Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Sampah Plastik
Dyah Roro Dorong Pemerintah Serius Tangani Sampah Plastik
2019-10-17 07:47:31
 

Anggota DPR Dyah Roro Esti Widya Putri.(Foto: Jaka/jk)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengelolaan sampah plastik merupakan permasalahan signifikan bukan hanya di Indonesia, tapi hampir seluruh negara di dunia. Masalah lingkungan hidup tersebut harus segera ditangani secara serius oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia masuk ke dalam peringkat "second largest plastic polluter in the world" setelah China.

Menurut riset World Bank, tiap individu di Indonesia menghasilkan 0,8 sampai 1 kilogram plastik per hari. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dyah Roro Esti Widya Putri, saat diwawancarai Parlementaria, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10).

"Kalau kita bicara mengenai plastik, ini kan sebuah fenomena yang sangat luar biasa, karena dampaknya itu masif sekali. Maka, pemerintah harus secara aktif menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang plastik sembarangan yang dapat merusak lingkungan," ujar Dyah Roro.

Legislator Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, ketika sampah plastik dibuang secara sembarangan, maka berdampak sangat serius terhadap ekosistem, bukan hanya di darat, tapi juga di laut. Mengingat, sampah plastik tidak bisa terurai begitu saja dalam waktu sekejap, namun memakan waktu yang sangat panjang.

Tak sampai di situ, tutur salah satu inisiator Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia ini, sampah plastik yang berujung sampai di laut berpotensi besar berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Sebab menurutnya, sampah plastik tersebut sangat mungkin termakan oleh ikan yang kemudian ikan tersebut nantinya dikonsumsi oleh masyarakat.

"Tentunya, masyarakat yang mengonsumsi ikan akan juga turut mengonsumsi dari isi komponen ikan tersebut. Maka, ada dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Ketika ada dampak terhadap kesehatan dapat membuat masyarakat tidak lagi produktif, sehingga mengurangi kinerja dan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia" ungkapnya.

Untuk itu, Dyah Roro mengungkapkan, ia selalu mendorong kepada masyarakat luas khususnya generasi muda agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan sekitar. Karena, ketika masyarakat sudah tidak lagi peduli dengan lingkungannya, maka sama halnya masyarakat itu tidak peduli dengan dirinya sendiri serta masa depannya.

"Jadi, hal-hal berkaitan dengan kesehatan lingkungan seperti ini harus kita sadari bersama. Jangan sampai, isu-isu seperti ini dianggap sepele. Padahal, efeknya sangat luas terhadap manusia dan kehidupan di dunia ini," pesan legislator dapil Jawa Timur X itu.(pun/sf/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Din-Rachmat dan Sinergi Muhammadiyah-NU di KAMI

Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pilpres AS: Siapa Capres yang Diinginkan Menang oleh China, Iran, dan Rusia?

Dewan Pers Indonesia Kecam Intimidasi Oknum Polisi Terhadap Jurnalis DailyKlik

Din-Rachmat dan Sinergi Muhammadiyah-NU di KAMI

Kecam Sikap Vanuatu di Sidang Umum PBB, Wakil Ketua MPR: Vanuatu Mencederai Hubungan Diplomatik

DPR Sahkan RUU Bea Meterai, Tarif Jadi Rp 10.000

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2