Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Amerika Serikat
Dua Penembakan Massal di Amerika Serikat Setidaknya 29 Orang Tewas
2019-08-06 07:31:33
 

Warga berbelasungkawa atas dua insiden penembakan massal yang menewaskan setidaknya 29 orang.(Foto: REUTERS)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Setidaknya 29 orang tewas dalam dua insiden penembakan massal di kota perbatasan dengan Meksiko, El Paso, Texas, dan di Dayton, Ohio, Amerika Serikat.

Jumlah luka-luka di dua penembakan massal ini lebih dari 52 orang.

Dalam penembakan di El Paso, 20 orang meninggal dunia dan aparat penegak hukum setempat mengatakan pelakukanya akan dihukum mati.

Jaksa Distrik Barat Texas, John Bash, juga menyatakan bahwa "kami menangani kasus ini sebagai kasus terorisme dalam negeri".

Serangan tersebut tampak "dirancang untuk mengintimidasi, setidaknya, masyarakat sipil," tambahnya.

Sementara itu, gubernur Texas Greg Abbott menyebutnya sebagai "salah satu hari paling mematikan dalam sejarah Texas".

Pembantaian itu terjadi di toko swalayan Walmart dekat Cielo Vista Mall, beberapa mil dari perbatasan AS-Meksiko.

Polisi telah menahan seorang pria berusia 21 tahun. Mereka mengatakan, tersangka adalah penduduk kota Allen di wilayah Dallas, sekitar 650 mil (1046km) timur dari El Paso.

Media AS melaporkan nama pria itu adalah Patrick Crusius. Kepada polisi, ia mengaku beraksi sendiri.


 


Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria yang diduga sebagai penembak di El PasoHak atas fotoAFP
Image captionRekaman CCTV yang menunjukkan terduga pelaku penembakan telah tersebar.

Gambar CCTV yang disebut menunjukkan pelaku penembakan dan disiarkan di media AS menunjukkan seorang pria mengenakan kaus warna hitam, mengenakan penutup telinga, dan mengacungkan senapan serbu.

Identitas para korban belum diungkap. Namun, Presiden Meksiko Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga warga Meksiko telah tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan tersebut, lansir kantor berita Reuters.

Serangan ini terjadi kurang dari sepekan sejak seorang remaja menembak tiga orang di festival kuliner di California.

Penembakan di Texas telah dijuluki sebagai insiden penembakan paling mematikan kedelapan dalam sejarah AS modern.

"Kami sebagai negara bagian bersatu mendukung para korban ini dan anggota keluarga mereka," kata Abbott.

"Kita harus melakukan satu hal hari ini, satu hal besok, dan setiap hari setelah ini - kita harus bersatu."

Polisi dan FBI menyelidiki apakah "manifesto" nasionalis kulit putih yang dibagikan secara anonim di sebuah forum internet adalah karya si pelaku penembakan. Dokumen tersebut mengatakan serangan itu menyasar komunitas Hispanik lokal.

Connor BettsHak atas fotoCBS NEWS
Image captionConnor Betts diidentifikasi sebagai pelaku penembakan di Dayton, Ohio

Sementara itu, pada penembakan yang terjadi di Dayton, Ohio, Minggu (4/8) dini hari, beberapa belas jam setelah penembakan di El Paso, sembilan orang dinyatakan tewas, termasuk adik perempuan dari pelaku.

Connor Betts, 24 tahun, yang diidentifikasi sebagai pelaku penembakan, melangsungkan aksinya menggunakan senapan serbu sambil mengenakan pelindung tubuh di luar klub malam setempat, Ned Peppers.

Hingga kini, motifnya belum diketahui. Namun, polisi tidak menemukan adanya indikasi "motif bias" terhadap kelompok tertentu dalam penembakan tersebut.

Pelaku tewas ditembak polisi saat mencoba menerobos masuk ke dalam klub malam itu.

Apa yang terjadi

Kepala Polisi El Paso Greg Allen mengatakan laporan tentang penembakan diterima pada pukul 10:39 waktu setempat (23:39 WIB), dan petugas penegak hukum tiba di tempat kejadian enam menit kemudian.

Saat itu, Walmart penuh dengan pembeli yang membeli perlengkapan sekolah pada saat serangan.

Si pria berusia 21 tahun adalah satu-satunya tersangka yang ditahan atas serangan itu, dan polisi mengatakan tidak ada petugas yang melepaskan tembakan ketika menangkapnya.

Allen mengatakan para korban terdiri dari warga berbagai usia. Ia menggambarkan situasinya sebagai "mengerikan".

Departemen Kepolisian El Paso sebelumnya mengirim twit yang mengatakan bahwa sumbangan darah "sangat dibutuhkan".

EL PASO POLICE DEPT @EPPOLICE: "Blood needed urgently. Multiple injured transported to various hospitals. Blood donation centers Vitalent Blood Services at 424 s Mesa Hills and 133 N Zaragoza".

Kianna Long mengatakan ia sedang di dalam Walmart bersama suaminya ketika mendengar suara tembakan.

"Orang-orang panik dan berlari. Mereka mengatakan ada penembak," kata Long kepada kantor berita Reuters. "Mereka berlari sambil menundukkan kepala, orang-orang berjatuhan di lantai."

Long mengatakan dia dan suaminya berlari melalui ruang stok kemudian berlindung bersama pelanggan lain.

Kianna Long (kanan) dipeluk oleh seorang saudaranya.Hak atas fotoEPA
Image captionKianna Long, kanan, bercerita tentang kepanikan di Walmart ketika penembakan terjadi.

