Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Gelombang Panas
Gelombang Panas Menewaskan Hampir 1.500 Orang di Prancis
2019-09-11 11:25:02
 

Sisa-sisa seekor ikan tergeletak di bagian Sungai Loire yang kering di Prancis bagian barat.(Foto: GETTY IMAGES)
 
PRANCIS, Berita HUKUM - Gelombang panas yang mencapai rekor pada Juni dan Juli lalu menyebabkan 1.435 orang meninggal dunia di Prancis, sebut Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn.

Dalam penuturannya, Buzyn berkata setengah dari seluruh orang yang meninggal dunia akibat gelombang panas berusia lebih dari 75 tahun.

Namun, menurut Buzyn, jumlah itu lebih rendah 10 kali ketimbang pada 2003 tatkala gelombang panas menerjang Eropa.

Pada Juni lalu, suhu di Prancis mencetak rekor tertinggi, yaitu 46 derajat Celsius.

Sebulan kemudian, rekor juga tercapai di Paris ketika suhu menyentuh 42,6 derakat celsius.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, sebanyak 567 orang meninggal dunia dalam gelombang panas pertama di Prancis pada 24 Juni hingga 7 Juli.

Pada gelombang panas berikutnya, dari 21 hingga 27 Juli, sebanyak 868 orang lainnya meninggal dunia.

Menurut Buzyn, sebanyak 10 orang meninggal saat berada di tempat kerja.

parisHak atas fotoREUTERS
Image captionMasyarakat mendinginkan tubuh mereka di kawasan Trocadero, Paris, Juli lalu.

Saat musim panas berlangsung, peringatan merah-kategori peringatan paling parah- dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Pada masa itu, banyak acara sekolah dan acara umum dibatalkan guna meminimalkan paparan suhu panas terhadap masyarakat.

Di beberapa kota, taman-taman dan kolam renang tetap dibuka untuk membantu orang-orang menyejukkan tubuh mereka.

Pemerintah kota Paris bahkan membentuk jalur telepon darurat dan menyediakan "ruang-ruang dingin" di sejumlah gedung pemerintah.

Gelombang panas serupa telah memicu kebakaran hutan dan lahan di Spanyol, khususnya daerah Catalan yang mengalami kebakaran terparah dalam 20 tahun.

Suhu panas juga mencapai rekor di berbagai negara Eropa, termasuk Inggris, Belgia, Jerman, Luksemburg, dan Belanda.

Negara-negara yang disebutkan belum merilis data resmi jumlah korban meninggal dunia akibat gelombang panas tahun ini.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa

Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muslim Rohingya Tuntut Keadilan di Mahkamah Internasional: 'Myanmar Harus Bertanggung Jawab Terjadinya Genosida'

Vokalis Roxette, Marie Fredriksson Meninggal Dunia

Hari HAM Internasional, Pemerintah: Saatnya Bangun Kabupaten dan Kota Peduli HAM

LPSK Sebut 3 Langkah Ini Perlu Ditempuh Pemerintah untuk Ungkap Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Pemerintah Harus Jelas Tangani Sampah Plastik

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2