Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kekerasan Terhadap Wartawan
FMIG Kecam Tindakan Oknum Brimob Lakukan Kekerasan terhadap Wartawan Antara
2017-06-19 16:28:39
 

Detik detik penganiayaan Wartawan Antara oleh oknum Brimob.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah pada akhir Mei 2017 lalu, seorang oknum petugas protokoler di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mencekik dan memaki wartawan Rakyat Merdeka Online (RMOL) Bunaiya Fauzi Arubone di acara Kementerian tersebut, lalu kini terbaru pada Minggu kemarin, wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara atau Antaranews bernama Ricky Prayoga kembali menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh aparat hukum. Kali ini dilakukan oleh seorang oknum Polri dari anggota Brimob yang bertugas pada acara pertandingan bulu tangkis BCA Indonesia Open di Jakarta Convention Centre (JCC), di Jakarta Pusat pada, Minggu (18.6).

Nampaknya seakan arogansi dan tindakan kekerasan yang dilakukan petugas kepada wartawan kembali masih saja terus terjadi, menurut pernyataan pers dari DPP Federasi Media Informatika dan Grafika Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FMIG SBSI).

Maraknya tindakan kekerasan terhadap wartawan dan pekerja media belakangan ini, tidak bisa didiamkan begitu saja.

Oleh karena itu, Dewan Pengurus Pusat Federasi Media, Informatika dan Grafika Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP FMIG) mengecam tindakan aparat dan petugas yang dengan semena-mena melakukan kekerasan terhadap wartawan.

Wakil Ketua Umum Federasi Media, Informatika dan Grafika Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FMIG DPP SBSI) Jhon Roy P Siregar menyampaikan, tidak cukup hanya mengecam tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi kepada wartawan seperti itu, namun harus diproses secara fair dalam proses hukum yang berlaku.

"Kita mengecam tindakan aparat seperti itu. Tidak cukup hanya kecaman, tindakan itu harus diproses hukum. Arogansi dan kesewenang-wenangan aparat harus diproses. Negara ini negara hukum," ujar Wakil Ketua Umum Federasi Media, Informatika dan Grafika Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FMIG DPP SBSI) Jhon Roy P Siregar, dalam keterangan persnya, Senin (19/6).

Dia menegaskan, wartawan bertugas dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Karena itu, kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Undang Undang juga harus dijunjung tinggi.

"Jika aparat penegak hukum seperti oknum Brimob yang melakukan kekerasan terhadap kawan wartawan 'Antara' Ricky itu dibiarkan, maka kemerdekaan pers sedang terancam di Republik ini. Itu harus dilawan, dan harus diproses hukum. Tidak bisa semena-mena dalam menghadapi masyarakat," ujar Jhon Roy.

Karena itu, dia mengajak semua perusahaan pers, organisasi pers, dan media massa di Indonesia, untuk bersama-sama menegakkan kemerdekaan pers dengan melawan tindak kekerasan yang kian marak terjadi kepada wartawan dan pekerja media.

"Aparatur yang sehat ialah aparatur yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers, berhentilah bertindak arogan. Dan proses hukum dikedepankan dengan fair," ujarnya.

Pria yang juga bekerja sebagai wartawan di media massa nasional ini menegaskan, Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia harus segera memroses dan menindak aparaturnya yang bertindak arogan dan melakukan kekerasan terhadap wartawan.

"Pak Kapolri jangan anggap remeh kejadian-kejadian kekerasan yang dialami wartawan. Kapolri mesti bertindak mengurus dan menindak anak buahnya yang arogan dan masih sarat dengan tindakan kekerasan. Kami minta oknum Brimob itu diproses hukum," pungkasnya.

Sementara, berdasarkan kronologis kejadian menurut Ricky Prayoga alias Yoga, "saya datang ke lokasi venue Jakarta Convention Centre (JCC) sekitar pukul 15:00. ketika itu pertandingan pertama final indonesia terbuka 2017. karena masih bermain saya berniat menuju atm dulu untuk melakukan transaksi.

Ketika dalam perjalanan menuju atm, saya berjalan di belakang spg2, dan para bapak2 brimob yang awalnya melihat ke spg tersebut, mungkin secara tidak sengaja melihat saya, ketika itu saya beradu pandang dengan salah satu petugas bernama adam. saya berusaha memalingkan pandangan tapi ketika saya melihat lagi dia masih melihat ke arah saya dengan mengikuti sampai berjarak beberapa langkah.

Saya dalam posisi baru datang mengira ada yang salah dengan penampilan saya langsung bertanya "ada apa mas, apa ada yang salah dengan penampilan saya" karena saya berpikir mungkin ada kotoran di wajah saya.

Namun bukan jawaban yang mengenakan yang saya dapat "Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat? pukimai kau!! kalau tidak mau dilihat jangan jadi manusia" kata adam tersebut.

Saya tidak tahu artinya kata2 tersebut apa namun saya konfirmasi. ketika konfirmasi tersebut adam dan tiga orang berusaha mengamankan saya layaknya seorang maling.

Saya difiting, berusaha dibenturkan ke tripleks dan berusaha dibanting.

Saya berusaha melesapkan diri dan menanyakan "apa maksudnya ini"

Mereka bilang "amankan saja bikin onar ini orang melawan petugas"

Saya tanya melawan apa.

Adam bilang "kau nantang2 petugas, kukokang juga kau" sambil berusaha mengacungkan senjata laraspanjangnya ke arah saya.

Di situ sudah ada beberapa kawan media yang sempat melihat dan memvideokan dari kumparan (alan), suara (adi), metro tv news (krisna), indosport (zaenal).

Selepas itu, saya berusaha dibawa ke pos polisi, tapi saya menolak. akhirnya karena dekat dengan media centre, saya menuju ke sana masih dengan berusaha dipegang2.

Di sana saya berusaha didamaikan panitia, namun ketika itu salah satu rekan adam bilang "sikap lu nantangin bro. ayok kita selesaikan di luar lu lepas id lo dan gw lepas seragam gw"

Akhirnya keadaan mulai tenang setelah pak Dwi (brimob senior) yang kemungkinan bertugas di petamburan datang dan berusaha memediasi.

Akhirnya saya dan adam berjabatan tangan setelah saya dengan pak dwi, namun bapak adam ini menyalami saya tanpa melihat saya dan rekan2nya langsung meninggalkan tempat tanpa satu katapun. terkecuali pak dwi dan rombongannya.

Lihat Video Anggota Brimob Intimidasi Wartawan LKBN Antara Klik Disini.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Kekerasan Terhadap Wartawan
 
  Kekerasan Terhadap Jurnalis Dampak Ketidaksempurnaan UU No 40/1999 tentang Pers
  4 Polisi Tersangka Kekerasan Terhadap Wartawan Banyumas Dibawa ke Polda Jateng
  FMIG Kecam Tindakan Oknum Brimob Lakukan Kekerasan terhadap Wartawan Antara
  Wartawan Ranu Tak Terbukti Bersalah, JITU Apresiasi Majelis Hakim
  Pegawai Kementerian PUPR Cekik dan Hina Wartawan
 
ads

  Berita Utama
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM

4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

 

  Berita Terkini
 
Haedar: Muhammadiyah Organisasi Tengahan yang Kokoh pada Prinsip

Puluhan Ribu Anak Dirundung-Seksual di Gereja, Sekolah dan Klub Olahraga Australia

Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM

MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok

MK Tolak Uji Aturan Pemakaian Toga di Pengadilan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2