukan karena tingkat beragama kita, tapi cara beragama yang menentukan," pungkasnya.(bh/mos)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  GESIT Deklarasikan Gerakan Lawan Hoax dan Radikalisme di Sosmed
  Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
  Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
  Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
  FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
 
ads

  Berita Utama
AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi

Pelaku Penganiyaan Wartawan Media Online Divonis 1 Bulan Penjara

 

  Berita Terkini
 
Komisi V Pertanyakan Kajian Pemerintah Terkait Pemindahan Ibu Kota

Diduga Rampas Kemerdekaan, Komunitas Jurnalis Riau Menyatakan Sikap Serta Laporkan Kejari dan Kejati Riau Kepada Kejagung RI

Presiden KSPI Akan Adukan Permasalahan ANTARA ke Presiden Jokowi, ITUC, dan ILO

Kebijakan Direksi ANTARA Dituding Sudah Melawan Nilai-Nilai Pancasila

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2