Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertumbuhan Ekonomi
Fahri Hamzah Ragukan Statistik Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi
2018-08-08 07:50:33
 

Fahri Hamzah didampingi (ki-ka) Prof. Rochmin Dahuri, Dr. Fuad Bawazier, Dr. Saleh Partaonan Daulay dan Gianto, SE.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kesejahteraan yang merata kepada seluruh warga negara menjadi tujuan utama bernegara, bukan hanya sekedar progres angka statistik. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam buku 'Mengapa Indonesia Belum Sejahtera' yang baru diluncurkannya menyampaikan, angka-angka statistik kesejahteraan yang tersaji selama ini tampak seperti fatamorgana. Baginya kesejahteraan adalah rasa yang dialami secara riil oleh warga negara.

"Inti dari buku ini adalah kenapa statistik seperti berbohong kepada kita, kenapa kita merasakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dikatakan statistik," ungkap Fahri saat memberikan pemaparan dalam peluncuran bukunya di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8).

Dia memaparkan, dalam dua bulan ini pemerintah menggempur publik dengan dua statistik penting, yang pertama mengumumkan angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah ada di satu digit. Lalu yang kedua adalah, adanya pertumbukan ekonomi 5,27 persen. "Nah padahal dua-duanya itu tidak menggambarkan apa yang kita rasakan," ujar Fahri.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu juga menyinggung soal Gross Domestic Product(GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB), yang sudah dikritik lama oleh para pakar sebagai alat untuk berbohong. Menurut Fahri apa yang terdapat dalam GDP tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

"GDP mereka ada pada kegiatan ekonomi yang luar biasa masif, indepth, tapi faktanya sungai kita rusak, hutan kita hancur, polusi udara di mana-mana, kualitas kehidupan yang makin rendah," sesal politisi dapil NTB itu.

Dalam kesempatan itu, buku ini dibedah oleh ekonom Fuad Bawazier, Guru Besar Rokhmin Dahuri dan Tenaga Ahli Kesra DPR RI Gianto. Diskusi ini dimoderatori oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Peluncuran ini pun dihadiri oleh berbagai kalangan. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar pun turut memberikan sambutan sebelum diskusi digelar. Hadir juga Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.(eko/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

 

  Berita Terkini
 
Gatot Nurmantyo: Purnawirawan Harus Bangkit Atau Negara Punah

Ketua DPR: Kita Harus Bangga Maha Karya Indonesia Diakui Dunia

Ribuan Massa dari Banten Sudah Bergerak Ke Gedung MK

BW: Keterangan Saksi Anas 02 dan Anas 01 Sama

Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2