Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Proyek SPAM Sungai Kapih
Dua Tersangka Kasus Korupsi Proyek SPAM Sungai Kapih Dilimpahkan ke Pengadilan
2017-06-06 17:07:47
 

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Samarinda Darwus Burhamsyah.(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Dugaan korupsi Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih Samarinda tahap I dengan menggunakan APBD Kota Samarinda senilai Rp 77.8 Milyar serta ditahannya Samuel C Herland selaku pelaksana proyek PT. Relis dan PT. Cahaya Pengajaran Abadi (PT CPA) dan Syaifullah seorang Kasi pada Cipta Karya kota Samarinda selaku PPTK, keduanya ditahan Kejaksaan Negeri Samarinda sejak Senin (27/3) lalu, kini kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Samarinda Darwus Burhamsyah kepada pewarta BeritaHUKUM.com di ruang kerjanya pada, Selasa (6/6) mengatakan bahwa, dugaan korupsi proyek SPAM Sungai Kapih dengan tersangka Samuel C Herlan dan Syaifullah agendanya hari ini masuk ketahap dua, dilimpahkan ke Pengadilan, jelas Darwis.

"Sesuai jadwal kasus digaan korupsi SPAM hari ini masuk tahap dua, jadi hari ini kita limpahkan ke Pengadilan. Minggu depan sudah penentuan jadwal sidang," ujar Darwis, Selasa (6/6).

Untuk di ketahui bahwa, proyek pekerjaan SPAM Sungai Kapih yang dikerjakan sejak 27 September 2012 hingga 24 Juli 2014 dianggarkan dengan system multi year.

Pembayaran atas pekerjaan tersebut telah direalisasikan sebesar Rp 73.994.549.050 atau 95 persen dari nilai kontrak, dan atas sisa pembayaran 5 persen tersebut atau Rp 3.894.449.950 merupakan jaminan pemeliharaan.

Hasil temuan BPK atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 1,13 milyar meliputi; Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Rp 138.100.179, pekerjaan ground reservoir dan ruang pompa Rp 834.150.102, bangunan operasi dan gudang kimia Rp 57.209.908, pekerjaan landscape Rp 85.770.975, dan pekerjaan bangunan penunjang Rp 14.994.377.

Namun sebelumnya, Syaifullah selaku PPTK proyek pembangunan SPAM Sungai Kapih, yang dikonfirmasi pewarta, Selasa (4/1) lalu mengatakan bahwa, proyek yang dikerjakan PT. Relis dan CEO PT CPA bukan kekurangan volume yang ditemukan BPK, namun pekerjaan selesai dan kita lakukan final quantity tidak sesuai yaitu senilai Rp 1,3 milyar. Namun, setelah BPK masuk melakukan audit, ada material yang sudah dibeli untuk maintenance namun belum digunakan, sehingga temuannya senilai Rp 1,13 Milyar, jelas Syaifullah.

"Saya tegaskan bahwa, bukan kekurangan volume karena tidak dikerjakan, setelah kita lakukan finalty quantity senilai Rp 1,3 milyar dan setelah itu BPK masuk, temuannya Rp 1,13 milyar dengan bahasanya kelebihan pembayaran, namun dana tersebut kita belum bayar," ungkap Syaifullah.

Syaifullah juga menegaskan bahwa, dengan temuan BPK tersebut telah diselesaikan pembayarannya dan telah disetorkan ke kas negara, pembayarannya dengan cara memotong langsung sisa pembayaran PT. Relis pada sekitar akhir bulan Nopember 2015 yang lalu.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Kejari Samarinda
 
  Aturan Kasub BIN Kejari Halangi Tugas Wartawan, Prof. La Sina: Sikap Jaksa Melanggar Perundangan
  Kasub BIN Terapkan Aturan Menghambat Tugas Wartawan, Dilarang Bawa Smartphone di Kejari Samarinda
  Kejari Samarinda Kumpulkan Camat dan Lurah Sosialisasi Penggunaan Dana Desa
  Untuk Meringankan Hukuman, Kedua Terdakwa Membuang Bayi Menikah di Musholla Kejari Samarinda
  Janji Oknum Jaksa Meleset, istri Terdakwa akan Lapor Kajati
 
ads

  Berita Utama
Pidato Anies Baswedan, Luhut Binsar Panjaitan dan Nasib Reklamasi

Polri dan Ditjen Bea Cukai Menangkap 4 Anggota Sindikat Sabu Jaringan Malaysia - Aceh - Medan

Anies-Sandi Resmi Menjabat, Lulung Berharap Anies-Sandi Sukses Jalin Komunikasi dengan DPRD

Yunahar: Tidak Boleh Menyebarkan Berita Bohong Walau Niatnya Baik

 

  Berita Terkini
 
Menko Perekonomian Akui Realisasi Penerimaan Pajak Belum Sesuai Harapan

Pidato Anies Baswedan, Luhut Binsar Panjaitan dan Nasib Reklamasi

Uni Eropa Dijadwalkan Siap Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Korea Utara

Perppu Ormas Bertentangan dengan Prinsip Demokrasi

Pimpinan DPR dan Presiden Diminta Cari Solusi terkait Menteri BUMN

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2