Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Pendidikan
Dr Zakir Naik Akan Bahas Toleransi Beragama di UMY
2017-03-16 09:01:26
 

Flyer informasi acara Public Lecture di UMY.(Foto: dzn.umy.ac.id)
 
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kali ini mendapatkan kehormatan karena menjadi salah satu tempat penyelenggaraan kunjungan dakwah Zakir Naik seiring dengan program Indonesian Visit 2017 yang sudah direncanakan oleh tim Zakir Naik.

Menurut Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sri Atmaja P. Rosyidi konsep acara di UMY nanti, Zakir Naik akan memberikan kuliah umum atau public lecture. "Peserta akan mendengarkan ceramah mengenai Islam sebagai agama rahmatan lil-alamin dan agama yang menyerukan perdamaian. Melalui ceramah ini diharapkan akan ada pelurusan persepsi, terutama untuk kalangan Muslim di Indonesia," jelas Sri, Rabu (15/3).

UMY sebagai salah satu bagian dari perguruan tinggi turut berusaha ambil andil berperan-serta membangun bangsa dan umat, serta menjunjung toleransi umat beragama.

Salah satu contoh peran UMY dalam toleransi umat beragama, disebutkan Sri, ditunjukkan dalam kegiatan Mahathir Global Peace School (MGPS) yang rutin diselenggarakan setiap tahun. MGPS dinilai merupakan bagian dari penyampaian suara toleransi, bahwa dalam bidang hukum perdamaian dan kemanusiaan, semua manusia memiliki status yang sama. "Artinya, Islam mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menciptakan perdamaian dan mendukung penyelesaian konflik secara beradab, tanpa memandang latar belakang dan keyakinan. Dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia (global peace)," imbuh Sri lagi.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Khaeruddin Hamsin, Organizer Committee Nasional Zakir Naik memberikan keterangan terkait kedatangan Zakir Naik ke Indonesia. Pada penjelasannya, Hamsin menyebutkan bahwa UMY dinilai sebagai institusi pendidikan yang juga menjadi sarana dakwah kepada umat, sehingga UMY dipilih sebagai salah satu tempat kunjungan dakwah Zakir Naik, selain Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Ponorogo. "Kunjungan dakwah Zakir Naik ini melibatkan dua institusi pendidikan, yakni UMY dan UNIDA," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Lokal Kunjungan Zakir Naik di UMY, Nasrullah, UMY dalam hal ini juga bekerjasama dengan UNIDA Gontor, selaku pihak yang juga menginginkan untuk mendatangkan Zakir Naik. "Awalnya yang menginisiasi adalah pihak dari UNIDA Gontor. Saat itu mereka ingin mendatangkan Zakir Naik karena bertepatan dengan 90 tahun Ponpes Gontor tahun lalu. Jadi kita membentuk panitia lokal bersama. Namun saat itu, banyak negara maupun wilayah lain di Indonesia yang juga sangat mengharapkan kehadiran beliau, sehingga tindak lanjutnya lambat, dan sempat batal tahun lalu. Alhamdulillah hingga tahun ini baru mendapat kesempatan," jelasnya.

Lebih lanjut, Nasrullah mengungkapkan Manajemen Zakir Naik telah menunjuk Muallaf Center Indonesia sebagai pihak yang mengurusi acara selama di Indonesia. Selanjutnya juga dibentuk panitia lokal di masing-masing daerah. "Secara struktural, panitia dibentuk dua tingkat, yaitu Panitia Tingkat Nasional dan Panitia daerah (lokal). Muallaf Center Indonesia sebagai panitia nasional telah menginstruksikan supaya daerah-daerah mandiri dalam penyelenggaraan. Dan sasaran pesertanya adalah civitas akademika dan masyarakat umum," imbuhnya.

Ustadz legendaris asal India, Dr. Zakir Naik, direncanakan akan memberikan kuliah umum bertemakan "Religion as an Agent of Mercy and Peace" pada 3 April 2017 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pada kuliah umum ini jumlah peserta dibatasi sekitar 6.000 orang karena disesuaikan dengan kapasitas Sportorium. Bagi peserta yang tidak bisa mendapatkan tiket tetap bisa menyaksikan siaran langsungnya melalui media.umy.ac.id. Peserta tidak akan dikenakan biaya apapun dan bisa mendaftar secara online dengan pemberitahuan berikutnya di www.umy.ac.id. (adam/muhammadiyah./bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pendidikan
 
  Soal 5 Hari Sekolah, Seskab: Bukan Dibatalkan Tapi Diperkuat
  Busyro: Pernyataan Menristek Dikti Soal Pendidikan Agama terlalu Berlebihan dan Problematis
  Indonesia Harus Terhindar dari Krisis Energi, Pangan dan Air
  Program Boarding School Perlu Kajian Mendalam
  Dewan Kecam Kebijakan Full-Day School
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2