Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Islam
HNW: Menang Jangan Phobia dengan Para Hafidh dan Anak Muda Good Looking Aktivis Masjid
2020-09-07 06:07:21
 

Wakil Ketua MPR RI, Dr. H M Hidayat Nur Wahid, MA.(Foto: Istimewa/ net)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Dr. H M Hidayat Nur Wahid, MA menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang kembali meresahkan Umat. Yaitu, pernyataan yang menggambarkan phobia kepada Hafidh (penghafal Al Quran) anak muda 'good looking', bisa bahasa Arab, yang disebutnya sebagai pintu penyebar radikalisme di Masjid-masjid.

"Pernyataan itu sangat tidak diperlukan. Apalagi di tengah maraknya korban Covid-19, dan kasus moral di Indonesia. Harusnya Menteri Agama berterima kasih kepada anak-anak muda itu, menyambut positif trend mereka yang good looking yang hijrah, bisa bahasa Arab, apalagi Hafidh (penghafal) Al Quran yang memakmurkan Masjid dan mau mengurusi Masjid," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (4/9) lalu.

HNW sapaan akrabnya mengatakan seharusnya para anak muda itu dibimbing agar masjid semakin makmur dan mereka tidak terkena penyakit masyarakat, agar nyaman menjadi muslim moderat yang rahmatan lil alamin dengan aktif di Masjid. Janganlah anak-anak muda good looking yang bisa dari kalangan celebritis, artis dan lain-lainnya itu malah distigma dan diframing sebagai pintu penyebaran radikalisme melalui Masjid," sebutnya.

Bila perilaku tidak bijak seperti ini terus dilakukan, menurut Hidayat bisa berdampak pada berkembangnya saling curiga diantara jemaah Masjid, dan membuat anak-anak muda itu malah takut ke Masjid. Dan akhirnya mereka kembali ke lingkunganyang destruktif dan jauh dari spirit positif Masjid.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan lebih sesuai dengan tupoksinya, apabila Menag mendukung anak-anak muda untuk aktif di masjid atau rumah ibadah lainnya sesuai dengan agama yang dianutnya. Dan mengajak semuanya, bukan hanya yang ke Masjid saja untuk beragama yang Moderat, toleran, cinta bangsa dan negara, serta rahmatan lilalamin, daripada phobia terhadap anak-anak muda yang aktif di Masjid. Dengan spirit semacam itu, kata Hidayat mereka akan menemukan lingkungan yang konstruktif, jauh dari lingkungan kejahatan atau kegiatan yang destruktif dan tidak bermoral.

"Seharusnya Menag selamatkan moral bangsa dan semangat beragama kalangan generasi muda dari radikalis amoral. Seperti pedofilia pria tua asal Perancis yang memakan korban 305 anak Indonesia beberapa waktu lalu. Atau radikalis LGBT yang kembali menggelar pesta seks ratusan gay di Jakarta kemarin. Kedua kelompok ekstrim itu secara radikal mengulangi kejahatan mereka yang jelas-jelas melanggar hukum dan ajaran Agama, serta menghancurkan moral bangsa, pilar jaminan eksistensi bangsa," tukasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengingatkan agar Menag fokus kepada tugas pokok Menag, mendorong semakin terselamatkannya moral bangsa dan majunya kehidupan beragama di Indonesia.

"Seharusnya Menag bersuara lantang soal penghancuran moral bangsa itu. Tidak malah diam saja. Dan mestinya beliau serius menghadirkan keteladanan menjadi Muslim Moderat yang Rahmatan lil alamin. Bukan justru terkesan phobia terhadap bermunculannya anak-anak muda good looking, bisa berbahasa Arab dan apalagi Hafidh (penghafal Al Quran) yang ikut memakmurkan dan mengurusi Masjid, yang justru potensial menjadi generasi penerus penyelamat bangsa dengan moral dan laku beragama yang moderat dan rahmatan lil alamin," pungkasnya.(MPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Islam
 
  Arab Saudi Umumkan Umroh Bisa Dimulai Lagi 4 Oktober 2020
  Selebgram Nathalie Holscher Menjadi Mualaf Didampingi Sule
  MUI Tolak Program Sertifikasi Penceramah Kemenag
  Marah ke Menag, Jenderal Gatot Nurmantyo: Tangkap Saya, Sayalah yang Makar
  HNW Minta Program Sertifikasi Penceramah Dihentikan
 
ads1

  Berita Utama
Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Saya Menjunjung Tinggi Prinsip Kesetaraan Di Depan Hukum

Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

BNPB Perlu Tingkatkan Sosialisasi Penerapan Protokol Covid-19

Dekan UIN Nilai Film Jejak Khilafah di Nusantara Sebagai Propaganda yang Membabi Buta

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2