Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
FBI
FBI Menyelidiki Dugaan Campur Tangan Rusia dalam Pilpres AS
2017-03-21 18:17:56
 

James Comey menjelaskan penyelidikan mencakup kaitan antara individu-individu dalam tim kampanye Trump dengan pemerintah Rusia.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Direktur Badan Penyidik Federal Amerika Serikat, FBI, untuk pertama kali mengukuhkan FBI sedang melakukan penyelidikan atas dugaan campur tangan pemerintah Rusia dalam pemilihan presiden 2016 lalu.

Kepada Komite Intelijen Kongres AS, James Comey, menjelaskan penyelidikan mencakup kaitan antara individu-individu dalam tim kampanye Trump dengan pemerintah Rusia.

Selain itu juga diselidiki apakah ada koordinasi antara tim kampanye Trump dan Rusia serta apakah ada pelanggaran hukum yang terjadi.

Presiden Donald Trump membantah tuduhan kolusi itu.

"Tidak ada bukti dari kolusi Trump-Rusia dan tidak ada bukti skandal Trump-Rusia," seperti ditegaskan dalam satu pernyataan resmi Gedung Putih.

Pemerintah Rusia sudah membantah mereka berupaya untuk mempengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat pada November 2016 lalu.

FBI, NSA, Rogers, Kongres ASHak atas fotoAFP/MANDEL NGAN
Image captionDirektur NSA, Laksamana Mike Rogers (kanan), juga memberikan keterangan kepada Komite Intelijen Kongres AS.

Tanpa jadwal waktu

Menurut Comey penyelidikan itu 'amat rumit' dan dia tidak bisa memberikan rincian kepada komiter yang belum diketahui masyarakat umum.

Dia menambahkan tidak bisa memberikan jadwal waktu berakhirnya penyelidikan. "Kami akan mengikuti fakta-fakta kemanapun mereka mengarah."

Trump, New YorkHak atas fotoEPA/PORTER BINKS
Image captionFBI dan NSA mengatakan tidak ada bukti bahwa Trump Tower disadap, seperti disebut Presiden Trump dalam pesan Twitter.

Selain Comey, Direktur Badan Keamanan Nasional, NSA, Laksamana Mike Rogers juga memberikan keterangan kepada Komite Intelijen Kongres AS.

Dia mengatakan NSA tetap dalam posisi sesuai laporan komunitas intelijen pada bulan Januari bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan kampanye untuk mengganggu kampanye saingan Trump, Hillary Clinton.

Baik Comey dan Rogers sama-sama membantah pesan Tweeter dari Presiden Trump awal bulan ini yang menyatakan Presiden Barack Obama memerintahkan penyadapan atas Trump Tower.

Comey mengatakan tidak punya informasi yang mendukung pesan itu, begitu juga Departemen Kehakiman.

Dia menegaskan tidak ada individu di Amerika Serikat -termasuk presiden- yang bisa secara sepihak memerintahkan penyadapan elektronik atas seseorang namun harus mengajukannya untuk ditetapkan oleh keputusan pengadilan.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Amerika Serikat
 
  Uni Eropa dan Kanada Bersiap Lancarkan Perang Dagang dengan AS
  'Serangan Sinar Laser' atas Pilot AS, Pentagon Menuduh Cina
  3 Milisi AS Dinyatakan Bersalah Berencana Ngebom Masjid di Amerika
  Perang Dagang AS-China Bisa Berlangsung Lama
  Para Selebrity dan Ratusan Ribu Demonstran Tuntut Pengetatan Senjata Api
 
ads

  Berita Utama
Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan

 

  Berita Terkini
 
Dirlantas PMJ Tengah Membahas Pemotor Masih Menerobos JLNT Casablanca

Pengamat: Kontroversi Komjen Pol Iriawan Bisa Jadi Faktor Kemenangan No Urut 3 Asyik

Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Polisi Memburu Penyuplai Sabu yang Dibawa Oknum PNS Mabes Polri ke Sel

Tepis Usulan Pengangkatan Iriawan, Jokowi Seharusnya Pecat Mendagri

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2