Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilkada
Gerindra Optimis Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) Menang Pilgub Jabar
2018-07-05 07:19:12
 

Ilustrasi. Pasangan Cagub Jawa Barat, Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik).(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Partai Gerindra masih optimis pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang memenangkan Pilgub Jawa Barat 2018.

"Hitung-hitungan kami, pasangan Asyik yang menang," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi kepada redaksi, Rabu (4/7).

"Kami menang di Depok, Bekasi, Bogor, Tasikmalaya dan daerah lain," tambahnya.

Mulyadi berharap kepada semua pihak untuk menghormati proses rekapitulasi yang sedang berlangsung di KPU. Hasil resmi Pilgub Jabar akan diumumkan KPU pada 9 Juli nanti.

Dalam proses rekapitulasi, Mulyadi meminta penyelenggara Pemilu agar menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan ketentuan.

"Kami berharap mereka mengedepankan komitmen dan integritas. Konon, ada pejabat yang merapat ke penyelenggara pemilu," ucapnya.

Terakhir, lanjut Mulyadi, tim Asyik akan menerima apapun keputusan KPU selama itu jujur dan adil. Tetapi kalau ada indikasi kecurangan, mereka akan terus berjuang lewat jalur hukum yang tersedia.

Sementara sebelumnya, Mayoritas hasil survei Pilgub Jawa Barat 2018 tidak ada yang menjagokan pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik). Paslon Asyik hanya ada di urutan ketiga dengan elektabilitas di bawah 10 persen.

Dan hasil hitung cepat (quick qount) pasca pencoblosan 27 Juni, mayoritas lembaga survei menempatkan paslon Asyik yang diusung koalisi Partai Gerinda, PKS dan PAN itu ada di posisi kedua dengan perolehan hampir 30 persen.

Namun, hasil real count internal, paslon Asyik keluar sebagai jawara dengan perolehan suara di atas 30 persen lebih.

Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi mengatakan, pihaknya lebih percaya hitungan internal ketimbang lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Ridwan-Uu.

"Survei itu sudah salah di awal, kenapa kami harus percaya lagi (quick qount)?" ujar Mulyadi kepada redaksi, Selasa (3/7).

Dan kalau masih tetap mempercayai lembaga survei tersebut, lanjut Mulyadi, itu namanya masuk ke jurang yang sama untuk kedua kali.

"Sebenarnya kami tidak mau mengklaim, kami menghormati proses yang dilakukan KPU. Data kami hanya untuk meng-counter opini seolah-olah lembaga survei itu yang benar," terangnya.

Mulyadi berharap, kepada semua pihak untuk menghormati proses rekapitulasi yang sedang berlangsung di KPU. Hasil resmi Pilgub Jabar akan disampaikan KPU pada 9 Juli nanti.(Glg/garudayaksa/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  Cawagub Malut Terpilih Dukung Jokowi Pada Pilpres 2019
  Pleno Rekapitulasi Suara KPU Lampung Tetapkan Arinal-Nunik Pemenang Pilgub
  Gerindra Optimis Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) Menang Pilgub Jabar
  Fenomena Kotak Kosong Pilkada 2018, Pembelajaran Bagi Parpol
  Kemenangan QQ Ridwan Kamil dan Pengangkatan M Iriawan Diduga Ada Kaitannya
 
ads

  Berita Utama
Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!

Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing

Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia

Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

 

  Berita Terkini
 
Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018

Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak

DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan

Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2