Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Haedar: Banyak yang Menamakan Organisasi Islam, Tetapi Spirit Nilai Keislamannya Tidak Diaktualisasikan
2017-07-08 14:32:29
 

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Begitu mudah untuk membangun hubungan silaturahim, akan tetapi terkadang hal itu tidak selalu berhasil menghilangkan benih-benih perpecahan, padahal Nabi Muhammad SAWmengajarkan umatnya tentang makna seilaturahim melalui sebuah hadis yang berbunyi; tidak masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim.

Sejarah mencatat bahwa umat islam menjadi pemenang dalam perang Badar, namun kalah dalam peperangan berikutnya yakni perang Uhud. Ini tentu menjadi peristiwa besar yang Allah SWT tanamkan hikmah di dalamnya. Seperti yang disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam acara Silaturahim Idul Fitri, di Auditorium Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62 Jakarta, Jumat (7/7) malam.

"Ada hal yang penting buat kita pahami bagaimana mengkapitalisasi kemenangan ini yang pusatnya pada kebersamaan, dan membangun kebersamaan juga itu ada kerikilnya, tadi dicontohkan bahwa sebelum Nabi SAW dimakamkan betapa susahnya umat islam dalam menentukan pilihan pemimpinnya kala itu bahkan nyaris menjadi persitiwa besar," papar Haedar.

Haedar mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa sejarah ini perlu menjadi perhatian khusus oleh umat islam. bagaimana kita mencoba untuk mengeliminasi benih-benih perpecahan yang memberi peluang kepada kita menjadi tidak sukses dan mengulang kemenangan.

Ciri benih perpecahan biasanya terlihat dari tidak pandainya seseorang dalam bermusyawarah dalam menentukan strategi dan langkah. Bahkan seorang Nabi Muhammad SAW pun mempunyai otoritas Illahi menentukan strategi dengan bermusyawarah.

"Maka kedepan mungkin umat islam perlu bermusyawarah tentang strategi dan itu tidak milik satu orang, kelompok atau golongan. Hal ini penting mengingat langkah di masa depan tidak akan semudah yang dibayangkan, karena ada banyak perbedaan pilihan dan juga strategi gerakan," ujar Haedar.

Sebagai tasyakur bi nikmat, lanjut Haedar umat islam di satu pihak mengakui ada banyak kelemahan,tetapi di pihak lain juga tidak sedikit pencapaian. "Pak Amin Rais telah merintis reformasi dan itu buahnya luar biasa, tetapi kemudian di tengah jalan banyak orang membajak dan menyandera reformasi itu, sehingga (mungkin) spirit reformasi yang ditanamkan beliau tidak diserap jiwanya," ucap Haedar.

Begitu juga dalam perjuangan islam, Haedar menyinggung bahwa banyak yang menamakan organisasi islam tetapi spirit nilai-nilai keislamannya tidak otomatis diaktualisasikan.

"Muhammadiyah alhamdulilah dari fase ke fase juga mengalami pasang surut dan kemudian ada hal yang harus kita syukuri kita punya perguruan tinggi yang besar dan kita juga bisa membuat banyak hal yang juga tidak mudah. Banyak orang yang iri dengan Muhammadiyah maka tentu perjalanan kedepan kita perlu menentukan langka-langkah strategis yang lain," pungkas Haedar.

Hadir dalam acara tersebut Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.(raipan/Muhammadiyah/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  105 Tahun Muhammadiyah Fokus Kembangkan Program Unggulan
  Ketum: Proses Perjalanan Muhammadiyah yang Panjang dan Terus Berkembang Patut Kita Syukuri
  Menag Resmikan Rusunawa Ponpes Modern Al-Kausar Muhammadiyah Harau
  Haedar Nashir: Muhammadiyah Telah Menyambung Mata Rantai Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
  Lapang Dada dan Luas Pandangan
 
ads

  Berita Utama
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

 

  Berita Terkini
 
Komisi IX DPR Dalami Problem Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah Diingatkan untuk Tak Main-main dengan KTP-El

Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Program KUBE Butuh Penasihat Usaha

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2