Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Kaur
Ekonomi Sulit, Harga Jual Hasil Pertanian Turun, Masyarakat Kinal Terpaksa Bikin Lantung
2018-10-02 05:18:39
 

Tampak warga masyarakat saat membuat kerajinan dari kulit pohon.(Foto: BH /aty)
 
KAUR, Berita HUKUM - Masyarakat beberapa desa di kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur yang kehidupannya semakin sulit mendapatkan pekerjaan terpaksa hanya bisa membuat Lantung. Lantung salah satu bahan kerajinan tangan, yang berasal dari kulit pohon. Setelah diolah Lantung bisa digunakan sebagai bahan kerajinan, seperti Tas, Lampion dan jenis kerajinan lainnya.

Sejak enam bulan terakhir ini, terlihat masyarakat ramai-ramai berjejeran dipinggir jalan untuk membuat bahan kerajinan Lantung, seperti yang tampak di desa Papahan, desa Pinang Jawa 1, desa Pinang Jawa 2, desa Talang Berangin, desa Gunung Terang, desa Talang Padang, desa Gunung Megang dan desa Talang Berangin.

Warga masyarakat sangat mengeluhkan kondisi ekonomi yang kian sulit, karena dari beberapa harga jual hasil Pertanian harganya yang turun, semula pada 2014 harga Karet mencapai sekitar Rp.10.000 - Rp.18.000/ kg kini harga Karet hanya Rp. 6.500,-/kg nya, Sementara harga Kelapa Sawit di tahun 2014 yang mencapai Rp.1.100,- Rp.1200/ kg nya, saat ini sawit harganya jatuh hanya Rp. 650/ kg.

Akibat hal seperti inilah, terpaksa masyarakat mencari jalan alternatif untuk bertahan hidup maka masyarakat banyak beralih membuat bahan kerajinan kulit Lantung tersebut demi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari .

Menurut Nelsen salah seorang warga desa Papahan kecamatan Kinal, kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu mengatakan bahwa, "sejak 6 bulan terakhir ini masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, agar mampu memenuhi kebutuhan keluarga dalam sehari - hari," ungkapnya.

Dengan sulitnya ekonomi saat ini, membuat Nelsen beserta keluarga dan masyarakat kecamatan Kinal banyak beralih dengan membuat bahan kerajinan Lantung.

Nelsen menambahkan, "dari hasil penjualan satu lembar bahan kerajinan Lantung senilai Rp. 8.000,- dalam kualitas yang nomor satu, sementara kualitas nomor dua Rp.7.000,- dan kualitas paling murah Rp. 5.000," ujarnya, Senin (1/10).
.
Dalam satu hari dapat dikalkulasikan para warga maksimal mendapat sekitar Rp.120.000,-/ harinya, namun bila hasil bahan kerajinan yang didapat memiliki kualitas rendah, para petani tersebut hanya bisa mendapatkan Rp. 40.000,-/ harinya," jelas Nelsen.(bh/aty)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T

 

  Berita Terkini
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional

Tiga Calon Sekjen KPK Akan Jalani Wawancara

Bareskrim Polri Musnahkan Barang Bukti 137 Kg Sabu-Sabu

Mulai Menyadap WhatsApp

Rahmawati Husein, Wakili Asia Tenggara dalam Sidang Dewan Pengarah PBB

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2