Saksi mata lain, Glendon Oakly, mengatakan kepada CNN bahwa ia sedang berada di sebuah toko alat olahraga di dalam pusat perbelanjaan terdekat ketika seorang anak berlari ke dalam "memberi tahu kami ada penembak di Walmart".

Oakly mengatakan tidak ada yang menanggapi klaim anak itu dengan serius, tapi hanya beberapa menit kemudian ia mendengar dua tembakan.

"Yang saya pikirkan hanyalah menyelamatkan anak-anak," katanya.

Para pelanggan Walmart keluar gedung sambil mengangkat tangan setelah penembakan massal di El Paso, Texas.Hak atas fotoREUTERS
Image captionPara pelanggan yang syok keluar gedung sambil mengangkat tangan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston, Texas menyatakan lewat sebuah twit bahwa terdapat 11 warga negara Indonesia di El Paso.

Semua WNI itu dalam keadaan selamat.

Sebelumnya, KJRI Houston mengimbau seluruh WNI yang berada di sekitar El Paso untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi penembakan aktif.

Indonesian Consulate @houstonKJRI: "KJRI Houston menyampaikan duka mendalam kepada korban dan keluarga korban penembakan di El Paso. Jumlah WNI di El Paso, TX adalah 11 org. Berdasarkan komunikasi kami dgn simpul masyarakat, seluruh WNI di El Paso dalam kondisi aman. #NegaraMelindungi".

Reaksi luas

Penembakan massal terbaru di Amerika Serikat ini telah mengundang curahan simpati, tapi juga memantik seruan baru untuk regulasi senjata api.

Presiden Donald Trump - seorang pembela hak senjata - tetap netral; ia berkata di Twitter bahwa laporan yang berasal dari El Paso "sangat buruk, banyak yang terbunuh".

Walmart mengirim twit yang mengatakan bahwa mereka "terkejut atas peristiwa tragis ini" dan sedang "bekerja sama dengan penegak hukum".

Walmart @Walmart: "We're in shock over the tragic events at Cielo Vista Mall in El Paso, where store 2201 & club 6502 are located. We're praying for the victims, the community & our associates, as well as the first responders. We're working closely with law enforcement & will update as appropriate."

Calon presiden dari Partai Demokrat Beto O'Rourke meninggalkan acara kampanye di Las Vegas untuk kembali ke kota asalnya.

Sebelumnya, ia berbicara di sebuah forum buruh, mengatakan kepada hadirin bahwa penembakan ini menghancurkan ilusi bahwa reformasi undang-undang senjata di AS akan "terjadi dengan sendirinya".

"Kami tahu ada banyak yang terluka, banyak yang menderita di El Paso sekarang," ujarnya.

Kandidat presiden Demokrat lainnya juga menanggapi penembakan ini dengan seruan untuk regulasi senjata.

Salah satu dari mereka adalah Senator New Jersey Cory Booker; ia mengatakan bahwa AS tampaknya "menerima gagasan bahwa [penembakan] ini akan menjadi kejadian biasa".

Namun Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengatakan, pengaturan senjata mungkin tidak akan menghentikan serangan ini.

Ia menambahkan bahwa jika seorang pria "gila" bersenjata melancarkan serangan seperti ini, tidak mungkin petugas penegak hukum bisa berada di sana untuk menghentikannya.

"Cara terbaik adalah bersiap untuk membela diri," katanya kepada CBS News.

A map shows the location of the shooting



Presiden Donald Trump mengatakan "sikap penuh kebencian tidak memiliki tempat" di AS menyusul tewasnya 29 orang dalam dua insiden penembakan massal pada akhir pekan lalu, di tengah tuduhan bahwa dirinya seharusnya bertanggung jawab.

Dalam serangan di El Paso, 20 orang meninggal dunia, sementara sembilan orang tewas dalam penembakan di Dayton, Ohio

Trump mengatakan "mungkin lebih banyak yang harus dilakukan" untuk menghentikan serangan seperti itu.

Tetapi para kritikus mengatakan Trump merupakan bagian dari masalah, karena retorikanya anti-imigran dan penolakannya terhadap upaya mengontrol kepemilikan senjata.

Seorang pria kulit putih berusia 21 tahun yang ditangkap atas insiden penembakan hari Sabtu di Texas diyakini telah mengunggah dokumen di dunia maya yang menyebut serangan itu sebagai respons terhadap "invasi Hispanik" di negara itu.

Motif pria bersenjata di Ohio, yang membunuh saudara perempuannya dan delapan orang lainnya pada Minggu sebelum ditembak mati oleh polisi, masih belum jelas.

Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan penembakan massal perlu dihentikan.

"Ini telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara kami dan kami harus menghentikannya," katanya.

Dia kemudian menghubungkan kedua serangan itu dengan "masalah penyakit mental", dengan menyebut bahwa orang-orang bersenjata itu "sangat, sangat sakit mental".(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Amerika Serikat
 
  Dua Penembakan Massal di Amerika Serikat Setidaknya 29 Orang Tewas
  Gunakan hak veto, Trump Loloskan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Senilai Rp113 T
  Penutupan Pemerintah AS: Mengapa Presiden Trump Mengalah
  Berkunjung ke Perbatasan AS-Meksiko, Trump Perkeras Ancaman Soal Tembok
  Legislator Minta RI Waspadai AS Bangun Pangkalan di Papua Nugini
 
ads

  Berita Utama
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR

Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi

DPR RI Pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK Baru Periode 2019-2023

BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang

 

  Berita Terkini
 
DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU MD3

RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR

Festival Budaya Bahari Internasional Bakal Digelar di Pulau Tidung

Gubernur Anies Gowes Sepeda Temui Anak Yatim di Ancol

Biro Kepegawaian Kejaksaan Optimalkan Pola IT Menuju Zona Integritas

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2