Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Pileg
Empat Karakter Caleg Berpotensi pada Pileg 2019
2018-05-25 21:03:18
 

 
Oleh: Zulkifli BI S.Sos,. M.Si

MOMENTUM PEMILU Legislatif 2019 tahun depan ada beberapa karakter yang perlu dipertimbangkan jika dikaji dengan kepentingan umum untuk bakal calon legislatif.

Bagi bakal calon legislatif yang ingin mencoba bertarung 4 April mendatang bisa melaksanakan langkah langkah untuk mewujudkannya sebagai wadah pembelajaran bagi pribadinya dan masyarakat dengan demikian anggota legislatif yang terpilih nantinya bisa menjadi harapan masyarakat lima tahun kedepan, bermoral dan bertanggung jawab terhadap masyarakat atau konstituen yang diwakilinya.

Upaya untuk melakukan pendidikan politik yang sehat, jujur dan cerdas modal utama bagi bakal calon legislatif baik DPRK, DPRA, DPR RI dan DPD dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kesiapan masyarakat untuk menghadapi pemilu dengan tenang.

Pemuda

Kenapa pemuda, karena Allah memberikan keistimewaan yang begitu besar pada para pemuda.

Iya, kita. Usia, kesempatan belajar, idealisme, dan energi, itu semua milik para pemuda. Tak hanya itu, Allah juga menganugerahkan kita kekuatan intelektual, ingatan, dan analisa yang tajam. Jika dilihat dari kepentingan, pemuda, sedikit sekali kepentingan pribadi lantaran beban tanggung jawab masih sangat sedikit. Dari situlah kita bisa melihat pemuda dan perlu diberikan tanggung jawab lebih.

Berpendidikan

Orang berpendidikan adalah orang yang telah mengalami proses belajar yang menghasilkan kemampuan mental yang baik dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan pribadi dan kehidupan intelektualnya.

kemampuan berpikir umum yang terlibat dalam membangun pengetahuan dan pengetahuan mengkritisi, kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan ber bahasa sederhana dan mudah dipahami. kemampuan untuk belajar secara mandiri untuk berpikir, mencerna, mengkritisi, dan membangun suatu pengetahuan/informasi.
Jika legislatif mempunyai pendidikan sudah otomatis memiliki beberapa karakter yang nantinya mudah dan leluasa dan sosial kemasyarakatan.

Organisatoris

Organisasi sebagai perkumpulan sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Maka tidaklah salah kalau Organisasi dijadikan wadah yang tepat untuk mengembangkan setiap orang (khususnya remaja) menjadi dirinya sendiri yang berkepribadian.

Orang yang berorganisasi tentunya akan lebih berani berbicara di depan umum tanpa ada kegugupan karena mereka sudah terbiasa berbicara di tengah-tengah keramaian. Keberanian, kepercayaan diri, empati, mudah bergaul, Mudah beradaptasi dan keterbukaan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi sebagai keterwakilan masyarakat. Jika para organisatoris menjadi legislator tentunya tidak diragukan lagi akan kemampuan yang diemban.

Berpikir Positif (Qona'ah)

Rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki sehingga jauh dari sifat kurang yang berlebihan. Orang qona'ah giat bekerja atau berusaha dan bila hasilnya kurang memuaskan, rela menerima dengan syukur kepada Allah. Hikmah qona'ah adalah simbol rasa tentram dalam hidup, sehingga terhindar dari sifat serakah dan tamak. Orang orang yang memiliki qona'ah tidak akan mementingkan kepentingan pribadi yang berlebihan, didalam dunia politisi Tampa imam akan dipolitisasi apapun yang menjadi keuntungan pribadi maupun kelompoknya.

Untuk pemilu legislatif 4 April 2019 kita mengajak partai politik itu memilih caleg yang mewakili partainya memiliki beberapa karakter yang diatas, sehingga apabila caleg terpilih menjadi legislatif bisa diandalkan dan tidak perlu dikhawatirkan lagi, dan apabila karakter itu dimiliki maka masyarakat juga leluasa mempercayakan kepercayaan kepada pribadi legislator tersebut.

Penulis adalah Koordinator Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Kabupaten Pidie dan penerima the Frazi Award 2017. Aktif sebagai Wakil Ketua KNPI Pidie dan Kader HMI. Saat ini dosen Unigha Pidie.)wa/bh/sul)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan

Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

 

  Berita Terkini
 
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Kompolnas Apresiasi Baharkam Polri Gunakan Pesawat CN295

Prajurit TNI-Polri Harus Dapat Meredam Isu Jelang Pemilu 2019

Program 'Satu Juta Umat Mandiri', AXA Mandiri Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

Implementasi Ilmu Forensik dalam Proses Penegakan Hukum

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2